HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Malaysia Desak ASEAN Tekan Indonesia Soal Kabut Asap, Kedaulatan Dipertaruhkan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

5098 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA LUMPUR – Kabut asap lintas batas yang melanda kawasan Asia Tenggara kembali memicu ketegangan diplomatik. Malaysia mendesak ASEAN untuk memberikan tekanan diplomatik dan finansial kepada Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan perkebunan yang menjadi sumber kabut asap.

Desakan tersebut disampaikan oleh Anggota Parlemen Malaysia, Syed Saddiq, dalam sidang Dewan Rakyat. Pernyataan itu terekam dalam sebuah klip video yang kini beredar luas di media sosial melalui akun Facebook bernama Estoria Id.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam video tersebut Syed Saddiq yang mengenakan setelan jas hitam dengan dasi bermotif pink tampak berbicara dengan nada mendesak di hadapan parlemen Malaysia. Di belakangnya terlihat panel kayu berukir khas gedung Dewan Rakyat. Dengan gestur yang tegas, ia menyoroti meluasnya kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah Malaysia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

On-screen text dalam video itu dengan jelas menuliskan “Malaysia Desak ASEAN Beri Tekanan Diplomatik dan Finansial ke Indonesia”. Anggota parlemen tersebut berargumen bahwa ASEAN harus mengambil tindakan regional yang lebih kuat terhadap Indonesia terkait kebakaran hutan perkebunan yang menjadi penyebab kabut.

Video yang beredar pada Rabu, 15 Oktober 2026 itu sontak memicu reaksi keras. Desakan Malaysia untuk memberikan tekanan finansial dan diplomatik kepada Indonesia adalah sebuah manuver yang berlebihan dan melampaui batas etika bertetangga.

Jika Malaysia serius menjadi bagian dari ASEAN, seharusnya yang dikedepankan adalah mekanisme kerja sama dan gotong royong, bukan ancaman sanksi. Menekan Indonesia secara finansial di saat Indonesia sendiri sedang berjibaku memadamkan api di tengah cuaca kering ekstrem dan keterbatasan sumber daya adalah tindakan yang tidak solutif dan justru memperkeruh hubungan bilateral.

Indonesia bukanlah negara yang sengaja membakar hutan untuk mengirim asap ke Malaysia. Karhutla adalah persoalan kompleks yang melibatkan faktor iklim, tata kelola lahan, dan ulah korporasi nakal. Menjadikan Indonesia sebagai kambing hitam tunggal dengan mendesak ASEAN menghukum Indonesia secara finansial adalah cara berpikir yang sempit dan provokatif.

ASEAN seharusnya menjadi forum untuk saling membantu, bukan alat untuk menekan salah satu anggotanya atas desakan satu negara. Sudah saatnya Indonesia bersikap tegas menolak segala bentuk intervensi yang mengatasnamakan kabut asap namun sejatinya menginjak-injak kedaulatan.

Berita Terkait

Karhutla Besar Landa Sumatera dan Kalimantan, Kabut Asap Tebal Selimuti Malaysia dan Singapura
Singapura Ancam Seret Perusahaan Pemicu Karhutla Indonesia ke Jalur Hukum, Kedaulatan Dipertaruhkan
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis RI-Mesir di Istana Merdeka
Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Picu Krisis Iklim dan Bencana Ekologis Global
Kopi Arabika Gayo Masuk Daftar 7 Biji Kopi Terbaik Dunia, Disebut Punya Rasa “Bersih” dan Keasaman Rendah
Indonesia Buka Pintu Bantuan Asing untuk Karhutla, Sinyal Ketidakmampuan Domestik?
Presiden Prabowo dan Wakil PM Malaysia Perkuat Kerja Sama Penanganan Karhutla
Lawatan ke India, Presiden Prabowo Dinanti Tantangan Konkret Penguatan Hubungan Bilateral

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru