Suka Makmue : Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026.M.Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jami’k Krueng Neuang Desa Blang Masjid Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh menggelar rangkaian dakwah, tausiyah, dan persiapan fisik untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut.
Kegiatan dakwah tersebut dilaksanakan di Meunasah Jami’k Pada Hari Kamis 12 Februari 2026 ( Malam Jum’at) Bakda Shalat Insya Hingga selesai.
Ketua Panitia pelaksana kegiatan Dakwah Islamiyah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447.H / 2026.M Fahrul Rozi Zaka yang didampingi Musliadi Ketua Pemuda Gampong Blang Madjid mengatakan kepada media ini, kegiatan menyambut bulan suci Ramadhan ini adalah Agenda Tahunan Desa Blang Masjid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian Fahrul Rozi Zaka dalam laporan panitia menyampaikan kegiatan ini terlaksana dengan baik atas dukungan dari Pemerintah Desa dan seluruh Masyarakat Desa Blang Masjid, dan kami atas nama panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh Donatur yang tak terikat yang telah membantu sukses kegiatan dakwah ini, dan juga para Panitia yang telah bekerja sejak jauh jauh hari untuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Kata Fahrul Rozi Zaka.
Dakwah Islamiah tersebut yang akan disampaikan oleh Almukaram Tgk. Ismail Dari Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta mempersiapkan sarana ibadah agar lebih nyaman dalam ibdah puasa pada tahun ini .Ucap Fahrul Rozi Zaka.
Keuchik Gampong Blang Masjid Kamaruzzaman dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan ini terlaksana atas kerja keras para Pemuda dan pengus Badan Kemakmuran Masjid ( BKM ) Jami’k Krueng Neuang Desa Blang Masjid.
“Ceramah agama menyambut Ramadhan menekankan kegembiraan, persiapan fisik dan mental, serta peningkatan taqwa”.
Umat Muslim dianjurkan menyambut bulan suci dengan taubat nasuha, memperdalam ilmu fiqih puasa, dan memperbanyak amal kebaikan. Ramadhan adalah ladang pahala, di mana pintu surga dibuka, setan dibelenggu, dan dosa diampuni. Kata Kamaruzzaman Keuchik Gampong Blang Masjid.
Dalam kesempatan tersebut, Tgk Ismail dari Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan sebagai Almukaram menyampaikan terkait tentang Bulan Ramadhan, Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam yang dianggap suci dan mulia, di mana umat Muslim di seluruh dunia diwajibkan menjalankan ibadah puasa (syahrul shiyaam) selama 29-30 hari dari fajar hingga matahari terbenam.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang memiliki makna dan keistimewaan tersendiri bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Namun, bulan Ramadhan memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.
Puasa adalah perbedaan paling mencolok antara bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. Selama bulan Ramadhan, umat Islam diharuskan untuk menahan diri dari makan, minum, dan mengendalikan diri mulai dari fajar hingga matahari terbenam. Hal ini dikarenakan puasa di bulan Ramadhan memiliki makna spiritual yang mendalam, di mana umat Islam berusaha memperkuat hubungan mereka dengan Allah serta mengendalikan hawa nafsu.
Bulan ini penuh keberkahan, ampunan, dan momen diturunkannya Al-Qur’an (Lailatul Qadar), yang menjadi ajang meningkatkan ibadah seperti shalat tarawih, tadarus, dan sedekah. Kata Tgk Ismail.
Ramadhan sering disebut Syayidul Suhul (rajanya bulan) karena pahala ibadah dilipatgandakan dan pintu ampunan dibuka lebar.
“Bulan ini istimewa karena Al-Qur’an pertama kali diturunkan, sering diperingati sebagai Nuzulul Qur’an“.
Ramadhan berasal dari akar kata Arab ar-ramad, yang berarti panas terik, secara filosofis dimaknai sebagai panas yang meluruhkan dosa-dosa manusia.
Hal-hal yang membatalkan puasa secara umum adalah memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja (makan/minum), muntah disengaja, berhubungan intim, keluar mani sengaja, haid/nifas, gila, dan murtad. Puasa batal jika tindakan tersebut dilakukan sadar dan sengaja, namun jika lupa, puasa tetap sah dan wajib dilanjutkan.
Turut dihadiri kegiatan tersebut. Umum Mukin Krueng Neuang Tgk.Hasyem. Kechik Blang Neuang. Tokoh Masyarakat Said Walidi. Ketua Tuha Peut Blang Masjid Tgk.Ali Ikbar Is. Ketua RAPI Nagan Raya, dan Seluruh Perangkat Desa Blang Masjid.
“Usai kegiatan dakwah Panitia memberikan Gelang dari Batu Giok Nagan sebagai Cendra Mata untuk Tgk.Ismail”.
Lalu Tgk. Ismail disaat menerima Cendra Mata berupa gelang Batu Giok terasa kagum dan terasa hari karna selama Saya dakwah keliling Aceh belum pernah menerima Cendra Mata ini. Tambah Tgk.Ismail Pendakwah dari Aceh Selatan. ( Red)





































