HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Menjelang Pemilihan Rektor USK, Tujuh BEM Fakultas Ungkap Retaknya Representasi Mahasiswa

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 02:10 WIB

50435 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Sebanyak tujuh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi menyusun dan menyepakati sebuah policy brief sebagai bentuk respons kritis terhadap lemahnya penyaluran dan pengawalan aspirasi mahasiswa di tingkat universitas, khususnya oleh Majelis Wali Amanat (MWA) unsur mahasiswa.

Tujuh BEM Fakultas yang tergabung dalam inisiatif ini berasal dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), BEM Fakultas Kedokteran (FK), BEM Fakultas Keperawatan (FKEP), BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), BEM Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta BEM Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala.

Penyusunan policy brief ini didasarkan pada temuan faktual bahwa hingga saat ini, MWA unsur mahasiswa tidak pernah hadir secara langsung untuk melakukan advokasi, koordinasi, maupun penyerapan aspirasi ke BEM Fakultas, sehingga kondisi riil, tantangan struktural, serta persoalan kesejahteraan mahasiswa di tingkat fakultas tidak terakomodasi secara memadai dalam proses pengambilan kebijakan strategis universitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, sebagaimana diketahui secara normatif, Majelis Wali Amanat unsur mahasiswa memiliki peran strategis sebagai wakil mahasiswa di tingkat tertinggi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH). MWA unsur mahasiswa diharapkan berfungsi dalam merumuskan kebijakan, mengawasi kinerja nonakademik universitas, serta memastikan aspirasi mahasiswa menjadi bagian integral dalam setiap keputusan strategis, termasuk yang berkaitan dengan kesejahteraan, layanan mahasiswa, dan arah kebijakan rektorat.

Namun, kondisi di Universitas Syiah Kuala menunjukkan realitas yang berbeda. Posisi MWA unsur mahasiswa yang juga dirangkap oleh Presiden Mahasiswa BEM Universitas Syiah Kuala dinilai menimbulkan persoalan serius dalam efektivitas representasi, fokus kerja, serta jangkauan advokasi aspirasi mahasiswa lintas fakultas. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan terjadinya sentralisasi aspirasi tanpa basis fakta lapangan yang kuat.

Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan di tengah dinamika dan gejolak proses Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala. Aspirasi mahasiswa fakultas dikhawatirkan tidak dijadikan landasan substantif dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan universitas di era rektor baru, apabila mekanisme representasi mahasiswa tidak berjalan secara partisipatif dan akuntabel.

Melalui policy brief ini, tujuh BEM Fakultas menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya berupa klaterisasi aspirasi mahasiswa berbasis fakultas, sebagai upaya memastikan bahwa keragaman kebutuhan, tantangan, dan persoalan mahasiswa USK dapat dipetakan secara komprehensif dan disampaikan secara sistematis kepada pemangku kebijakan universitas.

Inisiatif ini ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab moral BEM Fakultas dalam menjaga marwah demokrasi kampus, memperkuat representasi mahasiswa, serta memastikan bahwa suara mahasiswa tidak tereduksi dalam proses politik dan tata kelola Universitas Syiah Kuala.

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Jamaluddin Idham Kunker ke Aceh Barat, Pastikan Bantuan Budidaya Lele dan Ayam Petelur Berjalan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Pengawasan Dana Desa Diperkuat, Bupati TRK Ingatkan Pentingnya Tertib Administrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Kapolsek Beutong Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 Beutong, Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Perundungan

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:54 WIB

Perkuat Kedekatan dengan Ulama, Kapolres Nagan Raya Hadiri Maulid di Dayah Terdampak Bencana Polisi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Hutan Kami Dibakar, Bukan Terbakar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Yang Membakar Hutan Saat Ini di Indonesia Adalah LONDO IRENG

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Lindungi Kesehatan dari Asap Karhutla, Bupati TRK Minta Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Ketua Muhammadiyah Nagan Raya Organisasi Hadiri Khanduri Haul Abu Habib Muda Seunagan

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Abi Tanjung Dalam Isi Tausiah Maulid Di Dayah Budi Darul Aman

Selasa, 20 Okt 2026 - 00:58 WIB