BARMAS: Bupati Aceh Selatan Minim Literasi, Jangan Beri Angan-Angan Manis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 02:00 WIB

50261 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan — Ketua Barisan Muda Aceh Selatan (Barmas), Muhammad Arhas, melontarkan bantahan keras terhadap pernyataan Bupati H. Mirwan MS yang menyebut dirinya tidak menggunakan “jurus fatality” dalam menggerakkan roda pemerintahan. Dalam keterangan sebelumnya, Mirwan mengatakan mutasi tetap ada, tetapi membutuhkan waktu dan pertimbangan matang. Ia juga berharap seluruh ASN dan pejabat bekerja sesuai tupoksi, melayani masyarakat dengan baik, sembari membangun koneksi untuk mengupayakan dana pusat.

Menurut Arhas, pernyataan itu justru memperlihatkan lemahnya literasi seorang kepala daerah dalam memilih bahasa publik. “Fatality, secara bahasa berarti akibat yang fatal, berujung pada kematian atau konsekuensi akhir. Dalam istilah populer, seperti dalam permainan Mortal Kombat, fatality adalah jurus pamungkas yang menghabisi lawan secara total. Jika istilah ini dibawa ke ranah birokrasi, mestinya dipahami sebagai tindakan pamungkas, tegas, dan final untuk membersihkan praktik KKN,” tegas Arhas.

Arhas menilai, Bupati Mirwan seharusnya tidak menolak penggunaan istilah tersebut, melainkan mengartikannya dalam kerangka reformasi birokrasi. “Kalau memang ingin bicara jurus fatality, gunakanlah untuk menyingkirkan praktik korupsi, kolusi, nepotisme, pungutan liar, dan isu jual beli jabatan dalam mutasi. Gantikan semua itu dengan sistem meritokrasi, agar pejabat yang dihasilkan benar-benar berintegritas, profesional, dan berkualitas,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik Barmas juga diarahkan pada pernyataan Mirwan yang berharap ASN bekerja sesuai tupoksi demi melayani masyarakat. Arhas menyebut, kondisi riil birokrasi Aceh Selatan saat ini justru dalam keadaan lesu dan tidak produktif. “Bagaimana mungkin mewujudkan Aceh Selatan maju dan produktif jika mesin birokrasi sendiri mandek? Mutasi yang berlarut tanpa kepastian hanya memperpanjang kelumpuhan birokrasi,” katanya.

Lebih lanjut, Arhas menyoroti klaim Bupati yang tengah membangun koneksi ke pusat untuk mengupayakan dana tambahan berupa dana jemputan. Menurutnya, kondisi Aceh Selatan justru menghadapi masalah serius dalam realisasi anggaran. “Yang perlu dikhawatirkan bukan dana pusat tidak turun, tetapi dana yang ada justru terancam dipangkas atau terkena finalti karena serapan anggaran yang minim. Ini ibarat menunggu hujan turun tapi air di tempayan sudah ditumpahkan,” sindir Arhas.

Barmas menilai masyarakat sudah lelah diberi angan-angan manis berupa janji anggaran jemputan dari pusat. “Hari ini masyarakat bisa membandingkan dengan daerah tetangga. Pemko Subulussalam sudah membuka seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka, Pemkab Abdya sudah melakukan mutasi. Aceh Selatan masih berkutat dengan retorika tanpa arah. Publik bisa menilai siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang sekadar berpidato dan beretorika manis,” ujar Arhas.

Menurutnya, jika Bupati ingin benar-benar serius memimpin, ia harus berhenti menutupi kelemahan dengan diksi-diksi yang salah kaprah. “Sudah cukup memberi angan-angan. Yang ditunggu rakyat adalah langkah konkret dengan membersihkan birokrasi dari KKN, mempercepat realisasi anggaran, dan membangun tata kelola berbasis meritokrasi. Tanpa itu, jargon ‘Aceh Selatan Maju dan Produktif’ hanya akan menjadi kalimat kosong,” tutup Arhas. (rel)

Berita Terkait

Fatan Sabilulhaq: Ketua IMPS Ajak Warga Bersikap Bijak dan Harmonis dalam Dinamika Pemerintahan Aceh Selatan
Gusmawi: Eksekusi Program Baitul Mal Harus Aman Secara Regulasi dan Hukum
Salim Syuhada Kecam Oknum yang Mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Didalam Kontestasi FPMPA
Narasi Negatif Masif di Aceh Selatan; Naufal SA: Mari Jaga Stabilitas Secara Bersama!
Jangan Hanya Jadi Dagelan, Pansus Pertambangan DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Data Rekomendasi IUP ke Publik
Desain Baru Pendopo Bupati Aceh Selatan Disorot, Dinilai Kehilangan Marwah dan Lebih Mirip Puskesmas
Masih Bergerak di Balik Status Nonaktif, Pengamat Nilai Bupati Aceh Selatan Langgar Etika dan Tantang SK Mendagri
Marwah Kejati Aceh Dipertaruhkan, Pemerhati Hukum: Indikasi Pungli di Aceh Selatan Harus Diusut Tuntas ke Akarnya

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:37 WIB

Tradisi “Koro Jamu” di Gayo: Lelaki Diangkap yang Terbatas Jadi Pemimpin Adat

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:34 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tokoh Masyarakat Gayo Lues Dukung Penuh Polri di Bawah Komando Langsung Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:44 WIB

Pengukuhan Jabatan Wadanyon Para Pasi Serta Danki dan Jajaran Batalyon D Pelopor Brimob Aceh

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:02 WIB

Warga Pasir Putih Masih Terisolasi Pascabencana, Kepala Desa Minta Perhatian Pemerintah Pusat

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:32 WIB

Bupati Gayo Lues Lepas Keberangkatan Umroh Juara MTQ, Harap Prestasi Jadi Inspirasi

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:29 WIB

Dharma Wanita Persatuan Gayo Lues Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:26 WIB

Status Bencana Gayo Lues Turun ke Transisi Pemulihan, Pemerintah Daerah Fokus pada Huntara dan Perbaikan Infrastruktur

Berita Terbaru

Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara  jln  A Yani Kutacane.

ACEH TENGGARA

Oknum Kadinkes Agara Bungkam Kepada Media Terkesan Tertutup.

Selasa, 3 Feb 2026 - 04:26 WIB