Presiden Apresiasi Pembangunan 600 Hunian Cepat untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:47 WIB

50372 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam merespons bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang. Dalam waktu delapan hari, Danantara berhasil menyelesaikan pembangunan 600 unit hunian yang diperuntukkan bagi warga terdampak.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Danantara yang telah melakukan pekerjaan dengan baik. Membangun 600 hunian dalam waktu singkat adalah suatu prestasi. Mereka telah membuktikan bahwa dalam delapan hari, 600 rumah bisa berdiri,” kata Presiden dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Presiden meminta agar langkah cepat ini diikuti dengan koordinasi lintas lembaga dan tingkat pemerintah. Danantara, selaku pelaksana pembangunan, diminta untuk terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta kepala daerah setempat dalam penentuan lokasi dan distribusi hunian, guna menghindari tumpang tindih proyek serta memastikan pendistribusian bantuan berjalan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Supaya tidak tumpang tindih, koordinasinya harus jelas. Siapa yang membangun, di titik mana, dan siapa yang mengurus lokasi terpencar, itu harus tertata. Koordinasi yang ketat penting, tanyakan ke pemerintah daerah, tanyakan ke gubernur, mana lokasi yang lebih prioritas,” ujar Presiden.

Prabowo menekankan pentingnya efisiensi dan akurasi dalam distribusi sumber daya. Menurutnya, seluruh upaya pemulihan pascabencana harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara tepat dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.

“Supaya resource kita benar-benar bermanfaat, tidak tumpang tindih, tidak mubazir. Segala upaya ini harus segera diarahkan untuk membantu rakyat kita,” ujarnya.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa proses pembangunan 600 unit hunian tersebut melibatkan sekitar 1.635 pekerja yang bekerja tanpa henti selama 24 jam. Pembangunan dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan konstruksi milik negara, termasuk Hutama Karya, Waskita Karya, dan Adhi Karya.

“Kita bekerja siang malam, tanpa henti. Tim lapangan terdiri dari ribuan pekerja yang dibagi dalam shift agar bisa mengejar penyelesaian dalam waktu singkat. Ini merupakan kolaborasi antara Danantara dan BUMN konstruksi,” kata Rosan.

Hunian yang dibangun oleh Danantara didesain untuk langsung dapat dihuni dan dilengkapi beragam fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari. Selain unit rumah seluas 22 meter persegi, kawasan tersebut juga dilengkapi tempat bermain anak, dapur umum, akses internet, serta 120 unit toilet umum, sehingga memungkinkan kehidupan warga berlangsung dengan layak.

Seluruh unit hunian dibangun di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang telah disiapkan khusus untuk penanganan korban bencana. Pemerintah menargetkan sebanyak 15 ribu unit hunian Danantara akan dibangun di wilayah Sumatra sebagai bagian dari penyediaan hunian permanen bagi warga terdampak bencana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ribu unit dialokasikan untuk warga di Aceh, sementara sisanya akan dibangun di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sebanyak 2.000 unit, serta Sumatra Barat sebanyak 500 unit.

Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan pascabencana melalui pendekatan kolaboratif antara sektor pemerintah pusat, daerah, dan BUMN. Presiden berharap pola serupa dapat diterapkan di lokasi-lokasi terdampak bencana lainnya untuk mempercepat pemulihan dan membangkitkan kembali kehidupan sosial ekonomi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Langsa Hadir Hingga Pelosok, Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak di Aceh Tamiang
Satpol PP Provinsi Riau Pulihkan Lingkungan SMKN 1 Karang Baru Aceh Tamiang, Sekolah Kembali Aktif Pasca Banjir
Dokter Perempuan dan Relawan Pria Digerebek Warga di Rumah Dinas Puskesmas Aceh Tamiang
Relawan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM Mengajar di Pengungsian Aceh
Pascabencana, ICU RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi
Akselerasi BOSP, Guru di Aceh Tamiang Apresiasi Menteri Pendidikan
Kolaborasi Bea Cukai Langsa dan Relawan Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya Salurkan Bantuan hingga Dusun Sulit Akses di Aceh Tamiang
Bea Cukai Langsa Bersama Tim Bea Cukai Peduli Kanwil DJBC Sumatera Utara Hadir Bantu Warga Aceh Tamiang

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:40 WIB

Menjelang Meugang Ramadhan Wabup Raja Sayang Serahkan Bantuan Sosial Untuk Warga Korban Banjir Di Beutong Ateuh

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:44 WIB

Pemkab Nagan Raya Tentukan Harga Daging Meugang Rp.180.000- 200.000./Kg

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:09 WIB

Raja Sayang Wabup Buka Musrenbang Beutong Ateuh Tekankan Sinergi dan Kualitas Usulan

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:51 WIB

Ketum DPN PERMAHI Azhar Sidiq: Tegaskan Batas Kewenangan MKMK dalam Polemik Keppres Hakim MK

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:05 WIB

Bupati Nagan Raya TRK Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:00 WIB

TRK Bupati Nagan Raya Lantik 13 JPT Pratama. Ini Nama Namanya

Senin, 9 Februari 2026 - 10:22 WIB

BNN Bongkar Jaringan Narkoba Aceh–Medan, 3 Pelaku Ditangkap dengan 200 Kg Ganja

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:29 WIB

Agus Kliwir : Polri Harus di Bawah Presiden RI, Demi Netralitas dan Profesionalisme

Berita Terbaru

Muklis Ketua DPD PAN Bener Meriah

BENER MERIAH

Muklis Pimpin DPD PAN Kabupaten Bener Meriah

Minggu, 15 Feb 2026 - 23:31 WIB

BIREUEN

Dek Gam Tunjuk Wapres Persiraja Nahkodai PAN Bireuen

Minggu, 15 Feb 2026 - 21:55 WIB