Titik Panas di Sumatra Semakin Meluas, Kabut Asap Selimuti Singapura

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 8 Oktober 2023 - 02:39 WIB

50301 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS | Kualitas udara Singapura turun ke kisaran tidak sehat pada Sabtu (7/10), menurut data resmi, dipicu oleh meningkatnya kebakaran hutan di Indonesia yang membawa kabut asap ke negara kota tersebut.

Pada pukul 14.00 waktu setempat, Indeks Standar Pencemaran 24 jam di bagian timur dan tengah Singapura berada di atas 100, tingkat di mana masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas berat di luar ruangan dalam waktu lama.

Kabut asap lintas batas merupakan masalah menahun di Asia Tenggara karena adanya celah peraturan yang menyulitkan pihak berwenang untuk menghilangkan praktik pembukaan lahan dengan cara tebang dan bakar di Tanah Air.

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura mengatakan 212 titik panas terdeteksi di Sumatra pada Jumat (6/10), naik dari 65 pada Kamis (5/10) dan 15 pada hari sebelumnya.

Sebuah bus wisata melewati kawasan pusat bisnis yang diselimuti kabut di Singapura pada 29 September 2015. (Foto: Reuters)
Sebuah bus wisata melewati kawasan pusat bisnis yang diselimuti kabut di Singapura pada 29 September 2015. (Foto: Reuters)

Pergeseran singkat arah angin pada Jumat (6/10) petang meniupkan sebagian kabut tipis ke arah Singapura, sehingga memperburuk kualitas udara di negara kepulauan tersebut, katanya.

Perkebunan kelapa sawit dan bubuk kertas sering kali membuka lahan di Tanah Air dengan cara tradisional, yaitu membakar lahan. Menurut catatan publik, perusahaan-perusahaan itu dimiliki oleh perusahaan dalam dan luar negeri atau perusahaan yang terdaftar di luar negeri

Pemerintah sering kali memadamkan kebakaran hutan dengan air yang disemprotkan dari helikopter dan menyebabkan hujan melalui penyemaian awan, kata Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya pada Jumat (6/10). Ia menepis kabut asap domestik melintasi perbatasan antarnegara.

Pada awal minggu ini Kuala Lumpur mendesak Jakarta untuk mengambil tindakan terhadap kebakaran di wilayah Indonesia karena kualitas udara di Malaysia mencapai tingkat yang tidak sehat.

Pada 2015 dan 2019, kebakaran serupa menghanguskan jutaan hektar lahan di Indonesia dan menyebabkan kabut asap menyebar ke beberapa negara Asia Tenggara, sehingga menghasilkan emisi yang mencapai rekor tertinggi, menurut para ilmuwan.

Kondisi kabut asap paling parah yang tercatat di Singapura terjadi pada bulan September 2015, ketika indeks 24 jam melampaui angka 300 hingga mencapai tingkat berbahaya. Akibat negara kota tersebut memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah. [ah/ft]/VOA

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kemlu: Tak Ada WNI Terdampak Serangan Balasan Iran di Israel
Israel Janji Fokus Pada Pembebasan Sandera di Gaza
Pakar: Serangan Iran ke Israel akan Tingkatkan Eskalasi di Timteng
Iran Serang Israel, Indonesia Serukan Semua Pihak Menahan Diri
Militer Iran: Serangan terhadap Israel Capai Target
Seorang Pria Terluka dalam Penembakan di Bandara Kuala Lumpur
Iran Serang Israel, Indonesia Pantau Eskalasi dan Keberadaan 115 WNI di Israel
Penanganan Etnis Rohingya Tetap Memperhatikan Kepentingan Nasional

Berita Terkait

Minggu, 31 Maret 2024 - 14:53 WIB

Rudi Tarigan : Ingatkan Kepala Desa Jangan Gelap Mata Gunakan Dana Desa Jelang Lebaran

Minggu, 31 Maret 2024 - 14:36 WIB

Proyek Pengaspalan Jalan Nasional di Wilayah PPK 3.5 Aceh Tenggara Diduga Tidak Gunakan K3 saat Pengaspalan

Kamis, 28 Maret 2024 - 20:37 WIB

Pj. Gubernur Kirim Bantuan Masa Panik Untuk Korban Puting Beliung Aceh Tenggara

Rabu, 27 Maret 2024 - 22:47 WIB

Relawan Meminta Ali Basrah Maju di Pilkada 2024

Sabtu, 23 Maret 2024 - 15:29 WIB

PENJARA Endus Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRK Agara Penimbunan Pupuk Subsidi.

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:58 WIB

PPK 3.5 Asal asalan Melaksanakan Pekerjaan Perawatan Saluran Drainase Pada Ruas Jalan Nasional

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:34 WIB

PENJARA Endus Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRK Agara Penimbunan Pupuk Subsidi

Sabtu, 23 Maret 2024 - 03:20 WIB

Galian C Ilegal Diduga Marak di Agara, LIRA Minta Polda Aceh ‘Telisik’

Berita Terbaru