KUTACANE | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak Jumat (2/1/2026) sore menyebabkan putusnya jalan nasional yang menghubungkan Kutacane dan Gayo Lues. Peristiwa itu terjadi tepatnya di Desa Leuser, Kecamatan Ketambe, sekitar pukul 20.00 WIB, setelah wilayah tersebut dilanda hujan deras selama lebih dari tiga jam.
Kabid Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Zainal Abidin, mengatakan bahwa hujan deras mulai turun sejak pukul 17.00 WIB dan terus mengguyur hingga sekitar pukul 20.15 WIB. Debit air Sungai Alas yang berada di sekitar permukiman warga serta jalan nasional meningkat drastis dan meluap ke badan jalan hingga menggenangi permukaan jalan yang menghubungkan Ketambe menuju Kutacane. “Hujan deras dari sore hingga malam hari mengakibatkan jalan nasional Kutacane–Gayo Lues putus,” ujarnya pada Jumat malam, sekitar pukul 21.00 WIB.
Selain terjadi kerusakan di jalur Ketambe, luapan air sungai juga menggenangi bagian jalan nasional Kutacane–Medan serta masuk ke kawasan permukiman warga di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel. Masyarakat diimbau tetap siaga dan mewaspadai potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Zainal menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai dan wilayah berbukit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa paling parah dilaporkan terjadi ketika satu kendaraan diduga terseret arus deras saat melintas di jalur yang tenggelam akibat luapan air. Berdasarkan penuturan sejumlah saksi di lokasi, kendaraan tersebut hendak melintasi bagian yang sudah tergenang tanpa menyadari bahwa derasnya arus dan genangan air telah menggerus sebagian badan jalan. Minimnya penerangan jalan di kawasan tersebut pada malam hari membuat situasi semakin membahayakan. Dalam hitungan detik, derasnya arus yang membawa material lumpur dan kayu menyeret kendaraan itu ke tengah aliran Sungai Alas.
Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Namun, kondisi gelap serta derasnya arus membuat proses evakuasi sulit dilakukan. Tidak lama setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD Aceh Tenggara, kepolisian, TNI, dan relawan berbagai elemen masyarakat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian terhadap kendaraan serta pengemudinya yang hingga kini belum ditemukan.
Sungai Alas merupakan salah satu sungai utama di Aceh yang memiliki panjang aliran mencapai ratusan kilometer. Sungai ini dikenal dengan karakteristik arus deras, terutama saat musim hujan. Kawasan hulu sungai yang berada di kaki Taman Nasional Gunung Leuser memiliki kemiringan lahan yang curam, sehingga air dari pegunungan dapat dengan cepat mengalir ke daerah hilir. Kondisi geografis inilah yang menyebabkan daerah seperti Ketambe kerap menjadi langganan banjir bandang atau luapan sungai mendadak, terutama setelah hujan lebat dengan durasi lama.
Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan pada malam hari, khususnya di kawasan rawan seperti Ketambe dan Bambel. Pengguna jalan diharapkan untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila kondisi hujan deras berlangsung dan akses jalan mulai tergenang. Masyarakat juga diminta untuk tetap memperhatikan pembaruan informasi dari dinas terkait, mengingat intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih cukup tinggi.
Sejak kejadian tersebut, proses pencarian terhadap kendaraan yang terseret dan upaya pembersihan material longsor terus dilakukan. Tim gabungan bekerja sepanjang malam dan pagi hari berikutnya untuk mengamankan lokasi serta mengevakuasi warga yang terdampak banjir. Namun begitu, cuaca yang masih labil serta medan yang terjal menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan. Otoritas setempat menyatakan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga, termasuk membuka posko siaga bencana di beberapa titik strategis di Aceh Tenggara. (*)





































