Keluarga Korban Nanda Pratama Minta Perhatian Pemerintah Aceh Tenggara Lewat Video yang Beredar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 19:18 WIB

50761 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara, Baranews – Sebuah video yang beredar di media sosial pada Rabu (20/8/2025) menampilkan pernyataan keluarga Nanda Pratama, korban insiden di Festival Muslim Ayub yang berlangsung di Stadion Haji Sehadat, Aceh Tenggara. Dalam video berdurasi sekitar lima menit, keluarga korban menyampaikan duka mendalam sekaligus memohon perhatian dari pemerintah dan aparat keamanan.

Dalam video tersebut, orang tua korban, yang didampingi anggota keluarga lainnya, menjelaskan bahwa anak mereka, Nanda Pratama, berusia 20 tahun, meninggal dunia akibat insiden yang terjadi saat acara yang diselenggarakan oleh Bapak Muslim Ayub, anggota DPR RI, di stadion setempat. “Anak saya sehat-sehat saja. Ia sedang mempersiapkan pendaftaran calon tentara pada bulan Oktober, namun tiba-tiba nyawanya hilang akibat insiden di acara tersebut,” ungkap Abdul Rahman, ayah korban, dalam video tersebut.

Keluarga korban menegaskan bahwa Nanda Pratama maupun pelaku sama-sama tidak saling mengenal, sehingga keluarga tidak memahami motif di balik peristiwa tersebut. Mereka memohon agar pemerintah Aceh Tenggara, Kapolres, dan seluruh aparat terkait memberikan perhatian serius terhadap keluarga korban dan menegakkan keadilan. “Kami hanya menginginkan keadilan. Tolong perhatikan keluarga kami, baik yang di dalam maupun di luar,” ujar ayah korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, keluarga korban menyampaikan kondisi duka yang mendalam, yang hingga saat ini belum bisa mereka lewati. “Kami masih berbuka cita. Air mata kami tidak berhenti-hentinya karena anak kami adalah satu-satunya. Kami berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Abdul Rahman.

Video tersebut juga menunjukkan anggota keluarga lainnya, termasuk ibu korban dan pak cik, yang ikut menyampaikan permohonan agar pemerintah dan aparat keamanan memberikan perhatian terhadap keluarga mereka. Mereka menekankan bahwa mereka tidak menuntut hal lain selain keadilan dan perhatian atas insiden yang telah menimpa Nanda Pratama.

Hingga saat ini, Polres Aceh Tenggara masih menangani kasus ini sesuai prosedur hukum. Pemerintah daerah, termasuk Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., diharapkan memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban, sekaligus memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil.

Keluarga korban mengakhiri pernyataan mereka dengan harapan agar masyarakat tidak terprovokasi isu-isu yang simpang siur dan tetap mempercayai aparat keamanan untuk menangani kasus ini. “Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup ayah korban dalam video tersebut. (RED)

Berita Terkait

Belanja Anggaran Pembangunan Infrastruktur Aceh Tenggara Capai 29 Persen, Kepala BPKD Tegaskan Transparansi
Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Peralatan Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pembakaran Lahan di Kubu Raya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi NTT untuk Tinjau Korban Gempa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Dugaan Pengalihan Isu dalam Kasus Mantan Jampidsus Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi

Berita Terbaru