Desain Baru Pendopo Bupati Aceh Selatan Disorot, Dinilai Kehilangan Marwah dan Lebih Mirip Puskesmas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:09 WIB

50241 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan – Desain baru Pendopo Bupati Aceh Selatan menuai kritik tajam dari masyarakat. Bangunan yang semestinya menjadi simbol otoritas pemerintahan daerah dan representasi identitas kultural justru dinilai kehilangan marwah, dengan tampilan yang lebih menyerupai gedung pelayanan teknis seperti puskesmas atau kantor administrasi fungsional.

Berdasarkan pantauan visual di lokasi, pendopo tampil dengan pendekatan arsitektur modern minimalis, didominasi warna abu-abu dan putih, garis geometris kaku, serta ornamen fasad repetitif tanpa narasi budaya lokal yang kuat. Elemen arsitektur khas Aceh, baik filosofi ruang, simbol adat, maupun nilai historis, nyaris tidak terbaca dalam desain keseluruhan bangunan.

Secara teknokratis, model bangunan ini lebih mencerminkan utility-oriented design, pendekatan yang lazim digunakan pada fasilitas pelayanan dasar seperti puskesmas yang menekankan efisiensi fungsi, standar teknis, dan kemudahan operasional. Pendekatan tersebut dinilai tidak selaras dengan fungsi strategis pendopo sebagai ruang simbolik pemerintahan dan representasi kekuasaan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau orang tidak tahu, ini bisa dikira puskesmas atau kantor pelayanan kesehatan. Tidak ada kesan rumah jabatan bupati, apalagi simbol kebesaran Aceh Selatan,” ujar salah Koordinator Gerakan Pemuda Negeri Pala (GerPALA) Rabu, 14 Januari 2025.

Kritik serupa juga disampaikan, tokoh masyarakat setempat, sembari meminta identitasnya dirahasiakan dengan dalih keamanan. Menurutnya, pendopo bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol psikologis hubungan antara pemerintah dan rakyat. “Pendopo itu wajah daerah. Kalau wajahnya generik dan kaku, kesannya pemerintah juga jauh dari identitas masyarakatnya,” katanya.

Menurut Irman, dari sudut pandang kebijakan publik, polemik ini mengarah pada persoalan perencanaan belanja modal daerah. Dalam prinsip good governance, pembangunan gedung strategis pemerintahan harus didasarkan pada analisis kebutuhan yang komprehensif, termasuk fungsi simbolik, nilai representasi, dan dampak sosial. Ketika desain yang dihasilkan tidak mencerminkan fungsi tersebut, maka muncul pertanyaan tentang kualitas perencanaan, proses perumusan konsep, hingga pengambilan keputusan di tingkat eksekutif.

Secara politis, kata Irman, desain pendopo juga mencerminkan arah kebijakan kepemimpinan daerah. Pilihan desain yang cenderung teknis dan steril dari simbol lokal dinilai sebagian kalangan sebagai indikasi minimnya sensitivitas pemerintah terhadap identitas budaya dan aspirasi masyarakat. Padahal, Aceh Selatan memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang seharusnya dapat diterjemahkan secara arsitektural dalam bangunan pemerintahan strategis seperti pendopo Bupati Aceh Selatan.

“Kalau alasannya efisiensi anggaran, itu harus dijelaskan ke publik. Tapi efisiensi tidak boleh menghilangkan identitas. Ini pendopo bupati, bukan gedung layanan kesehatan,” ujar Irman.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah terkait konsep desain, besaran anggaran, maupun pertimbangan filosofis yang mendasari pembangunan pendopo tersebut. Ketiadaan komunikasi publik ini justru memperkuat persepsi bahwa proses perencanaan tidak melibatkan partisipasi masyarakat secara memadai.

Jika bangunan strategis pemerintahan seperti pendopo kehilangan dimensi simbolik dan kultural, maka yang tergerus bukan hanya estetika, tetapi juga legitimasi simbolik kekuasaan pemerintahan itu sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memperlebar jarak psikologis antara pemerintah dan masyarakat.

“Pendopo bupati seharusnya menjadi ruang yang merepresentasikan wibawa, sejarah, dan identitas daerah. Ketika tampilannya justru menyerupai gedung pelayanan teknis, publik wajar mempertanyakan arah kebijakan pembangunan serta sensitivitas pemerintah daerah terhadap nilai-nilai lokal yang dipimpinnya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, ditengah utang Rp 184,2 Milyar dan defisit riil mencapai Rp 267,36 Milyar Pemkab Aceh Selatan pada tahun anggaran 2025 mengalokasikan anggaran untuk renovasi pendopo Bupati Aceh Selatan sebanyak Rp. 1.680.000.000,- dan renovasi pendopo Wakil Bupati Aceh Selatan sebanyak Rp. 545.000.000,-.

Berita Terkait

Fatan Sabilulhaq: Ketua IMPS Ajak Warga Bersikap Bijak dan Harmonis dalam Dinamika Pemerintahan Aceh Selatan
Gusmawi: Eksekusi Program Baitul Mal Harus Aman Secara Regulasi dan Hukum
Salim Syuhada Kecam Oknum yang Mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Didalam Kontestasi FPMPA
Narasi Negatif Masif di Aceh Selatan; Naufal SA: Mari Jaga Stabilitas Secara Bersama!
Jangan Hanya Jadi Dagelan, Pansus Pertambangan DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Data Rekomendasi IUP ke Publik
Masih Bergerak di Balik Status Nonaktif, Pengamat Nilai Bupati Aceh Selatan Langgar Etika dan Tantang SK Mendagri
Marwah Kejati Aceh Dipertaruhkan, Pemerhati Hukum: Indikasi Pungli di Aceh Selatan Harus Diusut Tuntas ke Akarnya
KUA Kecamatan Kluet Utara Menyalurkan Bantuan Korban Kebakaran Gampong Simpang Lhee

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:37 WIB

Tradisi “Koro Jamu” di Gayo: Lelaki Diangkap yang Terbatas Jadi Pemimpin Adat

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:34 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tokoh Masyarakat Gayo Lues Dukung Penuh Polri di Bawah Komando Langsung Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:44 WIB

Pengukuhan Jabatan Wadanyon Para Pasi Serta Danki dan Jajaran Batalyon D Pelopor Brimob Aceh

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:02 WIB

Warga Pasir Putih Masih Terisolasi Pascabencana, Kepala Desa Minta Perhatian Pemerintah Pusat

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:32 WIB

Bupati Gayo Lues Lepas Keberangkatan Umroh Juara MTQ, Harap Prestasi Jadi Inspirasi

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:29 WIB

Dharma Wanita Persatuan Gayo Lues Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:26 WIB

Status Bencana Gayo Lues Turun ke Transisi Pemulihan, Pemerintah Daerah Fokus pada Huntara dan Perbaikan Infrastruktur

Berita Terbaru

Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara  jln  A Yani Kutacane.

ACEH TENGGARA

Oknum Kadinkes Agara Bungkam Kepada Media Terkesan Tertutup.

Selasa, 3 Feb 2026 - 04:26 WIB