GAYO LUES. BARANEWSACEH.CO — Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Gayo Lues kembali menjadi sorotan menyusul antrean panjang kendaraan di SPBU Raklunung yang berbanding terbalik dengan maraknya pengecer ilegal di sejumlah titik.
Anggota DPRD Gayo Lues, Karim, menilai ada kejanggalan dalam rantai distribusi BBM. Ia mempertanyakan kondisi di mana masyarakat kesulitan memperoleh BBM di pompa resmi, sementara stok di tingkat pengecer justru melimpah dengan harga tinggi.
“Harus ada pihak yang menertibkan dan memastikan distribusi BBM tidak dimainkan,” kata Karim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan tersebut turut disampaikan M. Darsyah bersama Muhfijar (31), yang mencurigai adanya permainan oknum petugas SPBU dengan kendaraan tertentu. Mereka menduga ada kendaraan yang dapat mengisi melebihi batas maksimal 15 liter dengan imbalan tertentu, meski aturan pembatasan telah diberlakukan.
Menanggapi hal itu, pengawas SPBU Raklunung, Lukman, menegaskan pihaknya sudah menginstruksikan seluruh operator agar mematuhi Surat Edaran Bupati terkait kuota pengisian. Ia menyatakan tidak akan menoleransi pelanggaran prosedur dan siap memberhentikan karyawan yang terbukti menyimpang.
Manajemen SPBU bahkan meminta masyarakat melaporkan bukti konkret berupa rekaman video apabila menemukan pelanggaran pengisian melebihi ketentuan. Selain itu, SPBU juga mengusulkan kehadiran aparat keamanan di area pengisian guna menjaga ketertiban serta meredam kecurigaan publik.
Lukman mengakui pasokan BBM sangat bergantung pada pengiriman dari Medan, Sumatera Utara, yang jadwalnya kerap tidak menentu. Ia mendorong seluruh SPBU di Gayo Lues untuk melakukan pemesanan harian agar beban distribusi tidak hanya bertumpu pada SPBU Raklunung.
Sinergi antara kepastian stok dari Pertamina, pengawasan ketat, serta dukungan keamanan diharapkan dapat menormalkan kembali distribusi BBM di wilayah tersebut. (J.porang)





































