Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

50274 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH |  Komitmen Dinas Kesehatan Aceh dalam menjangkau seluruh penyintas banjir, termasuk di wilayah-wilayah terpencil, kembali terlihat nyata pada Jumat, 5 Januari 2026. Melalui Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu, layanan kesehatan tetap diberikan secara menyeluruh meski harus menembus medan berat. Akses ke Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, misalnya, hanya bisa ditempuh dengan bantuan tali sling menyusuri jalur darurat karena jalan utama ke kawasan tersebut putus total diterjang banjir bandang.

Bencana banjir yang melanda Kampung Burlah menyebabkan lebih dari separuh wilayah desa terdampak parah. Dari 94 kepala keluarga atau 326 jiwa, sebanyak 48 rumah dilaporkan hilang terseret arus banjir. Selain akses jalan, listrik dan jaringan komunikasi pun masih terputus hingga saat ini, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu lokasi paling terdampak dan terisolasi.

Di tengah keterbatasan tersebut, Tim EMT Terpadu (Tim 1) tetap hadir dan menjalankan misi layanan kesehatan terpadu yang dipusatkan di Pos Kesehatan Polindes Burlah. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan medis, pengobatan, penyuluhan kesehatan, trauma healing, serta kunjungan rumah (home care) bagi pasien dengan kondisi khusus yang tidak dapat datang ke pos pelayanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Tim 1 EMT yang bertugas di Aceh Tengah, Muhammad Jamil, SKM, M.Kes, menyatakan bahwa selain menangani kasus medis, tim juga menjalankan observasi lingkungan terhadap aspek pendukung kesehatan masyarakat. Fokus pengamatan meliputi sanitasi tempat tinggal, ketersediaan sarana MCK, hingga sumber air bersih yang sebagian besar bergantung pada tampungan air pegunungan.

“Trauma healing kami lakukan untuk anak-anak dan ibu-ibu pengungsi karena mereka mengalami tekanan psikologis berat akibat banjir bandang. Bersamaan, tim juga mengevaluasi lingkungan tempat tinggal untuk memastikan tidak muncul potensi penyakit menular berbasis lingkungan,” ujarnya dari lokasi penugasan.

Selama satu hari pelayanan, tim mencatat sebanyak 34 pasien rawat jalan. Sebagian besar pasien mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, nyeri otot, gangguan sendi dan tulang, serta keluhan saraf. Di luar layanan medis reguler, Tim EMT juga menjalankan dua kunjungan rumah bagi pasien dengan kondisi fisik dan psikologis berat.

Salah satu pasien yang menjadi perhatian adalah warga dengan diagnosa Hernia Nukleus Pulposus (HNP) dan memerlukan rujukan segera ke RSUD Datu Beru untuk penanganan lanjutan. Pasien lain yang dikunjungi mengalami Post-Trauma Syndrome akibat kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga, yang memerlukan pendekatan psikososial intensif.

“Kami memberikan pemeriksaan medis di rumah, pendampingan psikologis, serta edukasi kesehatan untuk keluarga pasien. Ini bagian dari langkah preventif agar kondisi tidak memburuk,” ujar Jamil.

Pendekatan holistik juga nampak dalam sesi trauma healing yang diberikan kepada 31 anak pengungsi. Sesi tersebut dilakukan melalui metode yang menyenangkan, seperti bermain, menyanyi, dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Anak-anak diajak mencuci tangan dengan sabun, mengenal dasar kebersihan diri, serta diberi ruang aman untuk mengekspresikan emosi.

Kehadiran tim ini sekaligus menjadi cerminan dari semangat pelayanan kesehatan yang menjangkau kelompok paling terdampak, tanpa terkendala medan dan keterbatasan. Bahkan, Tim EMT juga menyalurkan bantuan yang dititipkan oleh berbagai pihak. Di antaranya, kain sarung, sikat gigi, dan peralatan mandi dari alumni SMU 81 Jakarta angkatan 1998, serta bantuan berupa roti dan air mineral dari praktik Bidan Mandiri Ine Isna yang berada di Banda Aceh.

Adapun Tim EMT Terpadu Batch V yang dikerahkan Dinkes Aceh secara keseluruhan berjumlah 126 personel. Mereka tergabung dalam 21 tim yang disebar ke beberapa kabupaten terdampak banjir, termasuk Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Tiap tim terdiri dari beragam tenaga medis dan kesehatan, seperti dokter, perawat, bidan, apoteker, dan tenaga kesehatan lingkungan.

Selain memberikan pelayanan langsung, para personel juga bertugas menyiapkan transisi layanan kepada dinas kesehatan masing-masing kabupaten/kota, agar proses pemulihan layanan kesehatan tidak terputus seiring berlalunya masa tanggap darurat.

Langkah cepat dan responsif ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan dalam situasi bencana bukan hanya menyentuh aspek medis semata, tetapi juga pemulihan psikologis, edukasi masyarakat, dan penguatan sistem kesehatan lokal di wilayah terdampak. Sebuah bentuk kehadiran negara di saat masyarakat berada dalam kondisi paling rentan. (*)

Berita Terkait

Jumat Berkah, Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Bencana
Flower Aceh Kawal Proses Hukum Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Tengah
Mahasiswa UNIKI Dirikan Sekolah Darurat di Ketol, Aceh Tengah, untuk Anak Terdampak Bencana
Harapan Baru Bangkit dari Banjir, Ribuan Huntara Dibangun untuk Warga Aceh Tengah
UGP Takengon dan O2 Course Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris
Sambangi Rusip Antara, Relawan Masjid Nusantara Kembali Salurkan Bantuan
Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon
Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:40 WIB

Menjelang Meugang Ramadhan Wabup Raja Sayang Serahkan Bantuan Sosial Untuk Warga Korban Banjir Di Beutong Ateuh

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:44 WIB

Pemkab Nagan Raya Tentukan Harga Daging Meugang Rp.180.000- 200.000./Kg

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:09 WIB

Raja Sayang Wabup Buka Musrenbang Beutong Ateuh Tekankan Sinergi dan Kualitas Usulan

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:51 WIB

Ketum DPN PERMAHI Azhar Sidiq: Tegaskan Batas Kewenangan MKMK dalam Polemik Keppres Hakim MK

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:05 WIB

Bupati Nagan Raya TRK Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:00 WIB

TRK Bupati Nagan Raya Lantik 13 JPT Pratama. Ini Nama Namanya

Senin, 9 Februari 2026 - 10:22 WIB

BNN Bongkar Jaringan Narkoba Aceh–Medan, 3 Pelaku Ditangkap dengan 200 Kg Ganja

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:29 WIB

Agus Kliwir : Polri Harus di Bawah Presiden RI, Demi Netralitas dan Profesionalisme

Berita Terbaru

Muklis Ketua DPD PAN Bener Meriah

BENER MERIAH

Muklis Pimpin DPD PAN Kabupaten Bener Meriah

Minggu, 15 Feb 2026 - 23:31 WIB

BIREUEN

Dek Gam Tunjuk Wapres Persiraja Nahkodai PAN Bireuen

Minggu, 15 Feb 2026 - 21:55 WIB