Polri Bangun Ratusan Sumur Bor di Aceh Tamiang untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:51 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG |  Upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh terus dilakukan secara terstruktur. Polri menjadi salah satu institusi yang hadir paling awal di lokasi terdampak dan hingga kini tetap aktif mendampingi warga dalam fase pemulihan, khususnya melalui penyediaan sumber air bersih yang sempat terganggu akibat bencana.

Melalui pendekatan yang cepat dan menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat, Polri membangun dan mengaktifkan ratusan sumur bor di berbagai lokasi strategis. Akses terhadap air bersih dinilai sebagai kebutuhan utama guna mendukung pemulihan kondisi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga kelangsungan aktivitas harian.

Hingga Senin (5/1/2026) pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 177 titik sumur bor telah dibangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang. Sumur-sumur tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 66 desa, menjangkau berbagai fasilitas umum dan titik-titik pelayanan publik. Lokasi pembangunan tidak hanya difokuskan di pusat-pusat aktivitas warga seperti tempat ibadah dan sarana pendidikan, tetapi juga menyasar fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, area permukiman warga, hingga lokasi pengungsian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa dukungan terhadap aspek ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam agenda pemulihan pascabencana.

“Polri bergerak cepat memastikan masyarakat terdampak banjir dapat kembali mengakses air bersih. Pembangunan sumur bor difokuskan pada fasilitas publik dan wilayah pemukiman agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat secara luas,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, kelayakan air bersih sangat berkaitan erat dengan percepatan pemulihan pascabanjir. Dengan adanya akses air bersih, warga tidak hanya terbantu dari sisi kebutuhan dasar, namun juga terlindungi dari risiko penyakit berbasis lingkungan yang kerap meningkat pascabencana.

Data yang dihimpun hingga saat ini mencatat bahwa dari 177 titik sumur bor air bersih di Aceh Tamiang, terdapat 48 titik yang dibangun di tempat ibadah, 62 titik di sarana pendidikan, 18 titik di fasilitas kesehatan, serta 14 titik di kantor pemerintahan. Selain itu, sebanyak 31 titik berada langsung di lokasi permukiman warga, 2 titik di ruang publik, dan 2 titik di area pengungsian.

Sebagian besar sumur yang dibangun tergolong sumur dangkal dengan kedalaman antara 20 hingga 40 meter. Namun, terdapat pula tiga unit sumur dalam dengan kedalaman mencapai 100 meter, yang dibangun di wilayah-wilayah dengan kondisi geologi tertentu demi menjamin keberlanjutan pasokan air dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, Polri menargetkan pembangunan 400 titik sumur bor air bersih di seluruh Provinsi Aceh, dengan rincian 300 titik di Kabupaten Aceh Tamiang dan 89 titik lainnya tersebar di berbagai daerah. Hingga kini, sebanyak 208 titik telah selesai dibangun dan sebagian besar telah aktif digunakan oleh masyarakat.

Di luar Aceh Tamiang, Polri juga merealisasikan pembangunan sumur bor di sejumlah kabupaten dan kota lain di wilayah hukum Polda Aceh. Di antaranya 9 titik di Aceh Utara, 7 titik di Kota Langsa, 9 titik di Aceh Timur, serta titik-titik tambahan masing-masing satu hingga dua unit di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Singkil.

Polri memastikan bahwa pembangunan sumur bor di seluruh wilayah terdampak akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga seluruh target terpenuhi. Langkah ini menjadi bentuk konkret keterlibatan Polri dalam fase pemulihan pascabencana, sekaligus wujud kehadiran negara untuk menjamin hak dasar warga atas akses air bersih yang aman dan layak.

“Ini adalah komitmen kami, memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya sebagai bentuk respons jangka pendek, tapi juga untuk menopang keberlanjutan kehidupan warga ke depan,” kata Brigjen Trunoyudo.

Polri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas air bersih yang telah dibangun. Di tengah kondisi geografis dan hidrometeorologis yang rentan terhadap bencana, ketersediaan air bersih merupakan aset publik yang nilainya sangat vital. Terlebih dalam situasi pascabencana, air bersih menjadi dasar bagi pemulihan tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga sosial dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

BUAT BERITA GAYA KOMPAS Polri terus menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Sejak awal bencana hingga masa pemulihan saat ini, Polri memfokuskan langkah cepat pada pemenuhan kebutuhan paling mendasar warga, yakni ketersediaan air bersih yang sempat terganggu akibat banjir.

Melalui upaya terukur dan berkelanjutan, Polri membangun serta mengaktifkan ratusan sumur bor air bersih di berbagai titik strategis agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara layak, aman, dan sehat.

Hingga Senin, 5 Januari 2026 pukul 23.00 WIB, Polri telah membangun 177 titik sumur bor air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang yang tersebar di 12 kecamatan dan 66 desa. Seluruh sumur tersebut telah aktif dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Pembangunan dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, area publik, permukiman warga, hingga lokasi pengungsian.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam fase pemulihan pascabencana.

“Polri bergerak cepat memastikan masyarakat terdampak banjir dapat kembali mengakses air bersih. Pembangunan sumur bor ini difokuskan di fasilitas publik dan permukiman warga agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” ujar Brigjen Trunoyudo, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, ketersediaan air bersih sangat penting untuk mendukung pemulihan kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kesehatan lingkungan.

“Kami ingin memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat. Dengan akses air bersih yang memadai, masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh sumur bor yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan nyata pascabencana.

“Ini adalah komitmen Polri agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan langsung oleh warga terdampak,” tegasnya.

Secara keseluruhan, di Provinsi Aceh Polri menargetkan pembangunan 400 titik sumur bor air bersih, dengan rincian 300 titik di Kabupaten Aceh Tamiang dan 89 titik di kabupaten/kota lainnya. Hingga saat ini, total 208 titik sumur bor telah terealisasi di wilayah hukum Polda Aceh, dengan sebagian besar sudah aktif dan dimanfaatkan masyarakat.

Rincian pembangunan di Kabupaten Aceh Tamiang mencakup 48 titik di tempat ibadah, 62 titik di sarana pendidikan, 18 titik di fasilitas kesehatan, 14 titik di kantor pemerintahan, 31 titik di permukiman warga, 2 titik di area publik, serta 2 titik di lokasi pengungsian. Dari total tersebut, terdapat 3 sumur dalam dengan kedalaman 60 hingga 100 meter dan 160 sumur dangkal dengan kedalaman 20 hingga 40 meter.

Selain Aceh Tamiang, Polri juga membangun sumur bor di sejumlah wilayah lain, antara lain 9 titik di Aceh Utara, 7 titik di Kota Langsa, 9 titik di Aceh Timur, serta masing-masing 1 hingga 2 titik di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Singkil.

Polri memastikan pembangunan sumur bor air bersih di Aceh akan terus dilanjutkan hingga seluruh target terpenuhi. Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana banjir bandang, khususnya di Kabupa

Berita Terkait

Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Zona Anak Hadir Pascabencana di Aceh Tamiang, Wujud Kepedulian terhadap Pemulihan Psikososial Anak
Presiden Apresiasi Pembangunan 600 Hunian Cepat untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Mendagri Minta Kepala Daerah di Aceh Percepat Pendataan Pascabencana
Presiden Prabowo: Pemerintah Terbuka terhadap Bantuan, Asalkan Sesuai Mekanisme Resmi
Satu Bulan Pascabencana, Pemerintah Mulai Wujudkan Langkah Konkret di Aceh dan Sumatra
Presiden Prabowo Minta Maaf Belum Kunjungi Seluruh Daerah Terdampak Banjir di Sumatra
Presiden Prabowo Tinjau Hunian Sementara untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:58 WIB

Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:24 WIB

Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16 WIB

Gotong Royong Polri, Brimob, dan Relawan, Jembatan Darurat Sungai Kala Ili Akhirnya Bisa Dilalui Warga

Senin, 5 Januari 2026 - 00:41 WIB

Kementerian PU Tangani Cepat Pascabanjir di Jembatan Lumut Ruas Takengon–Isé-Isé, Dukung Pemulihan Konektivitas Aceh Tengah

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:59 WIB

PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjr Dan Longsor

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:18 WIB

Membaca” Curah Hujan, Banjir dan Longsor

Selasa, 30 Desember 2025 - 02:04 WIB

Aksi Nyata : Puluhan Personil Brimob Aceh Sigap Bantu Mobilitas Warga Kampung Beurawang Aceh Tengah

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Menkeu RI Kunjungi Kanwil DJBC Aceh

Selasa, 13 Jan 2026 - 09:22 WIB

ACEH TAMIANG

Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

Selasa, 13 Jan 2026 - 09:21 WIB

ARTIKEL

Hancurnya Generasi Jauh Dari Islam

Selasa, 13 Jan 2026 - 08:46 WIB