slot preparation.lsrs.lu

Pemkab Gayo Lues Buka Program Pengembangan Kopi, Kelompok Tani Diminta Segera Daftar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 16:16 WIB

501,206 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian Minta Masyarakat Segera Ajukan Proposal, Lahan Kurang dari Satu Hektar Tetap Bisa Mendapat Program

GAYO LUES — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengajak masyarakat untuk segera membentuk dan mendaftarkan kelompok tani di desa masing-masing dalam rangka mengikuti program pengembangan kopi yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah daerah. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pendapatan masyarakat secara umum.

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Ir. Abdul Hakim, M.P, dalam keterangannya pada Rabu (05/11/2025), mengatakan bahwa kelompok-kelompok tani yang telah terbentuk diwajibkan mengajukan proposal resmi ke kantor Dinas Pertanian untuk diverifikasi lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah proposal diajukan, kita verifikasi lahannya, lalu disusun daftar calon petani dan calon lokasi (CPCL). Masyarakat yang memiliki lahan di bawah satu hektar pun tetap dapat mendaftar. Kami akan menggunakan aplikasi geospasial untuk proses pemetaan dan pemantauan lahan tersebut,” ujar Abdul Hakim.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan waktu di tahun 2025 membuat pelaksanaan program kemungkinan masih dalam tahap perencanaan kerja sama atau perjanjian dengan pihak penyedia barang dan jasa terkait pengadaan kebutuhan pengembangan kopi.

Namun demikian, Abdul Hakim menegaskan, program ini tetap menjunjung tinggi aspek legalitas dan konservasi lingkungan. Lokasi pengembangan kopi tidak akan mencakup wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) maupun kawasan hutan lindung.

“Perlu diketahui bahwa sekitar 70 persen wilayah Gayo Lues masuk ke dalam kawasan TNGL dan hutan lindung. Hanya sekitar 30 persen saja yang tersedia untuk digarap. Karena itu, kita harus hati-hati dan memastikan program ini tidak melanggar aturan konservasi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada lokasi prioritas yang ditetapkan dalam pelaksanaan program ini. Seluruh masyarakat di 11 kecamatan di Gayo Lues memiliki peluang yang sama, selama lahan yang diusulkan memenuhi syarat teknis seperti ketinggian dan kemiringan yang sesuai untuk budidaya kopi.

Abdul Hakim juga memberi penekanan mengenai fleksibilitas dalam hal lokasi lahan dan domisili para petani. Masyarakat yang memiliki kebun di luar desa domisili tetap diperbolehkan mengikuti program ini dengan catatan memiliki surat pernyataan dan mendapat pengesahan dari kepala desa serta camat setempat.

“Misalnya seorang warga Blangkejeren memiliki kebun kopi di Pantan Cuaca, itu tetap sah. Yang penting, data jelas dan lokasinya diketahui pemangku wilayah,” ujarnya.

Dinas Pertanian juga memastikan bahwa tidak akan ada intervensi dari pihak pemerintah dalam urusan pemasaran hasil panen kopi para petani penerima program. Pemerintah daerah memberikan kebebasan penuh kepada masyarakat untuk menjual hasil panennya ke pasar manapun, baik secara mandiri, melalui koperasi, maupun skema ekspor langsung.

“Kami tidak akan mendominasi atau mengarahkan hasil panen harus dijual ke pihak tertentu. Petani bebas sesuai kehendaknya dan ikuti harga pasar. Tujuan utama program ini adalah mendorong peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat,” kata Abdul Hakim.

Program ini diharapkan mampu mendorong Gayo Lues sebagai sentra penghasil kopi Arabika berkualitas, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian. Selain itu, keberhasilan program juga diyakini mampu memperkuat posisi ekonomi masyarakat di daerah pedalaman Aceh ini.

Ajakan Dinas Pertanian untuk segera membentuk kelompok tani dan mengajukan proposal disambut optimis oleh masyarakat, terutama di wilayah dataran tinggi yang cocok untuk budidaya kopi. Kepala desa dan aparat kecamatan diharapkan dapat berperan aktif dalam membantu proses identifikasi petani dan pengelolaan administrasi kelompok tani agar program berjalan sesuai harapan.

Dengan iklim dan topografi yang mendukung, serta warisan tradisi menanam kopi yang telah lama melekat di masyarakat Gayo Lues, program pengembangan kopi ini diyakini menjadi langkah strategis yang tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan ekonomi masyarakat hingga ke akar rumput. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB