ACEH TAMIANG — Pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang dan sekitarnya, upaya pemulihan tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga menyasar aspek psikososial, terutama bagi anak-anak. Salah satu inisiatif yang dihadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Program Zona Anak, yang digagas oleh komunitas Dongeng Ceria sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk tetap bisa belajar, bermain, dan tumbuh dalam suasana yang menyenangkan di tengah kondisi darurat.
Dena, salah seorang relawan dari Dongeng Ceria yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini, mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan Zona Anak muncul dari kepedulian setelah melihat langsung situasi di lapangan. Saat pertama kali tiba di lokasi terdampak, ia melihat banyak anak-anak berlarian di jalan dan mengejar kendaraan relawan, sementara orang tua mereka sibuk membersihkan rumah dan lingkungan usai banjir. Kondisi ini dianggap berisiko terhadap keselamatan anak, baik akibat kemungkinan kecelakaan di jalan maupun paparan debu dan lumpur yang dapat mengganggu kesehatan.
“Anak-anak butuh tempat yang aman dan layak. Saat orang tua mereka harus fokus memulihkan rumah, anak-anak biasanya tidak terpantau dengan baik. Zona Anak ini menjadi ruang yang aman dan terarah untuk aktivitas mereka,” ujar Dena di sela pelaksanaan kegiatan, Rabu (1/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Zona Anak digelar secara kolaboratif bersama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak dan penanganan kebencanaan. Salah satu titik pelaksanaan program ini berada di Mushola Al Hikmah, Kecamatan Karang Baru. Di lokasi tersebut, tercatat antara 50 hingga 100 anak mengikuti kegiatan harian. Dena menyampaikan apresiasi khusus kepada para ibu dan warga setempat yang ikut terlibat aktif, mulai dari menyiapkan makanan hingga membantu mengelola kegiatan harian anak-anak.
Setiap Zona Anak menerapkan pola kegiatan yang sama, didesain secara terstruktur untuk membantu anak-anak tetap mendapatkan stimulasi positif. Kegiatan dimulai usai salat Zuhur, diawali dengan makan siang bersama, dilanjutkan dengan bermain, aktivitas motorik seperti menggambar, menulis cerita, melipat origami, hingga ice breaking. Menjelang sore, anak-anak diajak kembali untuk istirahat, salat Asar berjemaah, dan sesi mengaji menggunakan Iqro atau Al-Qur’an. Selain itu, ada pula pelatihan nilai-nilai disiplin dan kemandirian, seperti merapikan sandal, membersihkan tempat belajar, dan mengikuti jadwal piket bergiliran.
Dena menyebutkan bahwa program ini merupakan upaya memastikan hak anak tetap terpenuhi meskipun mereka sedang berada dalam situasi yang penuh keterbatasan. Menurutnya, dalam segala kondisi, anak-anak tetap berhak belajar, bermain, dan merasa aman. Zona Anak hadir untuk menumbuhkan semangat dan harapan bahwa mereka tetap bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.
“Ini bukan sekadar ruang bermain. Kami berharap anak-anak merasa bahwa mereka tetap dihargai, tetap belajar, dan bisa bermimpi besar meskipun dalam keadaan sulit,” ujarnya.
Zona Anak juga akan terus beroperasi sampai anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah secara normal. Mengingat sejumlah sekolah masih belum bisa digunakan karena terdampak banjir, kegiatan ini menjadi pengganti sementara untuk menjaga kesinambungan pendidikan dasar. Dongeng Ceria juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membersihkan fasilitas pendidikan agar belajar tatap muka bisa segera dimulai kembali.
Program ini disambut antusias tidak hanya oleh orang tua, tetapi juga anak-anak. Ayesha Ningrum (8), siswi kelas dua sekolah dasar, mengaku senang mengikuti kegiatan seperti menggambar dan bermain bersama. Hal senada disampaikan oleh Aufa Bima (10), siswa kelas lima SD, yang merasa bahagia bisa tetap aktif dan bergembira sambil membantu membersihkan lingkungan masjid.
Hingga hari ini, Zona Anak telah hadir di lima titik di wilayah terdampak, dengan rincian sebagai berikut:
- Zona Anak 1 di Desa Medang Ara, Dusun Suka Makmur, Kecamatan Karang Baru, mengakomodasi sekitar 50 anak.
- Zona Anak 2 di Desa Medang Ara, Dusun Barang Mekku, Kecamatan Karang Baru, diikuti 42 anak.
- Zona Anak 3 di Mushola Al Hikmah, Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, dengan jumlah peserta antara 50 hingga 100 anak.
- Zona Anak 4 di Mushola Lorong B, Kampung Jawa Langsa, Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, melayani 70 hingga 100 anak.
- Zona Anak 5 di Dusun 1 dan 2, Desa Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, dengan jumlah anak mencapai sekitar 150.
Pemerintah daerah dan masyarakat di tingkat lokal memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini. Keberadaan Zona Anak menjadi salah satu komponen penting dalam upaya pemulihan pascabencana yang holistik, yakni tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan pemulihan sosial dan psikologis, khususnya bagi kelompok usia paling rentan. Dalam jangka panjang, inisiatif seperti ini diharapkan dapat menginspirasi model penanganan bencana yang lebih ramah anak dan berbasis komunitas. (*)




































