Jalan Nasional Kutacane–Gayo Lues Putus Diterjang Banjir, Satu Kendaraan Diduga Terseret Arus

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026 - 03:24 WIB

50362 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak Jumat (2/1/2026) sore menyebabkan putusnya jalan nasional yang menghubungkan Kutacane dan Gayo Lues. Peristiwa itu terjadi tepatnya di Desa Leuser, Kecamatan Ketambe, sekitar pukul 20.00 WIB, setelah wilayah tersebut dilanda hujan deras selama lebih dari tiga jam.

Kabid Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Zainal Abidin, mengatakan bahwa hujan deras mulai turun sejak pukul 17.00 WIB dan terus mengguyur hingga sekitar pukul 20.15 WIB. Debit air Sungai Alas yang berada di sekitar permukiman warga serta jalan nasional meningkat drastis dan meluap ke badan jalan hingga menggenangi permukaan jalan yang menghubungkan Ketambe menuju Kutacane. “Hujan deras dari sore hingga malam hari mengakibatkan jalan nasional Kutacane–Gayo Lues putus,” ujarnya pada Jumat malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Selain terjadi kerusakan di jalur Ketambe, luapan air sungai juga menggenangi bagian jalan nasional Kutacane–Medan serta masuk ke kawasan permukiman warga di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel. Masyarakat diimbau tetap siaga dan mewaspadai potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Zainal menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai dan wilayah berbukit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa paling parah dilaporkan terjadi ketika satu kendaraan diduga terseret arus deras saat melintas di jalur yang tenggelam akibat luapan air. Berdasarkan penuturan sejumlah saksi di lokasi, kendaraan tersebut hendak melintasi bagian yang sudah tergenang tanpa menyadari bahwa derasnya arus dan genangan air telah menggerus sebagian badan jalan. Minimnya penerangan jalan di kawasan tersebut pada malam hari membuat situasi semakin membahayakan. Dalam hitungan detik, derasnya arus yang membawa material lumpur dan kayu menyeret kendaraan itu ke tengah aliran Sungai Alas.

Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Namun, kondisi gelap serta derasnya arus membuat proses evakuasi sulit dilakukan. Tidak lama setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD Aceh Tenggara, kepolisian, TNI, dan relawan berbagai elemen masyarakat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian terhadap kendaraan serta pengemudinya yang hingga kini belum ditemukan.

Sungai Alas merupakan salah satu sungai utama di Aceh yang memiliki panjang aliran mencapai ratusan kilometer. Sungai ini dikenal dengan karakteristik arus deras, terutama saat musim hujan. Kawasan hulu sungai yang berada di kaki Taman Nasional Gunung Leuser memiliki kemiringan lahan yang curam, sehingga air dari pegunungan dapat dengan cepat mengalir ke daerah hilir. Kondisi geografis inilah yang menyebabkan daerah seperti Ketambe kerap menjadi langganan banjir bandang atau luapan sungai mendadak, terutama setelah hujan lebat dengan durasi lama.

Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan pada malam hari, khususnya di kawasan rawan seperti Ketambe dan Bambel. Pengguna jalan diharapkan untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila kondisi hujan deras berlangsung dan akses jalan mulai tergenang. Masyarakat juga diminta untuk tetap memperhatikan pembaruan informasi dari dinas terkait, mengingat intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih cukup tinggi.

Sejak kejadian tersebut, proses pencarian terhadap kendaraan yang terseret dan upaya pembersihan material longsor terus dilakukan. Tim gabungan bekerja sepanjang malam dan pagi hari berikutnya untuk mengamankan lokasi serta mengevakuasi warga yang terdampak banjir. Namun begitu, cuaca yang masih labil serta medan yang terjal menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan. Otoritas setempat menyatakan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga, termasuk membuka posko siaga bencana di beberapa titik strategis di Aceh Tenggara. (*)

Berita Terkait

Oknum Kadinkes Agara Bungkam Kepada Media Terkesan Tertutup.
Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Dimulai, Polres Aceh Tenggara Gelar Apel Pasukan
Drs.Marhaban Desky. M.Pd Tokoh Masyarakat, Kecam Dugaan Pungli Dana Anak Yatim di Aceh Tenggara: Bentuk Penyalahgunaan Amanah Publik
Oknum Kadis Kesehatan Agara Diduga PA Rangkap PPK Sejumlah Proyek dan Kegiatan
DPRK Aceh Tenggara Segera Panggil Kadinsos dan Kepala Panti Terkait Dugaan Pungli Dana Anak Yatim
LSM TIPIKOR  “Pinjam meminjam Keuangan antar Unit dan OPD Tidak di kenal dan Melawan Hukum”.
Oknum Kadis Sosial   Mengaku ” Pinjam ” Uang Panti Asuhan Tunas Murni Agara.
Empat Pelaku Maisir Dicambuk di Kutacane, Kejari Aceh Tenggara Tegaskan Komitmen Tegakkan Syariat Islam

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 13:41 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Bersama Kejaksaan Negeri Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Dugaan Tindak Pidana Menghilangkan Jiwa Orang Lain

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:37 WIB

Tradisi “Koro Jamu” di Gayo: Lelaki Diangkap yang Terbatas Jadi Pemimpin Adat

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:34 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tokoh Masyarakat Gayo Lues Dukung Penuh Polri di Bawah Komando Langsung Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:44 WIB

Pengukuhan Jabatan Wadanyon Para Pasi Serta Danki dan Jajaran Batalyon D Pelopor Brimob Aceh

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:02 WIB

Warga Pasir Putih Masih Terisolasi Pascabencana, Kepala Desa Minta Perhatian Pemerintah Pusat

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:32 WIB

Bupati Gayo Lues Lepas Keberangkatan Umroh Juara MTQ, Harap Prestasi Jadi Inspirasi

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:29 WIB

Dharma Wanita Persatuan Gayo Lues Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Tragedi Idi Cut 3 Februari 1999 Pelanggaran HAM Berat?

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:18 WIB