DAMPAK MEDIA BARU TERHADAP ETIKA ANAK MUDA

DENI

- Redaksi

Jumat, 28 Februari 2025 - 14:21 WIB

502,037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini – Di zaman sekarang, media sosial dan berbagai platform digital sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda. Dari bangun tidur sampai sebelum tidur lagi, rasanya sulit lepas dari ponsel. Segala informasi bisa diakses dengan cepat, komunikasi jadi lebih mudah, dan ekspresi diri semakin bebas. Tapi, di balik semua kemudahan itu, ada satu hal yang sering diabaikan: etika.

Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah cara berkomunikasi. Dulu, kalau ingin bicara dengan seseorang, kita harus bertatap muka atau setidaknya berbicara langsung. Sekarang, tinggal ketik dan kirim. Sayangnya, karena tidak harus melihat ekspresi lawan bicara, banyak orang jadi lebih bebas berkata kasar, menghina, atau bahkan melakukan cyberbullying tanpa rasa bersalah. Mereka lupa kalau di balik layar ada manusia lain yang bisa tersakiti.

Selain itu, budaya viral di media sosial juga mempengaruhi cara anak muda bertindak. Banyak yang rela melakukan hal-hal di luar batas hanya demi mendapatkan perhatian, seperti membuat prank berlebihan, menyebarkan berita palsu, atau mempermalukan orang lain. Selama kontennya ramai ditonton, urusan etika jadi nomor sekian. Akibatnya, banyak nilai-nilai baik yang mulai luntur karena semua orang hanya fokus mencari popularitas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Interaksi sosial di dunia nyata juga semakin berkurang. Banyak anak muda yang lebih nyaman berkomunikasi lewat chat atau komentar di media sosial daripada berbicara langsung. Akibatnya, kemampuan berbicara, mendengar, dan memahami perasaan orang lain jadi melemah. Kita jadi lebih mudah salah paham dan kurang peduli dengan orang di sekitar.

Masalah lain yang sering diabaikan adalah soal privasi. Banyak yang tanpa sadar membagikan informasi pribadi, seperti lokasi, data diri, atau bahkan hal-hal yang seharusnya bersifat pribadi. Padahal, informasi ini bisa saja disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena masih kurangnya edukasi tentang bagaimana bersikap di dunia digital. Banyak orang tua dan guru yang belum benar-benar memahami dunia media sosial, sehingga sulit untuk memberikan arahan yang tepat. Akibatnya, anak muda lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat di internet tanpa ada bimbingan yang jelas tentang mana yang benar dan mana yang salah.

Untuk mengatasi masalah ini, semua pihak harus ikut berperan. Orang tua harus lebih peduli dan aktif mengajarkan anak-anaknya bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak. Sekolah juga perlu mengajarkan literasi digital agar anak-anak bisa memahami risiko dan tanggung jawab saat menggunakan internet. Selain itu, platform media sosial dan pemerintah juga harus lebih tegas dalam mengawasi konten yang bisa merusak nilai-nilai moral generasi muda.

Jika semua orang bisa lebih sadar dan peduli, media digital bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat tanpa harus mengorbankan etika. Anak muda tetap bisa menikmati teknologi, tetapi dengan cara yang lebih positif dan bertanggung jawab. Bagaimanapun, dunia maya dan dunia nyata tetaplah sama—keduanya membutuhkan etika agar bisa berjalan dengan baik.

 Penulis

Syarifatun Nikmah (Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam)

Universitas Serambi Mekkah

Berita Terkait

Sudah H+10 Teror nDhas Babi dan 6 Tikus tanpa nDhas belum terungkap? Terwelu
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446.H Pemuda Keude Linteung Salurkan Santunan Anak Yatim.
Implementasi Idul Fitri dalam Kehidupan Sehari-hari
Jaga Persatuan Dan Kesatuan Pemuda Keude Linteung Gelar Buka Puasa Bersama.
Said Aril Laihahril Ketua PMI Nagan Raya Berikan Santunan Anak Yatim Secara Simbolis.
Pemilihan Rektor IAIN Lhokseumawe, Ajang Adu Kuat Dukungan Parpol
Simak Kelebihan dan Kekurangan On Cloud Drift Terbaru 2025 Ini
Menelisik Dominus Litis Kejaksaan: Ancaman terhadap Keadilan dan Independensi Hukum Di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 31 Maret 2025 - 13:47 WIB

Babinsa Koramil 10/Pantan Cuaca Menjalin kedekatan dengan Pemuda dengan Cara Silahturahmi di Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1446 H

Minggu, 30 Maret 2025 - 15:26 WIB

Babinsa Koramil 10/Pantan Cuaca Melaksanakan Komsos Dengan Masyarakat Desa Binaan

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:55 WIB

Jelang Serah Terima Jabatan Komandan Kodim 0113/ Gayo Lues, Tim Verifikasi Tiba Di Kodim 0113/ Gayo Lues

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:30 WIB

Cek harga sembako di Bulan Ramadhan, Babinsa Desa Sangir turun ke Pasar Tradisional

Rabu, 26 Maret 2025 - 12:58 WIB

Babinsa 10/Pantan Cuaca Komsos Dengan Anak anak Di Desa Binaan

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:14 WIB

Kodim 0113/ Gayo Lues Bersama Forkopimda Melaksanakan Bazar Murah Dalam Rangka Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H/ 2025 M

Minggu, 23 Maret 2025 - 23:56 WIB

Berkah Ramadhan Kepala Desa Kampung Bener Digul, Manap Santuni Anak Yatim

Sabtu, 22 Maret 2025 - 22:35 WIB

Pemerintah Kampung Bustanussalam Gelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an

Berita Terbaru