HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Kopi Arabika Gayo Masuk Daftar 7 Biji Kopi Terbaik Dunia, Disebut Punya Rasa “Bersih” dan Keasaman Rendah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026 - 06:37 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS |  Kopi Arabika Gayo dari Aceh kini mendapat sorotan internasional setelah masuk dalam daftar “Best Coffee Beans Types in the World” oleh TasteAtlas, berdasarkan data per 16 September 2026. Dalam peringkat tersebut, kopi yang dibudidayakan di dataran tinggi Gayo tercatat sebagai salah satu dari tujuh jenis biji kopi terbaik di dunia, dengan karakter rasa yang dinilai menonjol dibanding banyak kompetitor lain.

Kopi Gayo dikenal berasal dari kawasan dataran tinggi di Provinsi Aceh, meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Di wilayah inilah tanaman Arabika dibudidayakan pada kondisi yang mendukung pembentukan profil rasa khas—antara lain kekentalan sedang hingga penuh serta keasaman rendah. TasteAtlas menyebut aroma kopi ini kerap menghadirkan nuansa herbal, tanah, hingga sentuhan pedas, yang menurut penilaian audiensnya menjadi salah satu alasan kopi Gayo mudah diingat.

Penilaian TasteAtlas, berdasarkan mekanisme yang memadukan beragam sumber, tidak hanya bertumpu pada satu ulasan. Daftar peringkat disusun dari ulasan yang tersedia, catatan penghargaan, rekomendasi lokal, liputan media dan blog, hingga ulasan konsumen. Dengan kata lain, kopi yang masuk daftar dinilai melalui gabungan informasi popularitas, reputasi, serta tanggapan langsung dari penikmat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masuknya Kopi Arabika Gayo dalam daftar tersebut juga berkaitan dengan pengakuan formal yang telah diterima kopi dari Aceh. Kopi Gayo disebut telah dianugerahi status Indikasi Geografis (IG) oleh pemerintah Indonesia, yang menjadi salah satu penegas bahwa karakter kualitas kopi tersebut terkait dengan asal wilayahnya. Status IG biasanya merujuk pada kekhasan yang tidak mudah “disamakan” oleh komoditas sejenis dari daerah lain, karena dipengaruhi faktor geografis dan praktik budidaya di lokasi produksi.

Selain Kopi Gayo, TasteAtlas juga menempatkan beberapa jenis kopi lain dalam daftar yang sama, seperti Café de Colombia, Arabica Ethiopia, Jamaican Blue Mountain, Robusta dari Republik Demokratik Kongo, Kafae Doi Chaang dari Thailand, serta Huehuetenango highland coffee dari Guatemala. Namun, untuk konteks Indonesia, perhatian publik cenderung mengarah pada kopi Gayo karena profil rasa yang disebut “bersih” dan minim keasaman—dua atribut yang kerap dicari dalam tren preferensi kopi saat ini.

Bagi petani dan pelaku usaha kopi di wilayah Gayo, pencantuman dalam peringkat global itu menjadi sinyal bahwa kualitas kopi Aceh mendapat validasi dari skema penilaian berbasis pengalaman pengguna. Di saat yang sama, daftar tersebut juga memberi ruang bagi promosi yang lebih terarah, terutama karena karakter rasa kopi Gayo disebut relatif konsisten: kekentalan yang terasa, keasaman yang rendah, serta aroma yang tidak sekadar kuat tetapi juga memiliki lapisan nuansa. (*)

Berita Terkait

Karhutla Besar Landa Sumatera dan Kalimantan, Kabut Asap Tebal Selimuti Malaysia dan Singapura
Malaysia Desak ASEAN Tekan Indonesia Soal Kabut Asap, Kedaulatan Dipertaruhkan
Singapura Ancam Seret Perusahaan Pemicu Karhutla Indonesia ke Jalur Hukum, Kedaulatan Dipertaruhkan
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis RI-Mesir di Istana Merdeka
Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Picu Krisis Iklim dan Bencana Ekologis Global
Indonesia Buka Pintu Bantuan Asing untuk Karhutla, Sinyal Ketidakmampuan Domestik?
Presiden Prabowo dan Wakil PM Malaysia Perkuat Kerja Sama Penanganan Karhutla
Lawatan ke India, Presiden Prabowo Dinanti Tantangan Konkret Penguatan Hubungan Bilateral

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru