Akademisi Propagandis; Tonicko Anggara: Mungkin Itulah Urgentsi Dari Penempatan Adab di Atas Ilmu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:36 WIB

50176 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN | Ramai kritikan bermunculan termasuk dari Para Anggota dan Pimpinan DPRK Aceh Selatan akibat pernyataan seorang Akademisi, Dr. Nasrul Zaman, ST., M.Kes pada salah satu podcast yang mengatakan Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan sebagain “Kacung”.

Tak hanya dari kalangan internal DPRK Aceh Selatan saja. Kritikan juga muncul dari Aktivis Mahasiswa asal Aceh Selatan, Tonicko Anggara. Ia menyebutkan bahwasannya argumentasi Nasrul Zaman yang mengatakan bahwa DPRK Aceh Selatan sebagai “Kacung” itu terlalu tendensius dan propagandis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wah, kacau akademisi yang satu ini. Argumentasi beliau pada podcast tersebut terlalu tendensius dan propagandis saat menarasikan Lembaga Negara yang dalam hal ini adalah DPRK Aceh Selatan dan menyebutnya sebagai “Kacung”. Jelas Tonicko Anggara.

Aktivis mahasiswa tersebut juga mempertanyakan esensi dari ke-akademisian Nasrul Zaman dengan mengatakan bagaimana mungkin dalam benak seorang akademisi ada narasi tendensius dan propagandis.

“Tentunya tendensius dan propagandis bukanlah produk akademik. Bagaimana mungkin seseorang yang bergelar Doktor dalam benaknya terdapat produk-produk non akademis? Secara esensi akademis tentunya perlu dipertanyakan terkait status beliau sebagai akademisi maupun pengamat.” Tegasnya.

Tonicko melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan bahwasannya seharusnya akademisi hadir membawa solusi cerdas bukan malah memperkeruh suasana di Aceh Selatan yang sempat menjadi tranding topik nasional. Menurut Tonicko, itu dapat memperkeruh suasana dan merugikan Aceh Selatan di tengah kondisi yang mulai berangsur baik.

“Seharusnya orang berilmu itu hadir membawa solusi cerdas dan menyejukkan di tengah kondisi Aceh Selatan saat ini bukan malah sebaliknya. Tentunya hal seperti itunya bukan hanya menghilangkan warwah Lembaga negara dan Marwah orang-orang yang menjadi wakil rakyat namun juga akan seamakin memperkeruh suasana dan merugikan Aceh Selatan. Saat ilmu tak memberikan kebermanfaatan yang kemudian menciptakan kekisruhan di tengah kondisi yang sedang berangsur baik di Aceh Selatan, mungkin itulah alasan penempatan mengapa adab lebih tinggi daripada ilmu.”

Di akhir pernyataannya Tonicko meminta DPRK menyurati media podcast tersebut untuk meminta tayangan itu di take down agar tak menjadi sumber pemantik yang dapat menciptakan kekisruhan dan kerusuahan di daerah Aceh Selatan.

“Kami meminta DPRK Aceh Selatan menyurati media podcast tersebut untuk di take down saja videonya agar tak menjadi sumber pemantik yang dapat menciptakan kekisruhan dan kerusuhan di Aceh Selatan. Alasannya tentu untuk menjaga kestabilan kita di Aceh Selatan.” Tutup Tonicko Anggara. (rel)

Berita Terkait

Marwah Kejati Aceh Dipertaruhkan, Pemerhati Hukum: Indikasi Pungli di Aceh Selatan Harus Diusut Tuntas ke Akarnya
KUA Kecamatan Kluet Utara Menyalurkan Bantuan Korban Kebakaran Gampong Simpang Lhee
Banjir Trumon Diduga Akbibat Ilegal Logging, BarMAS Minta DLHK Aceh Evaluasi Kinerja KPH IX Dan Polisi Kehutanan
Kecamatan Bakongan Bersama Komunitas Peduli Wareh Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang
Novellidya Menang, Keuchik Gampong Kota Fajar Siap Optimalkan Pelayanan Masyarakat
Ibu Anum memberikan bantuan ke Trumon
Gas Menghilang, Pemerintah Menghilang: Sekretaris Umum HMI FISIP USK Gugat Kegagalan Pemkab Aceh Selatan
Elemen Muda Aceh Selatan Apresiasi Sikap H.Mirwan Terkait Keputusan Mendagri

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:14 WIB

Perkuat Pengendalian Banjir dan Irigasi, Aceh Besar Dorong Sinergi dengan BWS Sumatera I

Selasa, 6 Januari 2026 - 04:35 WIB

Pembelajaran di Aceh Mulai Pulih Pascabencana, Sekolah Beroperasi dengan Sarana Seadanya

Senin, 5 Januari 2026 - 01:32 WIB

Pemulihan Pascabanjir Terus Berjalan di Aceh, 28 Alat Berat Dikerahkan untuk Penanganan Sumber Daya Air

Senin, 5 Januari 2026 - 01:20 WIB

Pemerintah Tegaskan Dana Siap Pakai Tersedia untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra

Senin, 5 Januari 2026 - 01:15 WIB

Pemulihan Jalan Nasional di Aceh Capai Target, Pemerintah Dorong Percepatan Sektor Energi dan Komunikasi

Senin, 5 Januari 2026 - 00:08 WIB

Pemerintah Aceh Susun Dokumen R3P Pascabencana, Ditarget Rampung Januari 2026

Senin, 5 Januari 2026 - 00:02 WIB

Pemerintah Aceh Kerahkan Relawan ASN Tahap Dua, Fokus Pemulihan Sekolah di Aceh Tamiang

Minggu, 4 Januari 2026 - 02:32 WIB

Ketua IWOI Aceh Rombak Total Kepengurusan di Awal Tahun 2026

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Kapolsek Kuala Amankan Tiga Orang Pelaku Pencurian: Ini Kronologisnya

Rabu, 7 Jan 2026 - 01:17 WIB