slot preparation.lsrs.lu

Bupati Gayo Lues Ajak Pesantren Kembangkan Kebun Kopi untuk Wujudkan Kemandirian

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:09 WIB

50523 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengajak para santri dan pesantren di seluruh wilayah kabupaten untuk ikut serta dalam program pengembangan kebun kopi yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor pertanian daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Pondok Pesantren Darul Hijrah, Kecamatan Blangpegayon, Rabu (22/10/2025).

Dalam sambutannya, Suhaidi menyampaikan bahwa program peningkatan luas kebun kopi merupakan hasil komunikasi langsung antara Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Ia menyebut, pemerintah pusat telah berkomitmen memberikan bantuan pengembangan kebun kopi seluas 1.600 hektare pada tahun 2025, dan meningkat menjadi 2.700 hektare pada tahun 2026.

“Baru-baru ini kami melakukan kunjungan ke Kementerian Pertanian. Kabupaten kita mendapatkan dukungan penuh untuk pengembangan kebun kopi. Ini peluang besar yang harus kita sambut bersama, termasuk oleh pesantren,” ujar Suhaidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati juga mengimbau agar pesantren yang memiliki lahan, baik milik lembaga maupun milik orang tua santri, dapat menginformasikan datanya ke pemerintah melalui Dinas Pertanian atau langsung kepada dirinya maupun Wakil Bupati. Menurutnya, semakin cepat data masuk, semakin cepat pula program bisa dijalankan secara bertahap.

“Jika ada lahan satu atau dua hektare di sekitar pesantren, atau keluarga santri yang lahannya belum dimanfaatkan, tolong sampaikan. Nanti bisa kita bangunkan kebun kopi di sana,” ungkapnya.

Suhaidi meyakini, dengan adanya kebun kopi sendiri di lingkungan pesantren, kebutuhan konsumsi harian seperti bubuk kopi bisa dipenuhi secara mandiri. Ia menyampaikan hal ini bukan hanya akan mengurangi beban pengeluaran lembaga, tetapi juga menjadi contoh nyata efisiensi dan kemandirian pesantren berbasis pertanian.

“Kalau sudah punya kebun kopi sendiri, tidak perlu beli ke luar. Santri bisa panen sendiri, olah sendiri, dan minum hasil kebunnya sendiri. Ini bukan hanya efisien, tapi juga bentuk keberdayaan pesantren,” kata Suhaidi.

Di akhir sambutannya, Bupati Suhaidi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, dan masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. Ia berharap penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas kopi yang menjadi andalan Gayo Lues, dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

“Mari sama-sama kita satukan kekuatan. Gayo Lues ke depan harus dibangun secara bersama, oleh semua elemen, termasuk kalangan pesantren. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan tugasan pemerintah saja. Semua harus ambil bagian,” tuturnya.

Pernyataan Bupati ini mendapat tanggapan positif dari para pimpinan pondok pesantren yang turut hadir dalam peringatan Hari Santri. Sejumlah pesantren di Gayo Lues tercatat memiliki lahan potensial yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan dinilai cocok untuk pengembangan komoditas kopi unggulan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:27 WIB

Banjir Meluas di Aceh, Pemerintah Daerah Diminta Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat

Rabu, 4 November 2026 - 03:24 WIB

Tarmizi Age, Eks GAM Denmark: Indonesia Butuh Pelabuhan Tol Laut Internasional ke Eropa di Sabang

Selasa, 3 November 2026 - 19:34 WIB

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Sukses Gelar Aksi Sosial “Sigap Darurat”, Bekali Siswa MIS Lamgugob Kartu Darurat

Selasa, 3 November 2026 - 19:28 WIB

Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU

Selasa, 3 November 2026 - 18:44 WIB

YARA Kecam Menteri Pertanian, Dinilai Abaikan Kewenangan Khusus Aceh di Kawasan Sabang

Senin, 2 November 2026 - 18:50 WIB

Graha Citra Karsa Tawarkan Hunian Modern, Legalitas SHM dan Skema Pembayaran Fleksibel

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Polda Aceh Tangani Laporan Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Dakwaan Kerusuhan Zikir Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman: Satu Terdakwa Didakwa Injak Merah Putih, Satu Lainnya Bakar Motor Dinas TNI

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB