Trumon, 5 Maret 2026 – Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T) menegaskan bahwa mahasiswa bersama masyarakat akan tetap mengawal secara serius dugaan permasalahan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 1 Trumon yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Wakil Ketua Umum HMP2T Periode 2022–2024, Asaduddin , menyampaikan bahwa berbagai klarifikasi yang beredar di publik tidak serta-merta mengakhiri persoalan tersebut. Menurutnya, persoalan yang berkaitan dengan dana bantuan pendidikan harus dijelaskan secara terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan berbagai asumsi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa akan tetap mengawal persoalan ini sampai benar-benar jelas dan transparan. Ini bukan sekadar isu biasa, tetapi menyangkut hak siswa yang seharusnya menerima bantuan pendidikan dari negara,” ujar Asaduddin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa HMP2T tidak memiliki kepentingan lain selain memastikan bahwa dana Program Indonesia Pintar benar-benar tersalurkan kepada siswa yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, setiap dugaan penyimpangan harus dijelaskan secara terbuka dan tidak diselesaikan hanya dengan klaim sepihak.
Menurut Asaduddin, jika memang terdapat kesalahan administrasi, ketidaksesuaian data, maupun dugaan penarikan dana oleh oknum tertentu, maka hal tersebut harus ditelusuri secara objektif oleh pihak yang berwenang. Transparansi menjadi hal penting agar tidak ada pihak yang saling menyalahkan atau bahkan mengkambinghitamkan pihak lain.
Selain itu, HMP2T juga meminta kepada Dinas Pendidikan Aceh melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan untuk melakukan penelusuran yang menyeluruh dan terbuka terhadap persoalan ini. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada lagi polemik yang berlarut-larut di tengah masyarakat.
“Mahasiswa hadir sebagai kontrol sosial. Ketika ada dugaan persoalan dalam pengelolaan dana publik, maka sudah menjadi kewajiban moral bagi mahasiswa untuk mengawal dan memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tambahnya.
HMP2T juga menegaskan bahwa gerakan mahasiswa dalam menyuarakan persoalan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah, khususnya di wilayah Trumon. Oleh karena itu, mahasiswa akan terus mengawal proses ini hingga benar-benar ada kejelasan dan tidak ada lagi ruang bagi praktik yang merugikan hak-hak siswa.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas demi menjaga integritas dunia pendidikan dan memastikan hak siswa tidak dirugikan.”







































