Jakarta, 14 Januari 2026 — Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menetapkan nilai kurs mata uang asing sebagai dasar pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan untuk periode 14-20 Januari 2026. Ketentuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 2/MK/EF.2/2026, yang ditandatangani oleh Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi, Noor Faisal Achmad, atas nama Menteri Keuangan.
1. Dolar Amerika Serikat (USD): 16.786,00
2. Dolar Australia (AUD): 11.266,43
3. Dolar Kanada (CAD): 12.124,23
4. Krone Denmark (DKK): 2.623,01
5. Dolar Hong Kong (HKD): 2.154,94
6. Ringgit Malaysia (MYR): 4.132,00
7. Dolar Selandia Baru (NZD): 9.678,81
8. Krone Norwegia (NOK): 1.666,91
9. Poundsterling Inggris (GBP): 22.608,73
10. Dolar Singapura (SGD): 13.078,10
11. Krona Swedia (SEK): 1.824,59
12. Franc Swiss (CHF): 21.060,95
13. Yen Jepang (JPY): 10.697,85
14. Kyat Myanmar (MMK): 7,98
15. Rupee India (INR): 186,29
16. Dinar Kuwait (KWD): 54.591,46
17. Rupee Pakistan (PKR): 59,93
18. Peso Filipina (PHP): 283,44
19. Riyal Arab Saudi (SAR): 4.475,98
20. Rupee Sri Lanka (LKR): 54,27
21. Baht Thailand (THB): 535,50
22. Dolar Brunei Darussalam (BND): 13.071,77
23. Euro (EUR): 19.600,34
24. Yuan Tiongkok (CNY): 2.403,79
25. Won Korea Selatan (KRW): 11,57
Bila mata uang asing tidak tercantum dalam daftar, maka kurs yang digunakan adalah kurs spot harian terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan hari kerja sebelumnya, kemudian dikalikan kurs rupiah terhadap dolar AS sesuai ketetapan keputusan ini. Keputusan berlaku selama 14-20 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT





































