HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Karhutla Besar Landa Sumatera dan Kalimantan, Kabut Asap Tebal Selimuti Malaysia dan Singapura

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:33 WIB

5099 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menyebabkan kabut asap tebal meluas hingga ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran lahan gambut dan hutan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan telah menghasilkan kepulan asap masif yang menggelapkan langit di berbagai kota. Api yang diperparah kondisi cuaca kering berkepanjangan bahkan memunculkan fenomena fire tornado di tengah lahan yang terbakar.

Petugas pemadam kebakaran dengan seragam merah terlihat berjibaku siang dan malam memadamkan kobaran api di area padang rumput dan hutan. Upaya pemadaman dari udara juga terus dilakukan dengan mengerahkan helikopter water bombing untuk menjatuhkan air di titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak kabut asap lintas batas semakin nyata. Di Kuala Lumpur, Malaysia, gedung ikonik seperti Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118 tampak samar tertutup kabut abu-abu tebal. Warga di jalanan dan jembatan terlihat mengenakan masker untuk melindungi diri dari paparan polutan. Kondisi serupa terjadi di Singapura, di mana kualitas udara dilaporkan memburuk dengan konsentrasi PM2.5 yang mencapai level tidak sehat.

Di tengah krisis tersebut, pemerintah Indonesia menggelar rapat krisis di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 15 Oktober 2026, untuk membahas penanganan karhutla yang semakin meluas. Pemerintah juga disebut telah meminta bantuan internasional untuk mempercepat upaya pemadaman.

Di sisi lain, Singapura menawarkan bantuan kepada Indonesia sekaligus mengumumkan akan melakukan investigasi terkait dugaan keterlibatan korporasi dalam kebakaran lahan dengan menggunakan instrumen Transboundary Haze Pollution Act.

Kebakaran yang terjadi saat ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dan diperburuk oleh musim kering yang berkepanjangan, sehingga upaya pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat untuk mengendalikan titik api yang terus bermunculan. (*)

Berita Terkait

Malaysia Desak ASEAN Tekan Indonesia Soal Kabut Asap, Kedaulatan Dipertaruhkan
Singapura Ancam Seret Perusahaan Pemicu Karhutla Indonesia ke Jalur Hukum, Kedaulatan Dipertaruhkan
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis RI-Mesir di Istana Merdeka
Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Picu Krisis Iklim dan Bencana Ekologis Global
Kopi Arabika Gayo Masuk Daftar 7 Biji Kopi Terbaik Dunia, Disebut Punya Rasa “Bersih” dan Keasaman Rendah
Indonesia Buka Pintu Bantuan Asing untuk Karhutla, Sinyal Ketidakmampuan Domestik?
Presiden Prabowo dan Wakil PM Malaysia Perkuat Kerja Sama Penanganan Karhutla
Lawatan ke India, Presiden Prabowo Dinanti Tantangan Konkret Penguatan Hubungan Bilateral

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru