GAYO LUES | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gayo Lues turut mengambil peran dalam upaya pemulihan pascabencana di wilayahnya. Melalui kepedulian sosial yang diwujudkan dalam kegiatan penyaluran bantuan, DWP Gayo Lues menyalurkan total 262 paket bantuan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.
Penyaluran bantuan dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026, di daerah Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, dan berlanjut ke daerah Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Ketua DWP Kabupaten Gayo Lues, Ny. Dwi Mustika Nevirizal, yang hadir bersama para pengurus DWP lainnya untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga.
Dalam keterangan yang disampaikan di lapangan, Ny. Dwi Mustika menyebut kegiatan ini sebagai bentuk empati dan dukungan nyata dari DWP terhadap masyarakat yang masih dalam proses bangkit dari dampak bencana. Ia menegaskan bahwa langkah kecil seperti ini diharapkan mampu memberi semangat dan membantu meringankan beban warga yang masih menghadapi pemulihan kondisi hidup sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian kami. Semoga bisa sedikit meringankan beban warga dan menjadi penyemangat untuk terus bertahan dan bangkit,” ujarnya.
Adapun paket bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok seperti beras dan mie instan, disertai dengan obat-obatan untuk pertolongan pertama serta uang tunai. Dari total 262 paket yang disediakan, sebanyak 76 paket disalurkan kepada warga di Tetumpun, sementara 186 paket lainnya diterima oleh warga di Remukut.
Kehadiran perwakilan DWP langsung di titik penyaluran turut memberi arti tersendiri bagi masyarakat penerima bantuan. Dalam suasana penuh kehangatan, warga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan, terlebih di tengah kondisi infrastruktur dan akses yang masih dalam tahap pemulihan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan DWP Kabupaten Gayo Lues terhadap langkah-langkah pemerintah daerah dalam menyukseskan fase pemulihan pascabencana. Di tengah beragam tantangan yang masih dihadapi, sinergi antara unsur pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal menjadi kunci dalam menciptakan pemulihan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sendiri tengah mendorong percepatan pembangunan hunian sementara, pembenahan infrastruktur dasar, dan pemulihan ekonomi warga. Kehadiran gerakan sosial seperti yang dilakukan oleh DWP menambah energi positif dalam proses kolektif tersebut.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, diharapkan masyarakat Gayo Lues dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman serta akses yang lebih layak. Bantuan yang diberikan mungkin bersifat sementara, namun menjadi bagian dari langkah panjang dalam membangun kembali harapan masyarakat pascabencana. (Abdiansyah)







































