Presiden Apresiasi Pembangunan 600 Hunian Cepat untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:47 WIB

50310 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam merespons bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang. Dalam waktu delapan hari, Danantara berhasil menyelesaikan pembangunan 600 unit hunian yang diperuntukkan bagi warga terdampak.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Danantara yang telah melakukan pekerjaan dengan baik. Membangun 600 hunian dalam waktu singkat adalah suatu prestasi. Mereka telah membuktikan bahwa dalam delapan hari, 600 rumah bisa berdiri,” kata Presiden dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Presiden meminta agar langkah cepat ini diikuti dengan koordinasi lintas lembaga dan tingkat pemerintah. Danantara, selaku pelaksana pembangunan, diminta untuk terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta kepala daerah setempat dalam penentuan lokasi dan distribusi hunian, guna menghindari tumpang tindih proyek serta memastikan pendistribusian bantuan berjalan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Supaya tidak tumpang tindih, koordinasinya harus jelas. Siapa yang membangun, di titik mana, dan siapa yang mengurus lokasi terpencar, itu harus tertata. Koordinasi yang ketat penting, tanyakan ke pemerintah daerah, tanyakan ke gubernur, mana lokasi yang lebih prioritas,” ujar Presiden.

Prabowo menekankan pentingnya efisiensi dan akurasi dalam distribusi sumber daya. Menurutnya, seluruh upaya pemulihan pascabencana harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara tepat dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.

“Supaya resource kita benar-benar bermanfaat, tidak tumpang tindih, tidak mubazir. Segala upaya ini harus segera diarahkan untuk membantu rakyat kita,” ujarnya.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa proses pembangunan 600 unit hunian tersebut melibatkan sekitar 1.635 pekerja yang bekerja tanpa henti selama 24 jam. Pembangunan dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan konstruksi milik negara, termasuk Hutama Karya, Waskita Karya, dan Adhi Karya.

“Kita bekerja siang malam, tanpa henti. Tim lapangan terdiri dari ribuan pekerja yang dibagi dalam shift agar bisa mengejar penyelesaian dalam waktu singkat. Ini merupakan kolaborasi antara Danantara dan BUMN konstruksi,” kata Rosan.

Hunian yang dibangun oleh Danantara didesain untuk langsung dapat dihuni dan dilengkapi beragam fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari. Selain unit rumah seluas 22 meter persegi, kawasan tersebut juga dilengkapi tempat bermain anak, dapur umum, akses internet, serta 120 unit toilet umum, sehingga memungkinkan kehidupan warga berlangsung dengan layak.

Seluruh unit hunian dibangun di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang telah disiapkan khusus untuk penanganan korban bencana. Pemerintah menargetkan sebanyak 15 ribu unit hunian Danantara akan dibangun di wilayah Sumatra sebagai bagian dari penyediaan hunian permanen bagi warga terdampak bencana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ribu unit dialokasikan untuk warga di Aceh, sementara sisanya akan dibangun di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sebanyak 2.000 unit, serta Sumatra Barat sebanyak 500 unit.

Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan pascabencana melalui pendekatan kolaboratif antara sektor pemerintah pusat, daerah, dan BUMN. Presiden berharap pola serupa dapat diterapkan di lokasi-lokasi terdampak bencana lainnya untuk mempercepat pemulihan dan membangkitkan kembali kehidupan sosial ekonomi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Zona Anak Hadir Pascabencana di Aceh Tamiang, Wujud Kepedulian terhadap Pemulihan Psikososial Anak
Mendagri Minta Kepala Daerah di Aceh Percepat Pendataan Pascabencana
Presiden Prabowo: Pemerintah Terbuka terhadap Bantuan, Asalkan Sesuai Mekanisme Resmi
Satu Bulan Pascabencana, Pemerintah Mulai Wujudkan Langkah Konkret di Aceh dan Sumatra
Presiden Prabowo Minta Maaf Belum Kunjungi Seluruh Daerah Terdampak Banjir di Sumatra
Presiden Prabowo Tinjau Hunian Sementara untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Bea Cukai Peduli Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Banjir di Kampung Air Tenang, Aceh Tamiang
EDO DEWAN RAKYAT YANG JADI VIRAL JARANG TEREKAM KAMERA KETIKA ACEH DI LANDA BANJIR

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:13 WIB

Brimob Aceh, Hadir dalam Pengabdian, Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca Banjir Gayo Lues

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:16 WIB

Irmawan Realisasikan Aspirasi Rakyat, Dua Unit Bus Sekolah Diserahkan untuk Pelajar Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 16:52 WIB

Dukung Akses Pendidikan di Daerah Terpencil, Anggota DPR RI H.Irmawan Serahkan Bantuan Bus Sekolah dari Kemenhub untuk Pelajar Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 15:54 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Karya Bakti Bangun Bendungan Pengalihan Sungai di Desa Rigeb

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:58 WIB

Meninjau Jalan Rusak hingga Serahkan Perangkat Starlink, Sekda Aceh Kawal Langsung Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:52 WIB

Fokus Penanganan Korban Bencana Sumatera Ditekankan, Dugaan Sabotase Diminta Tak Ganggu Pemulihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:37 WIB

Upaya Normalisasi Sungai Dimulai di Gayo Lues Pascabencana Banjir Bandang

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:29 WIB

BNPB Siapkan Bantuan Rp3 Juta untuk Perabotan dan Rp5 Juta Biaya Hidup bagi Korban Banjir Gayo Lues

Berita Terbaru