GAYO LUES — Dalam upaya membangkitkan perekonomian daerah melalui sektor kopi, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menunjukkan langkah strategis dengan menjalin kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah yang selama ini dikenal sebagai pusat produksi kopi Gayo. Kerja sama tersebut ditandai dengan pertemuan antara Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si, dan Bupati Bener Meriah Tagore Maulana serta Wakil Bupati Bener Meriah Armia, yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (25/10/2025).
Kunjungan ini membawa harapan besar bagi Gayo Lues yang tengah berjuang menghidupkan kembali kejayaan kopi sebagai komoditas unggulan. Selain membahas persoalan teknis dan budidaya, pertemuan tersebut turut membicarakan penguatan kelembagaan petani, hilirisasi produk kopi, serta strategi pemasaran ke pasar ekspor yang semakin kompetitif. Diskusi juga menyentuh perihal tantangan dan upaya memberi nilai tambah bagi kopi lokal agar dapat menembus rantai pasok global dengan branding khas daerah.
Bupati Suhaidi mengatakan bahwa Gayo Lues memiliki potensi kopi yang besar namun belum tergarap secara optimal. Ia menilai pengalaman Bener Meriah dan Aceh Tengah dalam pengelolaan kopi berskala nasional dan ekspor menjadi cerminan model pengembangan yang layak diterapkan di Gayo Lues. “Bener Meriah dan Aceh Tengah punya pengalaman panjang dalam tata kelola serta ekspor kopi. Kami ingin belajar banyak dari mereka. Apalagi, pada tahun 2026 mendatang, Gayo Lues akan mendapat bantuan pengembangan kopi seluas 4.000 hektare dari Kementerian Pertanian,” ujar Suhaidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kolaborasi antardaerah ini menjadi langkah penting yang tidak hanya bersifat lintas administratif, tetapi juga akan mendorong tumbuhnya ekosistem kopi yang berkelanjutan di dataran tinggi Gayo. Ia berharap keberhasilan dua daerah tetangga dapat menginspirasi Gayo Lues untuk membangun sistem pertanian kopi yang tangguh, berbasis komunitas, serta memiliki orientasi ekspor.
Bupati Bener Meriah Tagore yang hadir bersama rombongan menyambut baik upaya Gayo Lues dalam membangkitkan sektor kopi melalui pendekatan kolaboratif. Ia optimistis, dengan kekayaan alam dan semangat yang dimiliki masyarakat, Gayo Lues akan segera menyusul jejak kemajuan kopi Bener Meriah dan Aceh Tengah. “Saya sangat yakin Gayo Lues mampu menjadi bagian penting dari peta kopi Gayo dunia. Yang dibutuhkan adalah sinergi, konsistensi, dan keberlanjutan dalam membangun ekosistem ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bener Meriah, Armia menyampaikan, kopi Gayo dari Gayo Lues memiliki cita rasa khas yang menjadi kekuatan tersendiri. Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah bagaimana mengemas kekhasan itu menjadi sebuah identitas yang kuat dalam strategi pemasaran kopi Gayo Lues ke depan. “Rasa kopi dari daerah ini sangat khas, aromanya berbeda. Ini bisa menjadi branding penting yang akan memperkuat posisi Gayo Lues di pasar kopi nasional dan global,” katanya.
Pertemuan di Pendopo Gayo Lues itu juga menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan tiga kabupaten penghasil kopi di Aceh dalam memperkuat posisi kopi Gayo sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia. Dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan pembukaan lahan dan program peningkatan produktivitas juga diharapkan dapat mempercepat transformasi kopi Gayo Lues dari komoditas lokal menjadi komoditas ekspor.
Dengan langkah awal ini, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memastikan pihaknya tidak hanya akan fokus pada produksi, namun juga pada pendampingan petani, penguatan hilirisasi, dan penciptaan pasar yang berdaya saing. Kerja sama lintas daerah ini menjadi simbol semangat gotong royong demi kebangkitan ekonomi berbasis potensi lokal — sebuah langkah panjang menuju kesejahteraan masyarakat dan kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Abdiansyah)







































