Bener Meriah Baranewsaceh.co | Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menerima bantuan 4.800 ekor calon induk ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sebagai upaya mempercepat pemulihan sektor budidaya perikanan masyarakat setelah terdampak bencana hidrometeorologi. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bener Meriah Ir. Tagore Abu Bakar saat di temui media ini di Pendopo Bupati setempat. Kamis (12/3/2026)
Menurut Tagore, bantuan tersebut berasal dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam dan telah diterima pemerintah daerah pada 7 Februari 2026. Saat ini, seluruh calon induk ikan ditempatkan di Balai Benih Ikan (BBI) Timang Gajah untuk proses adaptasi dan pemeliharaan oleh petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan bagi pemulihan sektor perikanan budidaya di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditambahkannya, bantuan calon induk ikan itu diharapkan dapat menghidupkan kembali fungsi Balai Benih Ikan sekaligus membantu para pembudidaya ikan yang terdampak bencana untuk kembali berproduksi.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Bener Meriah. Kami berharap keberadaan calon induk ikan ini dapat memperkuat produksi benih ikan di daerah sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Bupati Tagore berharap Balai Benih Ikan di Bener Meriah ke depan tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi pemasok benih ikan bagi daerah sekitar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah, Uswatun Hasanah, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sebelumnya meninjau langsung kondisi wilayah pascabencana di daerah itu.
“Setelah kunjungan tersebut, pemerintah daerah mengajukan permohonan bantuan calon induk ikan kepada kementerian. Permohonan itu mendapat respons positif sehingga bantuan dapat direalisasikan,” katanya.
Uswatun kembali menjelaskan, dari total 4.800 ekor calon induk ikan yang diterima, sebanyak 1.200 ekor merupakan ikan jantan dan 3.600 ekor ikan betina. Saat ini seluruh ikan tersebut sedang menjalani masa adaptasi di BBI Timang Gajah.
Menurut dia, dalam waktu sekitar 45 hari sejak diterima, calon induk ikan tersebut diperkirakan mulai memasuki masa pemijahan.
“Jika prosesnya berjalan sesuai rencana, akhir Maret 2026 sudah mulai memasuki tahap pemijahan dan selanjutnya dapat memproduksi benih ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah optimistis bantuan tersebut akan mendorong kembali perkembangan sektor budidaya perikanan sekaligus menjadi salah satu penggerak pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi. (Dani)







































