Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry menyoroti permasalahan distribusi gas di pangkalan gas SPBU Lamnyong setelah seorang warga kesulitan mendapatkan gas pada siang hari ini, Selasa (27/2). Kejadian ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Kabinet DEMA UIN Ar-Raniry, Ardha Riskinur, yang berada di lokasi sekitar pukul 13.05 WIB.
Menurut Ardha, seorang ibu tampak kebingungan saat hendak membeli gas di pangkalan SPBU karena tidak ada petugas yang berjaga. Sang ibu sempat bertanya kepada petugas Pom bensin SPBU, namun tidak lama kemudian ia kembali menunggu di dekat pangkalan gas tanpa mendapatkan respons. Setelah menunggu beberapa waktu, ibu tersebut akhirnya pergi dengan tangan kosong tanpa membawa gas yang diduga sangat dibutuhkan untuk keperluan dapur menjelang Ramadan.
“Saat giliran saya mengisi bahan bakar, saya bertanya kepada petugas SPBU mengenai alasan ibu tadi tidak mendapatkan gas. Petugas menjawab bahwa penjaga pangkalan sedang pergi ke bank dan belum diketahui kapan kembali,” ungkap Ardha.
Merasa prihatin, Ardha dan rekannya mencoba mencari ibu tersebut dengan niat membawanya ke pangkalan gas lain. karena menurut mereka ibu itu sangat memerlukan apalagi sudah di waktu siang hari yang memang waktu untuk memasak. Namun, mereka tidak berhasil menemukannya.
DEMA UIN Ar-Raniry menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya sistem pelayanan di SPBU yang memiliki pangkalan gas. Terlebih, saat ini masyarakat tengah menghadapi kesulitan dalam mendapatkan gas setelah adanya kebijakan terbaru dari Kementerian ESDM terkait distribusi LPG 3 kg.
“Kami meminta pemerintah Aceh untuk lebih memperhatikan distribusi gas baik SPBU yang memiliki pangkalan gas dan pangkalan gas rumahan agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, kami juga mendorong pihak SPBU yang memiliki pangkalan gas untuk menyediakan petugas pengganti jika penjaga harus meninggalkan tempat atau menerapkan sistem shift agar pelayanan tetap berjalan dengan baik,” tegas Ardha.
Menjelang Ramadan, kebutuhan gas di Aceh meningkat drastis, terutama karena adanya tradisi Meugang yang mengharuskan masyarakat memasak dalam jumlah besar. Oleh karena itu, DEMA UIN Ar-Raniry berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret guna memastikan ketersediaan gas bagi masyarakat.