Dinas Pengairan Aceh Diminta Segera Perbaiki Tanggul Salah Design di Intake Krueng Baru Aceh Selatan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 13 April 2025 - 04:55 WIB

50510 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan Zalfazli Z meminta Pemerintah Provinsi Aceh segera memperbaiki tanggul yang dibangun tahun 2024 lalu.

Menurutnya, akibat kesalahan perencanaan itu menyebabkan petani gagal tanam di kemukiman Kuta trieng dan Blang Baru, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan.

“Kita berharap agar pemerintah bisa menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat, agar masyarakat bisa kembali turun ke sawah,” ungkap Zalfazli Z dalam keterangan pers yang diterima awak media , Minggu 13 April 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi III itu menyebutkan, dirinya bersama keuchik dan tokoh masyarakat setempat sudah melihat langsung kondisi di lapangan pada sabtu 12 April 2025. “Saat mengunjungi lokasi tersebut, kita menemukan aliran air yang tersumbat karena endapan sedimen yang semakin tinggi hingga menutup pintu masuk air di intake saluran irigasi tersebut,” jelasnya.

Zalfazli Z menilai, hal itu dikerenakan perencanaan kurang matang, sehingga Pemerintah Aceh melalui Dinas Pengairan sudah seharusnya melakukan penanganan dan memperbaiki kembali mengingat dampak yang cukup besar dirasakan masyarakat petani. “Sudah 3 bulan masyarakat mengalami gagal tanam akibat kekeringan. Apabila terus dibiarkan, dikhawatirkan berdampak luas pada gangguan ketahanan pangan di Aceh khususnya masyarakat Aceh Selatan,” sebutnya.

Sementara itu, Keuchik Kuta Trieng Anwar mengatakan bahwa tanggul atau pengaman tebing jika tidak diperbaiki akan berdampak terhadap ratusan hektar sawah yang ada di wilayah tersebut. “Sudah dua kali panen gagal karena air tidak masuk ke saluran irigasi semenjak dibangunnya tanggul itu, petani yang ada di 2 kemukiman tidak bisa turun sawah lagi karena kekeringan dan tiang pondasi jembatan bisa rusak karena sudah dibukanya batu bendungan yang lama disungai tersebut,” terangnya.

Mewakili masyarakat 2 kemukiman di Labuhanhaji Barat agar Dinas pengairan Aceh dapat menangani secepatnya masalah tersebut. “Kami berharap ada langkah kongkret dari instansi terkait agar masyarakat tidak kembali mengalami gagal tanam,” pungkasnya.

Berita Terkait

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua
Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!
Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang
Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi
ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan
Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:19 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 8.088 Triliun pada Triwulan II-2026

Berita Terbaru