Banda Aceh — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, memimpin langsung Sidang Terbuka Kelulusan Akhir seleksi terpadu penerimaan calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama tahun anggaran 2025. Sidang akhir tersebut digelar di Aula Presisi Polda Aceh, pada Rabu, 2 Juli 2025, dan dihadiri oleh para pejabat utama Polda, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para peserta seleksi.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda Aceh menyampaikan bahwa sidang terbuka ini merupakan tahapan penentu akhir dari seluruh rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri yang dilaksanakan oleh Polda Aceh melalui Panitia Daerah (Panda) secara terpadu dan akuntabel.
Berdasarkan hasil seleksi akhir, peserta yang dinyatakan lulus terpilih terdiri dari:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
9 calon Taruna Akpol
-
4 Bintara Rekpro
-
3 Bakomsus Kesehatan
-
2 Bakomsus Hukum
-
1 Bakomsus Gizi
-
2 Bakomsus Akuntansi
-
1 Bakomsus Tata Boga
-
4 Bintara Polair
-
17 Bintara Brimob
-
88 Bintara Polisi Tugas Umum (PTU)
-
38 Tamtama
Dalam sambutannya, Brigjen Ari menekankan bahwa tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan sosok-sosok anggota Polri yang bukan hanya kuat secara fisik dan mental, tetapi juga cakap secara intelektual, disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Setiap anggota Polri harus mampu berinovasi dan bertransformasi demi mewujudkan Polri yang presisi dan berwibawa. Perbaikan pelayanan publik juga harus terus diutamakan agar semakin modern, terintegrasi, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa penerimaan terpadu Polri merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri secara menyeluruh. Polda Aceh, kata dia, telah menjalankan seluruh tahapan seleksi dengan mengedepankan prinsip BETAH — Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, serta memastikan pelaksanaan yang jujur, objektif, unggul, dan kompetitif.
Dalam mendukung prinsip tersebut, berbagai metode modern seperti Computer Assisted Test (CAT) diterapkan dalam ujian psikologi dan akademik. Selain itu, proses seleksi juga diawasi ketat oleh unsur pengawas internal dan eksternal, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tim IT, serta instansi lain yang berkompeten.
“Dengan mekanisme seleksi seperti ini, peluang untuk melakukan kecurangan diminimalkan semaksimal mungkin. Ini bagian dari komitmen kami membangun Polri yang bersih dan dipercaya publik,” ujarnya.
Kepada para peserta yang dinyatakan lulus, khususnya calon Taruna Akpol, Wakapolda mengingatkan agar menjaga semangat, motivasi, serta komitmen untuk mengikuti tahapan seleksi tingkat pusat dengan penuh kedisiplinan dan semangat juang tinggi.
Sementara kepada calon Bintara dan Tamtama yang akan menempuh pendidikan di luar Aceh, Brigjen Ari berpesan agar mereka selalu menjaga nama baik Polda Aceh dan menunjukkan perilaku terpuji, baik dalam kedisiplinan maupun dalam interaksi sosial di lingkungan pendidikan.
“Bagi peserta yang belum berhasil kali ini, jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi di seleksi mendatang,” pesannya.
Menutup arahannya, Wakapolda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi dan pengawas yang telah bekerja keras dan profesional dalam menyelenggarakan proses seleksi ini.
“Mari kita bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk menghasilkan generasi Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Brigjen Ari. (*)






































