Gayo Lues | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyatakan secara resmi peralihan status dari masa darurat bencana ke masa transisi menuju pemulihan, menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Umah Pitu Ruang, Kamis (22/01/2026), dan dihadiri oleh jajaran forkopimda, pejabat struktural daerah serta para kepala satuan kerja perangkat kabupaten.
“Hari ini batas terakhir status darurat Kabupaten Gayo Lues, kita beralih dari status darurat bencana ke masa transisi atau ke pemulihan,” ujar Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd, M.Si di hadapan peserta rapat. Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa darurat tidak serta-merta berarti berakhirnya tugas yang berkaitan dengan penanganan dampak bencana. Justru, menurutnya, tantangan yang lebih besar kini tengah menanti.
Bupati menekankan bahwa masa transisi adalah fase penting yang memerlukan fokus, sinergi, dan komitmen yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Salah satu agenda utama selama masa transisi ini adalah percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk warga terdampak. Setelah Huntara terselesaikan, pemerintah akan langsung mengarahkan perhatian pada pembangunan hunian tetap (Huntap) yang menjadi solusi jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beralihnya status ini tidak berarti kita berhenti bekerja. Status kita masih sama, semangat kita dan pekerjaan kita bahkan harus lebih fokus kembali. Karena kegiatan yang paling berat itu dilaksanakan di masa transisi ini, apalagi saat ini kita fokus ke pembangunan Huntara, selesai itu nanti pembangunan Huntap. Tentu banyak hal yang harus kita kerjakan,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa sejak hari ini, seluruh aparatur pemerintah daerah sudah dapat kembali bekerja dari kantor masing-masing dengan kegiatan pelayanan publik yang kembali berjalan normal.
“Mudah-mudahan masa kita beralih dari darurat ke transisi ini adalah salah satu bukti bahwa Gayo Lues sudah mulai pulih,” harap Bupati.
Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, S.E., M.Ap turut menyampaikan penekanan terkait pentingnya percepatan pembangunan Huntara. Dalam pernyataannya, ia mendorong semua pihak yang terlibat, baik kontraktor maupun satuan kerja teknis yang membidangi pembangunan, untuk segera menuntaskan Huntara agar warga dapat menempati hunian sementara dalam waktu dekat.
“Harap ke kontraktor dan yang membidangi agar Huntara ini disegerakan, karena kita dengar bersama di daerah lain sudah hampir rampung Huntara ini, sementara kita di sini masih berancang-ancang,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini dihadiri jajaran unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Dandim 0113 Gayo Lues, Kapolres Gayo Lues, serta Danyonif TP-855/RD. Turut hadir pula Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues, para staf ahli bupati, para asisten Sekretariat Daerah Kabupaten, para kepala SKPK, dan para kepala bagian di lingkungan sekretariat kabupaten.
Dengan ditetapkannya masa transisi, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk mengelola proses pemulihan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Fokus utama tetap diarahkan pada penyediaan hunian layak, perbaikan akses infrastruktur, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Pemerintah berharap sinergi antara seluruh pihak dapat terus terjaga untuk mengembalikan kondisi daerah secara utuh dan menjadikan pemulihan ini sebagai titik awal pembangunan ke depan. (Abdiansyah)







































