BNPB Gerakkan Lebih dari 9.500 Relawan untuk Percepatan Penanganan Bencana di Sumatra

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 23:35 WIB

50372 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memaksimalkan peran relawan untuk mempercepat penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Hingga Sabtu (6/12/2025), Desk Relawan BNPB mencatat sebanyak 9.558 relawan dari 226 lembaga telah terlibat aktif di lapangan dalam misi kemanusiaan.

Para relawan itu tersebar di sejumlah titik krusial yang membutuhkan penanganan cepat. Mereka dilibatkan dalam berbagai sektor, mulai dari distribusi logistik, pengelolaan dapur umum, operasi pencarian dan pertolongan (SAR), pembukaan serta perbaikan jalur yang terputus, hingga layanan pemulihan psikososial dan kesehatan untuk para penyintas.

BNPB memastikan bahwa setiap personel relawan memiliki keahlian khusus yang relevan dengan kebutuhan penanganan darurat. Melalui sistem koordinasi terpadu dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam unsur pentaheliks, para relawan dikelompokkan berdasarkan kapasitas dan spesialisasinya agar intervensi yang dilakukan di lapangan berjalan efektif dan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Raditya Jati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, menyampaikan bahwa semangat kolaborasi lintas pihak menjadi daya dorong utama dalam respon darurat. Sinergi antara BNPB, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga usaha, media, akademisi, dan masyarakat sipil terus diperkuat, termasuk dalam hal berbagi data lapangan, penguatan komunikasi risiko, hingga pengiriman logistik dan sumber daya manusia ke lokasi bencana.

“Kami memfasilitasi koordinasi dan kebutuhan teknis relawan, tidak hanya untuk menjawab kebutuhan logistik, tetapi juga untuk memastikan kesinambungan layanan kemanusiaan di semua sektor utama,” ujar Raditya.

Hasil monitoring dan evaluasi kinerja relawan dalam 24 jam terakhir menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada 5 Desember 2025 tercatat 9.277 relawan dari 205 organisasi telah berada di lapangan. Angka tersebut naik pada hari berikutnya, 6 Desember 2025, menjadi 9.558 relawan dari 226 organisasi, atau meningkat 10,24 persen dalam jumlah lembaga dan 3,03 persen dalam jumlah personel.

Secara keseluruhan, perkembangan ini menunjukkan pergerakan yang semakin terstruktur dan meluas dari respons kemanusiaan nasional. Dengan dukungan relawan yang adaptif, penanganan darurat di wilayah terdampak dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat, mengikuti dinamika kondisi lapangan yang terus berubah.

BNPB mencermati bahwa lonjakan kebutuhan logistik dan layanan dasar terjadi seiring memburuknya situasi banjir dan longsor di berbagai wilayah. Beberapa titik masih terisolasi dan membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam pengiriman bantuan ke desa-desa yang aksesnya terputus. Dalam hal ini, keberadaan relawan menjadi motor penggerak yang sangat strategis, baik dalam sistem distribusi maupun sebagai penyambung komunikasi antara wilayah terdampak dan pos pusat.

Dengan meningkatnya jumlah organisasi dan relawan yang terlibat, BNPB optimistis bahwa efektivitas intervensi akan terus membaik. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemenuhan kebutuhan penyintas, tetapi juga turut menjaga semangat gotong royong dan solidaritas nasional dalam menghadapi bencana.

Mobilisasi besar ini menjadi cermin kuatnya partisipasi masyarakat sipil dalam sistem penanggulangan bencana nasional. Di tengah tantangan geografis dan infrastruktur yang terdampak parah, relawan hadir sebagai garda terdepan dalam menjangkau daerah-daerah yang masih menunggu uluran tangan. (*)

Berita Terkait

Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Penangkapan 2 Orang Terkait Pidato Prabowo, Kompolnas Tekankan Ruang Digital Bukan Delik Pidana
Temuan 995 Senjata Api dan Narkoba di Sekolah Kebayoran Lama, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kejaksaan Agung Jadwalkan Pemeriksaan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka TPPU
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Wapres Tinjau Progres Rehabilitasi Pascabencana di Gayo Lues, Lima Jembatan Diusulkan untuk Pembangunan Permanen
Wakil Presiden Tinjau Langsung Progres Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues, Pemerintah Percepat Perbaikan Infrastruktur

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:31 WIB

Polres Aceh Timur Jalani Tes Urine dan Pemeriksaan Ponsel

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:29 WIB

Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:56 WIB

SEBANYAK 15 PESEBAK BOLA MUDA ACEH TIMUR DIBOYONG LATIHAN KE PSS SLEMAN

Senin, 6 Juli 2026 - 23:42 WIB

Dukung pelestarian lingkungan hidup Sekaligus Memperkuat Semangat Gotong Royong Bersama Masyarakat Setempat  Medco E&P Malaka, BPMA, IM-TRAX Tanam 1.000 Pohon

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:00 WIB

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Terbakar, Warga Panik Lihat Asap Hitam Membumbung

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:37 WIB

Medco E&P Malaka Dorong Ketahanan Pangan, Warga Indra Makmu Mampu Mandiri Dengan Kebun Sayur

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:07 WIB

Haris Nduru Merasa Dibohongi, Kadis PUPR Aceh Timur Beri Keterangan Berbeda Soal Proyek Rp7,25 Miliar

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Kurban Pekerja dan Kontraktor Medco E & P Jangkau Ratusan Penerima Manfaat Di Blok A

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pemuda Bawa 2 Kg Ganja

Sabtu, 8 Agu 2026 - 19:08 WIB