Gayo Lues, 10 Oktober 2025 — Kondisi Jembatan Rerebe di Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, semakin memprihatinkan. Erosi yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Tripe menyebabkan bagian pondasi jembatan utama penghubung antar desa ini nyaris amblas. Menyikapi situasi tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Asyari, S.T., M.M., M.T., bersama Kepala Satuan Kerja (Satker) PJPA dan PJSA Balai, meninjau langsung lokasi terdampak pada Jumat (10/10/2025).
Kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari pendampingan terhadap Anggota Komisi V DPR RI, H. Irmawan, S.Sos., M.M., yang menaruh perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur penunjang kehidupan masyarakat di kawasan pedalaman Gayo Lues.
“Jembatan Rerebe saat ini berada dalam kondisi kritis akibat erosi yang terus berlanjut. Kita melihat langsung kondisi lapangan, dan ini akan menjadi prioritas penanganan kami,” ujar Asyari usai peninjauan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, pergeseran alur Sungai Tripe telah berlangsung selama bertahun-tahun. Setiap musim penghujan, aliran sungai kerap berubah dan menggencarkan pengikisan tebing. Dampaknya kini sangat terasa bagi Jembatan Rerebe, yang sejak Juli lalu mulai mengalami kerusakan serius pada bagian pondasinya. Jika tidak segera ditangani, keruntuhan jembatan hanya tinggal menunggu waktu.
Sebagai akses satu-satunya yang menghubungkan Desa Rerebe dengan wilayah sekitarnya, termasuk jalan menuju pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan, keberadaan jembatan ini sangat vital. Masyarakat menilai kerusakan jembatan dapat mengisolasi desa dan melumpuhkan kegiatan ekonomi maupun sosial.
“Kalau jembatan ini putus, kami terpaksa harus memutar sangat jauh untuk ke pasar atau membawa hasil pertanian. Warga khawatir sewaktu-waktu jembatan roboh,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.
Sebagai tindak lanjut dari peninjauan, BWS Sumatera I akan menyusun strategi penanganan berbasis data teknis dan kondisi lapangan. Asyari menyebutkan, percepatan pembuatan Detail Engineering Design (DED) menjadi kunci agar intervensi dari pemerintah pusat segera bisa dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mendukung penuh langkah-langkah percepatan tersebut dan berharap agar perkuatan tanggul serta rehabilitasi jembatan dapat segera terealisasi.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Irmawan menyatakan komitmennya untuk mengawal upaya penanganan jembatan tersebut di tingkat pusat. Ia berharap sinergi antara DPR, kementerian terkait, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi yang cepat dan efektif.
Masyarakat Tripe Jaya sendiri menyambut baik kunjungan ini, sekaligus menaruh harapan besar bahwa perhatian pemerintah bukan sekadar seremonial, tetapi akan diikuti dengan tindakan nyata. Bagi mereka, Jembatan Rerebe bukan sekadar infrastruktur jalan, melainkan urat nadi kehidupan yang menjembatani harapan masa depan.







































