WAKIL WALI KOTA LANGSA MENGINAP DI MESJID AKIBAT TERJEBAK BANJIR ACEH UTARA ATIM PIJAY DAN PIDIE SAAT PULANG KE LANGSA DI MALAM JUMAT TGL 26 NOVEMBER 2025

HW

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:03 WIB

50572 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS|LANGSA – Malam ketika banjir besar melanda sejumlah wilayah Aceh, Wakil Wali Kota Langsa Muhammad Haikal Alfizyari, ST, sedang berada di Banda Aceh dalam rangka menjalankan agenda dinas pemerintahan. Sejumlah kegiatan resmi telah diikutinya, di antaranya pada Jumat, 21 November, menghadiri acara BPJS Ketenagakerjaan; Senin, 24 November, mengikuti Maulid Akbar di Kota Banda Aceh; Rabu, 26 November, menghadiri kegiatan Wakaf Samit; serta pada Kamis, menghadap Gubernur Aceh.

Pertemuan dengan Gubernur Aceh tersebut merupakan agenda resmi Wakil Wali Kota Langsa untuk melaporkan bencana banjir yang melanda Kota Langsa sekaligus meminta bantuan darurat dari Pemerintah Aceh. Seluruh rangkaian agenda tersebut dilaksanakan sebelum musibah banjir terjadi.

Namun, ketika kabar banjir besar menerjang wilayah Langsa dan sekitarnya pada 26 November, Wakil Wali Kota Langsa tidak menunda kepulangan. Ia segera bertolak kembali menuju Kota Langsa di tengah kondisi jalan yang mulai lumpuh akibat genangan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan darat dari Banda Aceh menuju Langsa berubah menjadi perjalanan yang penuh tantangan. Genangan banjir parah di wilayah Pidie dan Pidie Jaya memaksa rombongan beberapa kali berhenti. Setibanya di kawasan Kuta Blang, satu-satunya cara untuk melanjutkan perjalanan adalah menyeberang menggunakan perahu darurat, bahkan dibantu drum plastik sebagai alat apung agar dapat menembus banjir.

Ketiadaan kendaraan angkutan membuat Wakil Wali Kota Langsa harus berjalan kaki hampir satu jam, kemudian menumpang mobil angkutan darurat, disambung dengan becak, dan kembali berpindah kendaraan berkali-kali sepanjang jalur yang masih tergenang air. Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh dalam hitungan jam berubah menjadi perjalanan yang memakan waktu berhari-hari.

Ia berangkat dari Banda Aceh Jumat malam, bermalam di Masjid Lhoksukon pada sabtu malam, dan baru tiba di Kota Langsa pada Sabtu malam. Seluruh keterlambatan tersebut disebabkan kondisi banjir parah yang melanda wilayah Aceh Utara hingga Aceh Timur.

Tanpa beristirahat panjang, setibanya di Langsa, Wakil Wali Kota langsung memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda. Rapat dilakukan di tengah kondisi kota yang masih dipenuhi lumpur, sisa banjir, serta tumpukan material dan sampah. Fokus utama pembahasan adalah penanganan darurat, pemulihan layanan publik, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Koordinasi yang solid antara Pemerintah Kota Langsa, Dandim, Waka polres,Ketua DPRK kota langsa Melvita sari menjadi kekuatan utama dalam penanganan pascabanjir. Aparat dan relawan bekerja tanpa mengenal lelah membersihkan lumpur dan material banjir, membuka akses jalan, serta merapikan kota agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Saat ini, kondisi Kota Langsa mulai berangsur pulih. Yang tersisa hanyalah sampah dan lumpur tipis di beberapa ruas jalan. Seluruhnya terus diangkut dan dibuang ke TPA Kebun Ireng Langsa untuk ditangani secara menyeluruh.

Dalam keterangannya, Wakil Wali Kota Langsa menyampaikan dengan mata berkaca-kaca, namun tetap diselingi canda dan semangat khasnya, bahwa ketersediaan sembako di Kota Langsa dalam kondisi aman. Seluruh warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Terkait sebahagian warga terdampak dari Aceh Tamiang yang sementara tinggal di Langsa, baik di rumah sewa maupun tempat singgah lainnya, Pemerintah Kota Langsa memastikan percepatan pembersihan kota. Langkah ini dilakukan agar Langsa, sebagai kota kuliner dan kota transit, dapat menjadi tempat istirahat yang layak bagi relawan dan masyarakat terdampak dari daerah lain.

“Langsa harus segera bersih. Banyak relawan dan masyarakat dari luar aceh dan Aceh Tamiang yang membutuhkan tempat beristirahat.sementara Kondisi di Tamiang masih tahap pembersihan lumpur, dan Langsa akan menjadi tempat singgah bagi banyak pihak, termasuk pejabat negara dan relawan,” ujarnya.

Sementara itu,Ketua AMSCO PEDULI Suryadi Djamil M.I.Kom 

Upaya kemanusiaan juga dilakukan oleh keluarga. Wakil Wali Kota Langsa. H. Ilham Pangestu Anggota DPR RI yang juga ketua golkar kota langsa turut bergerak membantu korban banjir dengan berbelanja sembako sebanyak 15 truk intercookuler dari Medan untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak di Aceh Tamiang dan Kota Langsa. AMSCO Peduli hadir dengan gerak cepat, sejak hari ke 3 hingga hari ke 15 pasca banjir, hingga seluruh bantuan sembako selesai dibagikan di dua kabupaten tersebut.

Saat ini, AMSCO Peduli kembali memfokuskan kegiatannya pada pembersihan beberapa Rumah Ibadah masjid dan menasah/musalla di Aceh Tamiang, agar masyarakat setempat dapat kembali melaksanakan ibadah seperti biasa.

Dengan semangat gotong royong dan koordinasi yang kuat antara pemerintah, aparat, TNI POLRI BNPB relawan, serta elemen masyarakat, Pemerintah Kota Langsa optimistis pemulihan pascabanjir dapat segera diselesaikan demi memastikan kehidupan masyarakat kembali normal.[]

Berita Terkait

Selamatkan Satwa Dilindungi, YIARI dan OIC Apresiasi Dedikasi dan Kinerja Bea Cukai Langsa
Operasi Gabungan BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur
Kinerja KPPBC TMP C Langsa Tahun 2025 Penerimaan Melampaui Target, Penindakan Semakin Berkualitas dan Kehadiran Nyata untuk Masyarakat
Rektor IAIN Langsa Serahkan Penghargaan Publikasi Ilmiah kepada Dosen Berprestasi
SEMMI Cabang Langsa Apresiasi Peran TNI Dalam Pemulihan Situasi Pasca Banjir!”
Relawan Bea Cukai Kloter 2 Perkuat Posko Rantau Bintang dengan Distribusi Logistik Malam Hari
Aksi Cepat Tanggap PTPN I Lanjutkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh
Kapal BC 60001 Tiba di Langsa Membawa 19 Ton Bantuan dan 51 Tenaga Medis serta Relawan

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:31 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:39 WIB

BAKORNAS LEPPAMI PB HMI Jalin Koordinasi dengan TNGL dan BKSDA Aceh, Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan dan Kehutanan di Aceh

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:04 WIB

Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr.Benny Bathara.,S.I.K.,M.I.K. Terima Penghargaan Dari Kapolda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 - 01:02 WIB

Kolaborasi Strategis FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara dan Dittipidter Mabes Polri, Siap Sikat Tambang Ilegal di Aceh

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:45 WIB

Warga Aceh Berpuasa di Kemah Bantuan

Senin, 16 Februari 2026 - 23:59 WIB

Fatan Sabilulhaq Terpilih sebagai Ketua Umum HAMAS Periode 2026–2028, Diharapkan Hidupkan Kembali Organisasi

Senin, 16 Februari 2026 - 23:13 WIB

Pemulihan Pasca Bencana Banjir Hidrometeorologi Aceh Dinilai Sangat Lambat

Senin, 16 Februari 2026 - 22:35 WIB

Mengemban amanah sebagai Sekretaris PDP PAN Aceh Barat, Arham Targetkan Kemenangan Pemilu 2029

Berita Terbaru