slot preparation.lsrs.lu

Limbah Berbahaya Dikirim Seperti Paket Biasa, DLHK Subulussalam Disorot

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 04:41 WIB

50642 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Subulussalam menuai kecaman luas setelah mencuatnya dugaan pelanggaran serius dalam penanganan limbah industri. Sampel limbah dari kawasan Lae Batu Batu, yang diduga kuat berasal dari aktivitas industri, diketahui dikirim ke laboratorium hanya melalui jasa pengiriman paket, tanpa pengawasan petugas ataupun prosedur ketat yang semestinya diberlakukan. Kejadian ini terungkap pada Senin, 20 Mei 2025, dan segera memicu reaksi keras dari masyarakat serta pemerhati lingkungan.

Pengiriman yang dilakukan tanpa pendampingan petugas ini dinilai mencerminkan ketidaksiapan dan kelalaian dalam menangani potensi bahaya limbah. Kritik datang dari berbagai elemen, yang menilai bahwa DLHK telah abai terhadap prinsip kehati-hatian. Limbah bukanlah barang biasa yang bisa dikirim begitu saja tanpa perlakuan khusus—terutama jika sampel tersebut menjadi dasar analisis untuk menentukan tingkat pencemaran lingkungan.

Warga Lae Batu Batu merasa semakin kehilangan kepercayaan terhadap lembaga yang seharusnya bertanggung jawab atas perlindungan lingkungan. Mereka menyoroti lemahnya pengawasan serta lambannya respons terhadap dugaan pencemaran yang sudah lama dilaporkan. Perubahan warna air sungai, bau menyengat, dan kematian biota air menjadi indikasi awal yang selama ini diabaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah aktivis lingkungan turut menyuarakan keprihatinan. Mereka menyebut, pengiriman sampel tanpa standar operasional prosedur (SOP) yang jelas adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Risiko kontaminasi silang, perubahan komposisi zat dalam sampel, hingga potensi manipulasi hasil analisis menjadi sangat mungkin terjadi. Lebih jauh, tindakan ini juga membuka celah bagi pihak-pihak tertentu untuk mengaburkan fakta pencemaran sebenarnya.

Kasus ini memperlihatkan bahwa DLHK Subulussalam belum memiliki sistem kerja yang akuntabel dan transparan. Tidak adanya penjelasan resmi kepada publik terkait proses pengiriman tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Banyak pihak mendesak agar pemerintah kota segera turun tangan, membentuk tim independen untuk menyelidiki dugaan pelanggaran ini, serta memastikan bahwa proses penanganan limbah ke depan dilakukan sesuai dengan peraturan dan standar ilmiah yang berlaku.

Desakan juga menguat agar hasil analisis laboratorium dari sampel yang telah dikirim dipublikasikan kepada publik secara terbuka. Jika terbukti terjadi pencemaran, maka langkah hukum harus segera ditempuh terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Selain itu, evaluasi total terhadap SOP internal DLHK dianggap sebagai langkah mendesak yang harus segera dilakukan.

Kejadian ini telah menjadi pukulan telak bagi DLHK Subulussalam. Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat akan kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap kesehatan, lembaga ini justru menunjukkan praktik yang jauh dari standar. Publik menuntut perbaikan menyeluruh—bukan hanya klarifikasi, tapi tindakan nyata, tegas, dan transparan demi mengembalikan kepercayaan yang sudah telanjur runtuh. (*)

Berita Terkait

Quick Respon Brimob Aceh Amankan Arus Lalu Lintas Akibat Banjir Luapan Sungai Tambarlihe di Jalan Nasional Subulussalam-Banda Aceh
Sambut HUT Brimob ke-81, Brimob Aceh Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar Mako Kompi
Tingkatkan Sinergitas dan Kemanusiaan, Brimob Aceh Gelar Donor Darah Peringati HUT Brimob ke-81 Di Rumah Sakit H. Merah Sakti Kota Subulussalam
Wakapolres Subulussalam Hadiri Pelantikan Kepala Kampong di Pendopo Wali Kota
Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional
20 Armada Rental Mobil Syahbudin Padang Layani Siswa Sekolah Rakyat, 19 Sopir Dapat Apresiasi
517 Hektare Kebun Lae Saga Group Jadi Sorotan: Siapa di Balik Peralihan Lahan? Pemko Subulussalam Ditantang Buka-bukaan!
Kombatan GAM: Jangan Ganggu Hak Warga Transmigrasi Lae Saga, Tegakkan Keadilan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru