Gayo Lues – Laga perdana grup A Liga 4 Indonesia diwarnai kekecewaan tuan rumah PSGL Gayo Lues setelah harus mengakui keunggulan tim tamu Al-Farlaky FC asal Aceh Timur dengan skor tipis 0-1. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Sabtu sore (15/11/2025), dihadiri oleh sekitar 2.500 penonton, termasuk Bupati Gayo Lues dan Bupati Aceh Timur, yang membuka secara resmi turnamen dengan pertunjukan Tari Saman sebagai simbol budaya daerah.
Gol semata wayang dalam pertandingan ini dicetak oleh Khalidin, pemain Al-Farlaky bernomor punggung 11, pada menit ke-69 babak kedua. Gol tersebut tercipta melalui serangan yang mengejutkan barisan belakang PSGL. Bola yang awalnya dianggap akan diamankan sepenuhnya oleh penjaga gawang PSGL, Chairul Rizal, ternyata berhasil dicuri oleh Khalidin yang kemudian tanpa kesulitan melesakkan bola ke gawang, membuat kubu tuan rumah terdiam.
Sepanjang babak pertama, PSGL terlihat mencoba menguasai jalannya pertandingan dengan pendekatan menyerang dari berbagai sektor lapangan. Beberapa pemain depan seperti Muhammad Iqbal, Deo Saputra, dan Pitian Husni aktif menekan barisan belakang Al-Farlaky. Namun, strategi agresif yang diterapkan belum menghasilkan peluang berbahaya yang cukup untuk mengubah kedudukan. Pemain Al-Farlaky yang mengadopsi permainan bertahan disiplin, mampu meredam serangan demi serangan yang dilancarkan anak-anak asuhan pelatih Zefrizal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Buruknya koordinasi antarlini dan lemahnya penyelesaian akhir menjadi catatan penting dalam performa PSGL. Kerja sama tim yang belum solid, serta minimnya semangat juang ketika menyerang, menjadi indikasi bahwa tim kebanggaan masyarakat Gayo Lues ini masih berada dalam tahap adaptasi sebagai tim yang baru terbentuk. Komposisi skuad yang sebagian besar berasal dari luar daerah juga disebut menjadi salah satu faktor kurangnya ikatan emosional dan fanatisme bermain di kandang sendiri.
Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut tak luput dari pelanggaran yang berujung pada keluarnya tiga kartu kuning dari kantong wasit. Dua untuk tim tamu masing-masing diberikan kepada Syahrul Akbar (nomor punggung 21) dan Herdiansyah (nomor punggung 6), serta satu kartu untuk pemain PSGL bernomor punggung 7, Hendri.
Kekalahan ini memunculkan berbagai tanggapan dari sejumlah suporter PSGL yang hadir langsung di stadion. Minimnya keterlibatan pemain lokal dalam pertandingan perdana menjadi salah satu hal yang paling banyak disorot. Para pendukung menginginkan agar pelatih memberikan ruang yang lebih besar kepada pemain hasil seleksi lokal, terutama mereka yang telah menunjukkan potensi saat ajang turnamen antar kampung (Tarkam) di Gayo Lues sebelumnya.
“Kalah menang dalam sepak bola itu wajar, tapi kalau pemain lokal hanya jadi cadangan, bagaimana mereka bisa berkembang? Ini Liga 4, mestinya jadi panggung pembinaan. Harusnya porsi pemain lokal bisa 70 persen dan sisanya dari luar,” ujar salah seorang supporter seusai pertandingan.
Mereka berharap kesempatan bermain dapat diberikan secara adil kepada talenta-talenta muda dari daerah sendiri, bukan semata-mata bertumpu pada pemain luar yang direkrut dengan kontrak. Menurut mereka, motivasi dan semangat juang oleh para pemain lokal dalam membela nama daerah jelas lebih tinggi karena adanya keterikatan emosional yang dalam.
Laga berikutnya akan menjadi ujian berat bagi PSGL, yang dijadwalkan akan menghadapi Juang FC Bireuen dan Pase FC Lhokseumawe, dua tim yang sudah dikenal memiliki kemampuan kompetitif di kasta bawah sepak bola nasional. Pembenahan secara menyeluruh menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Zefrizal, tidak hanya dari sisi taktik permainan, tetapi juga dari strategi membangun keterpaduan skuad dan meningkatkan mental bertanding.
Seluruh mata kini tertuju pada langkah PSGL Gayo Lues selanjutnya dalam persaingan ketat grup A Liga 4. Masyarakat dan para pecinta sepak bola di daerah ini berharap tim kebanggaan mereka dapat segera bangkit dan menunjukkan performa yang lebih solid serta membawa harum nama Gayo Lues di kancah sepak bola nasional. (BRO)







































