GAYO LUES | Sudah dua bulan berlalu sejak banjir bandang dan bencana lontor melanda kawasan Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Namun, hingga saat ini, daerah tersebut masih mengalami keterisolasian total akibat terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan wilayah tersebut dengan kecamatan dan kabupaten lain. Kondisi ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Pasir Putih, Kamaruddin, dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Selasa, 27 Januari 2026.
Dalam pernyataannya, Kamaruddin mengungkapkan keprihatinan mendalam atas belum adanya penanganan nyata dari pemerintah terkait perbaikan jalan sepanjang 20 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Pining dengan Kecamatan Serbajadi. Jalan tersebut, menurutnya, merupakan jalur vital penghubung antarwilayah dan merupakan bagian dari jaringan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Timur. Hingga kini, belum ada pengerjaan perbaikan jalan yang dilakukan secara signifikan, meski kerusakan telah terjadi sejak akhir November tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Pasir Putih mengatakan bahwa masyarakat di wilayahnya saat ini kesulitan mengakses kebutuhan pokok sehari-hari, termasuk bahan makanan, obat-obatan, serta distribusi hasil pertanian. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa menjelang bulan suci Ramadan, kebutuhan logistik masyarakat akan meningkat, dan kondisi saat ini akan semakin menyulitkan masyarakat dalam menjalani ibadah dan memenuhi kebutuhan harian.
Melalui pernyataan emosional tersebut, Kamaruddin menyampaikan permohonan agar pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Haji Prabowo Sriwanto, turut memerhatikan kondisi warga Pasir Putih dan segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri keterisolasian yang sudah berlarut. Ia juga meminta agar Gubernur Aceh dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, Ir. Mawardi, ST., M.Si., segera menurunkan tim teknis guna mempercepat pembukaan akses jalan provinsi yang terputus.
Kamaruddin menekankan bahwa masyarakat Pasir Putih memiliki hasil pertanian yang penting bagi perekonomian lokal, seperti cokelat, durian, kemiri, pisang, dan kopi. Selain itu, wilayah tersebut selama ini juga menjadi pemasok beras untuk daerah sekitar, termasuk sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Terputusnya jalur transportasi telah menyebabkan terganggunya distribusi hasil pertanian, sehingga berpengaruh pada ketahanan pangan wilayah serta penghasilan petani.
Dalam suasana yang penuh keprihatinan, Kamaruddin mengajak para pemimpin negeri agar membuka hati dan segera mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat yang sudah cukup lama menanggung penderitaan akibat dampak bencana. Ia berharap pemerintah segera menginstruksikan langkah nyata, khususnya kepada instansi terkait, agar akses jalan dapat dibuka secepat mungkin demi kelangsungan hidup serta pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Pasir Putih.
Warga pun berharap Ramadan yang segera tiba dapat dijalani dengan kondisi yang lebih baik setelah terputusnya akses jalan selama dua bulan terakhir. Suara Kepala Desa Kamaruddin mewakili jeritan hati masyarakat Pasir Putih, yang hingga kini masih menantikan kepastian dan tanggapan dari pemerintah untuk membawa mereka keluar dari keterisolasian. (Red)







































