slot preparation.lsrs.lu https://turistskola.edu.rs/

Irwan Djohan Suka Langgar Aturan, Kini Spanduk Dipasang Tidak Sesuai Aturan

ADMIN

- Redaksi

Kamis, 4 Juli 2024 - 22:25 WIB

50357 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

baranewsaceh.co Banda Aceh – Irwan Djohan memasang spanduk di pinggiran jalan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Berdasarkan BAB VII tentang Larangan Memasang Reklame Pasal 10, disebutkan bahwa memasang reklame jenis spanduk dengan cara melintang di atas jalan jelas dilarang.

Poin F , Memasang Tiang penyangga umbul-umbul menempel dan di paku pada batang pohon atau ornamen lampu jalan salah satu larangan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Banda Aceh Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Reklame.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Forum Aceh Bersatu Saiful, menegaskan bahwa tindakan Irwan Djohan jelas melanggar peraturan. “Kami meminta kepada Satpol PP Banda Aceh agar segera menertibkan spanduk tersebut. Ini merupakan bentuk pelanggaran yang nyata,” tegasnya kepada media Kamis 4 Juli 2024

Saiful juga menambahkan bahwa memasang spanduk seharusnya mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Ada tempat-tempat yang sudah dibolehkan oleh pemerintah untuk memasang spanduk. Jangan asal-asalan memasangnya sesuka hati,” tambahnya.

Menurut Saiful, tindakan tim Irwan Djohan yang memasang spanduk demi pencitraan dengan cara menabrak aturan sangat disayangkan. “Kami mengecam tindakan tim Irwan Djohan yang memasang spanduk secara sembarangan hanya untuk pencitraan. Ini menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap aturan yang ada,” ujarnya.

Saiful menegaskan pentingnya menjaga keindahan Kota Banda Aceh dengan mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, khususnya oleh walikota. “Kami ingin keindahan Kota Banda Aceh terjaga dengan baik sesuai dengan aturan pemerintah. Walikota sudah menetapkan aturan yang harus dipatuhi oleh semua pihak,” tegasnya.

Satpol PP Banda Aceh diharapkan segera bertindak untuk menertibkan spanduk yang melanggar aturan tersebut. “Kami mendesak Satpol PP untuk segera mengambil tindakan tegas. Ini demi menjaga ketertiban dan keindahan kota,” uungkap Saiful

Selain itu, Saiful mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap calon pemimpin yang tidak mematuhi aturan. “Masyarakat harus lebih kritis dan tidak memilih pemimpin yang suka melanggar aturan. Kita butuh pemimpin yang bisa memberikan contoh baik dalam mematuhi peraturan,” imbuhnya.

Selain kasus spanduk, Irwan Djohan saat ini juga menjadi sorotan media terkait dugaan korupsi dalam pengadaan kapal Aceh Hebat yang menelan anggaran mencapai Rp 178 miliar serta proyek pembangunan 12 ruas jalan senilai Rp 1,2 triliun. Dugaan ini semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap integritas Irwan Djohan.

Dalam pemberitaan beberapa media, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aliansi Mahasiswa Antikorupsi Aceh, melalui perwakilannya Mahmud Padang, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa dugaan keterlibatan Irwan Djohan sampai tuntas. “Kami tidak ingin ada pejabat yang lolos dari jeratan hukum jika memang terbukti bersalah,” tegas Mahmud.

Tidak hanya itu, tim Irwan Djohan juga diduga telah menyebarkan survei bodong. Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Kebenaran (GMPK) mengungkapkan bahwa selebaran hasil survei mengatasnamakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang memposisikan Irwan Djohan sebagai calon terkuat Pilwalko Banda Aceh ternyata palsu.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, membantah bahwa produk tersebut adalah milik mereka. “Kami tidak pernah merilis survei yang menyatakan Irwan Djohan sebagai calon terkuat Pilwalko Banda Aceh,” jelas Djayadi.

Dengan berbagai pelanggaran dan dugaan korupsi yang melibatkan Irwan Djohan, publik semakin meragukan kapabilitas dan integritasnya sebagai calon pemimpin.

“Kami berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Tim Irwan Djohan. Ini adalah ujian bagi penegakan hukum dan keadilan di Masyarakat,” tutup Saiful.

Berita Terkait

Wakili Kakanwil Kemenkum Aceh, Kepala Divisi P3H Hadiri Pembukaan Mubes Al Muslim.
Penembakan di Tiro Harus Diusut Tuntas, Pang Lima TNI Jangan Tutup Mata, Persoalan Bendera Aceh Bukan Alasan Untuk Melakukan Kekerasan
SMPA Kecam Insiden Berdarah di Pidie, Desak Pengusutan Secara Transparan dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib
Ketua FORBES DPR RI-DPD RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga, Desak Penyelesaian Bendera Aceh Lewat Dialog dan Jalur Konstitusional
Tragedi Berdarah Tiro Minta Pemerintahan Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Pasca-Insiden Tragis di Tiro, Aktivis HAM Aceh Desak Forbes DPR/DPD RI Inisiasi Perundingan Tingkat Tinggi Bersama Sufmi Dasco
Kala Darah Jatuh di Tiro: Saatnya Forbes Ajak Dasco Selesaikan Bendera Aceh

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Siasat Apartemen Mewah Jadi Sarang Judi Online, Sindikat Internasional Dibongkar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Realisasikan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur dan Konsolidasi Tanah

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Berita Terbaru