Subulussalam | Peristiwa robohnya atap teras gedung gerai Koperasi KMP di Kampong Suka Makmur, Subulussalam, memicu gelombang kekecewaan dan kemarahan warga. Bangunan yang baru saja berdiri dengan anggaran besar itu kini menyisakan puing-puing dan tanda tanya besar soal kualitas pengerjaan serta transparansi penggunaan dana.
Insiden terjadi pada Senin, 25 Maret 2024. Warga setempat mengaku terkejut melihat bagian depan atap teras yang tiba-tiba ambruk. Tidak ada hujan deras, tidak ada angin kencang, namun konstruksi yang seharusnya kokoh itu justru runtuh tanpa peringatan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kekhawatiran dan kecurigaan warga langsung mengemuka.
“Kami benar-benar kecewa. Ini bangunan baru, anggarannya besar, tapi sudah roboh. Ada apa dengan kualitasnya?” kata seorang warga yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan, sejak awal pembangunan, warga tidak pernah dilibatkan dalam pengawasan. “Kami hanya tahu-tahu bangunan sudah berdiri. Sekarang, baru beberapa bulan, sudah ambruk. Ini jelas ada yang tidak beres,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Koperasi Desa Suka Makmur, Marzuki Tinambunan, saat dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui penyebab pasti robohnya atap teras tersebut. Ia berdalih masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak teknis. “Saya belum tahu pasti apa penyebabnya. Perlu dicek dulu apakah karena faktor konstruksi atau hal lainnya,” katanya singkat.
Namun, jawaban itu tidak cukup bagi warga. Mereka menuntut transparansi penuh dari pengelola koperasi dan pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan dinas teknis yang terlibat dalam proses pembangunan. Warga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran dan kualitas konstruksi. Mereka menilai, robohnya atap teras ini adalah bukti nyata adanya dugaan kelalaian, bahkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
“Jangan hanya menunggu hasil pemeriksaan. Kami ingin tahu siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai uang rakyat habis sia-sia karena pekerjaan asal-asalan,” tegas warga lainnya. Ia menambahkan, jika tidak ada kejelasan, warga siap melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.
Kemarahan warga semakin memuncak karena hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pejabat teknis atau instansi terkait yang memberikan keterangan resmi. Tidak ada penjelasan soal spesifikasi bangunan, tidak ada klarifikasi soal pengawasan, dan tidak ada itikad baik untuk membuka data penggunaan anggaran kepada publik. Sikap diam ini justru memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.
Peristiwa robohnya atap teras gerai Koperasi KMP di Kampong Suka Makmur menjadi alarm keras bagi semua pihak. Proyek-proyek yang dibiayai dari uang rakyat harus diawasi ketat, transparan, dan akuntabel. Jika ada kelalaian, apalagi penyimpangan, pelakunya harus bertanggung jawab di hadapan hukum. Warga menegaskan, mereka tidak akan diam dan akan terus menuntut keadilan sampai kasus ini tuntas dan terang benderang. (red)








































