slot preparation.lsrs.lu

Jurnalis Diintimidasi Saat Liputan Aksi Penjarahan Sawit Oleh Oknum Warga di Perkebunan PTPN IV Seuneubok Bayu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 22 April 2025 - 07:29 WIB

50543 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur , BaraNews |  Sejumlah awak media di Kabupaten Aceh Timur mengecam keras tindakan penghalang-halangan terhadap kerja jurnalis yang sedang melakukan peliputan Penjarahan besar besaran di perkebunan milik PTPN IV Regional VI, yang saat ini status lahannya masih dalam dugaan sengketa.

Peristiwa tidak menyenangkan tersebut menimpa M. Haris Nduru, jurnalis Graha Media Group-online, yang mendapat intimidasi dan pemaksaan dari sekelompok masyarakat Desa Seuneubok Bayu, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. Aksi tersebut juga didampingi oleh dua oknum pengacara yang selama ini diketahui sebagai kuasa hukum masyarakat desa tersebut, oknum warga menjarah sawit mencapai puluhan orang dengan hasil jarahan mencapai 30 Ton perhari.

Dalam kejadian itu, Haris mendapat makian, intimidasi, dan larangan untuk melakukan peliputan oleh sekelompok warga. Menurut rekan-rekan sesama jurnalis, tindakan tersebut merupakan bentuk kekeliruan dan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 28F dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 4 ayat (1), jurnalis memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi, termasuk merekam gambar atau video di tempat umum, seperti di areal perkebunan negara milik PTPN IV Regional VI.

Bahkan, tindakan menghalangi kerja wartawan dapat dikenai sanksi pidana sesuai Pasal 18 Ayat (1) UU Pers, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun atau denda hingga Rp500 juta.

Kronologi Kejadian:

Insiden terjadi ketika M. Haris Nduru melakukan peliputan aktivitas panen TBS (Tandan Buah Segar) sawit di lokasi yang sedang disengketakan antara PTPN IV Regional VI dengan masyarakat Desa Seuneubok Bayu. Saat hendak mewawancarai dua pengacara yang mendampingi warga ke pos keamanan perkebunan, Haris justru mendapat serangan verbal dari Syahrul alias Yun bersama sejumlah warga lainnya.

Mereka memaksa Haris mematikan kameranya dan melarangnya untuk meliput. Melihat situasi memanas, personel gabungan TNI-Polri yang berjaga di pos keamanan langsung melindungi Haris dari potensi serangan massa. Haris kemudian memutuskan untuk menghentikan peliputan dan berlindung sementara di pos keamanan.

Kecaman dan Seruan Tindakan Hukum

Ketua JWI Aceh Timur, Hendrika Saputra, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang dialami Haris. Menurutnya, jurnalis berhak meliput semua peristiwa, baik yang bersifat resmi maupun yang belum memiliki kejelasan hukum.

“Kebebasan pers tidak dibatasi oleh adanya undangan atau laporan resmi. Selama itu di ruang publik, jurnalis berhak melakukan peliputan,” ujarnya.

Senada dengan itu, jurnalis lainnya, Nana Thama, mengungkapkan kekhawatiran bahwa insiden ini bisa menimbulkan rasa takut bagi jurnalis lain yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Kami minta kepada Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K, agar segera mengambil langkah tegas terhadap para oknum tersebut, agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.

Insiden ini menjadi alarm bagi seluruh pihak bahwa kebebasan pers adalah bagian dari pilar demokrasi yang harus dijaga dan dihormati oleh semua pihak, termasuk dalam situasi konflik atau sengketa lahan.(Tim)

Berita Terkait

Dana SPP Eks PNPM Julok Diduga Raib Miliaran Rupiah, Aktivis Desak Kejari Aceh Timur Bongkar Skandal Lama
Hawalies Abwar Apresiasi PT Medco dan BPMA, Media Edukasi Dinilai Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Insan Pers
Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Ditunjuk sebagai Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim
Siswa SMAN 1 Simpang Ulim Gelar Aksi Protes Lingkungan Sekolah yang Gersang
Abi Tanjung Dalam Isi Tausiah Maulid Di Dayah Budi Darul Aman
LAKI dan Forum Keuchik Idi Tunong Apresiasi Gerak Cepat Bupati Al-Farlaky Tangani Jalan Idi–Keude Geurobak
Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba Hingga Tertib Berlalu Lintas
Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru