BPS Aceh Harap Para Pejabat Aceh Memahami Indikator Data Strategis untuk Pembangunan Daerah

ADMIN

- Redaksi

Minggu, 7 Juli 2024 - 19:10 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

baranews Aceh.co Banda Aceh – Ahmad Riswan Nasution, Kepala BPS Aceh, mengundang para jurnalis dari berbagai media di Aceh untuk berbincang santai di ruang kantornya di Kuta Alam, Banda Aceh, pada Selasa (2/7). Sebelumnya, BPS Aceh telah merilis berita resmi statistik yang memuat indikator-indikator data strategis Aceh seperti indeks harga konsumen, nilai tukar petani, harga produsen gabah, ekspor dan impor, pariwisata, transportasi, profil kemiskinan, dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk.

Ahmad Riswan Nasution berharap agar indikator data strategis yang telah dihasilkan oleh tim BPS dapat dimanfaatkan oleh para pejabat yang berwenang di Aceh dalam pengambilan kebijakan pembangunan. “Kami ingin uang yang sudah dikeluarkan dari APBN untuk mengumpulkan data dapat bermanfaat bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses pengumpulan data oleh BPS hingga menjadi informasi publik melalui proses yang panjang, mulai dari konsep, rekrutmen petugas, pelatihan petugas sensus, metode, hingga perhitungan, agar data yang dihasilkan benar-benar valid. BPS Aceh sangat berkeinginan agar data-data ini dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan oleh pejabat publik.

Ahmad Riswan juga berharap masyarakat Aceh mau memberikan data yang valid secara jujur saat disurvei oleh petugas BPS di lapangan. “Identitas responden tidak akan dibocorkan. BPS Aceh hanya menghasilkan data agregat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa masyarakat Aceh tidak perlu berkecil hati dengan label provinsi termiskin di Sumatera. Pada tahun 2005, angka kemiskinan di Aceh sebesar 28,69%, sementara Bengkulu sebesar 22,18%. Dengan penurunan kemiskinan Aceh menjadi 14,23% pada Maret 2024 (Bengkulu sebesar 13,56%), menunjukkan kinerja penurunan kemiskinan di Aceh relatif baik.

Menurut Ahmad Riswan, kebangkitan Aceh pasca konflik dan tsunami sangat luar biasa dan patut diapresiasi. “Aceh aman, tidak ada begal, dan biaya makanan di pantai murah-murah,” ujarnya, membesarkan hati masyarakat Aceh.

Kepala BPS Aceh juga mengutarakan niatnya untuk membangun literasi angka dan data sebagai indikator kemajuan dengan menyusun tiga buah buku dalam tahun ini. Salah satu buku tersebut akan bercerita tentang “Kebangkitan Aceh dalam Angka dan Cerita, Dua Dasawarsa Pasca Tsunami.”

Ia berharap Aceh bisa dibangun dengan sikap terbuka dan saling menghormati, agar syari’at Islam tidak menjadi celah bagi orang lain untuk mengolok-olok. “Saya suka dan senang diberi amanah bekerja di Aceh karena orang Aceh baik-baik, jujur, dan kemauan maju sangat tinggi,” lanjutnya.

Ahmad Riswan mendorong para pejabat publik di Aceh untuk meningkatkan literasi berbagai indikator data strategis seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, pariwisata, nilai tukar petani, ekspor impor, ketimpangan ekonomi, dan indikator lainnya dengan rutin mengikuti rilis Berita Resmi Statistik setiap awal bulan.

Ia berharap data-data tersebut digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan yang berdampak besar pada kesejahteraan masyarakat Aceh. “Besar harapan kami agar data ini digunakan sebagai pijakan untuk membuat keputusan pembangunan,” katanya.

Berita resmi statistik selanjutnya akan digelar di Gedung Perpustakaan Aceh di Lamnyong pada 1 Agustus 2024. Ini merupakan bagian dari implementasi kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh serta kolaborasi dengan Pemerintah Aceh dalam mengawal dan mengakselerasi pembangunan di Aceh.

BPS Aceh akan menerbitkan tiga buku penting dalam tahun ini. Buku pertama akan diterbitkan pada hari ulang tahun statistik 26 September 2024, berisi tentang upaya memahami simbol-simbol atau bahasa ekonomi dalam laporan resmi statistik.

Buku kedua, yang akan diluncurkan pada peringatan tsunami 26 Desember 2024, berisi tentang kebangkitan Aceh pasca konflik dan tsunami. Buku ini akan kaya dengan dokumenter, grafik, sambutan positif, pengalaman ekonomi, dan features perjalanan mengumpulkan data.

Buku ketiga akan merangkum tantangan-tantangan pembangunan sosial-ekonomi di 23 kabupaten/kota di Aceh pasca PON XXI dan Pilkada serentak akhir tahun. Tujuannya adalah agar pembangunan Aceh memiliki dasar data yang akurat sehingga antar kabupaten bisa bekerja sama dan menyelaraskan visi pembangunan jangka panjang untuk masa depan Aceh yang lebih cerah. (Hawanis)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh, Nama M. Taufik Muncul sebagai Calon Plt
Siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Korban Dirawat di Rumah Sakit
DPD RI Dorong Penyelesaian Polemik Bendera Aceh antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Dugaan Hilangnya Tengku Ilyas Tokoh dalam Orasi di Banda Aceh Memicu Sorotan Publik
Tiga Perkara Kericuhan Damai Aceh Mulai Ditangani Polda, Publik Tunggu Transparansi Penanganan
Ketimpangan Ekonomi dan Konflik Kewenangan Pemicu Gejolak di Aceh
Presiden Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh
Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Korban Dirawat di Rumah Sakit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Perempuan di Aceh Utara Didakwa Jadi Perantara Pembelian Sabu, Persidangan Digelar di PN Lhoksukon

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Dua Kurir Ganja 93 Kilogram Asal Aceh Ditangkap di Medan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Penambangan Tanpa Izin

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Temu Ramah dengan Insan Pers, Kapolres Gayo Lues: Saya Merasa Seperti Pulang ke Kampung Sendiri

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Dokter Tifa Sesalkan Sikap Kejaksaan yang Abaikan Putusan Pengadilan dalam Sidang Praperadilan

Berita Terbaru