HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Relawan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM Mengajar di Pengungsian Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:53 WIB

50477 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan mengajar Relawan Pendidikan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM di Desa Ketol, Aceh Tengah. Foto: Istimewa

Kegiatan mengajar Relawan Pendidikan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM di Desa Ketol, Aceh Tengah. Foto: Istimewa

Banda Aceh, 21 Januari 2026 –  Relawan Pendidikan Sekolah Sukma Bangsa (SSB) bersama Fisipol UGM Mengajar terus melakukan pendampingan pembelajaran bagi siswa terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.

Para relawan saat ini beraktivitas langsung di lokasi pengungsian dan sekolah darurat yang melaksanakan proses belajar mengajar di tenda.

Hal ini dilaporkan Koordinator Relawan, Victor Yasadana alias Tongky sebagai pada Rabu, 21 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tim relawan berkegiatan di Serempah, tempat SD Negeri 10 Ketol, Kecamatan Ketol menjalankan pembelajaran di tenda darurat. Selain itu, pendampingan juga dilakukan di SMP Negeri 9 Bintang, Kecamatan Bintang, SD Negeri 11 Linge di Pantan Nangka, Kecamatan Linge, serta SMP Negeri 22 Lut Tawar, Takengon.

Relawan pendidikan juga bergerak di wilayah lain, seperti Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, serta Aceh Tamiang. “Untuk memastikan kegiatan belajar anak-anak tetap berlangsung pascabencana,” imbuh Tongky.

Dalam waktu dekat, sekitar 60 relawan baru dijadwalkan mengikuti pelatihan di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie pada 28–30 Januari 2026. Setelah pelatihan, para relawan tersebut akan diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk rencana penempatan di Gayo Lues.

Seiring kondisi mulai membaik, sejumlah sekolah, terutama yang bangunannya tidak mengalami kerusakan berat berangsur kembali melaksanakan pembelajaran secara normal.

Namun, pihak relawan berharap adanya dukungan informasi dari pemerintah daerah terkait sekolah-sekolah yang masih belajar di tenda atau di lokasi pengungsian, setidaknya hingga menjelang Ramadan 2026.

“Informasi tersebut dibutuhkan untuk melakukan assessment awal penempatan relawan lanjutan, khususnya di wilayah Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang,” ujar Tongky.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gayo Lues, Basri, S.Pd, menyampaikan bahwa dampak bencana banjir di wilayahnya masih cukup besar. Berdasarkan data sementara, sebanyak 249 rumah siswa terdampak banjir, sehingga banyak peserta didik harus belajar dalam keterbatasan.

“Kami masih sangat membutuhkan bantuan peralatan sekolah, seperti seragam, tas, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya. Saat ini siswa dan guru masih belajar dan mengajar dengan kondisi seadanya,” ujar Basri.

Menanggapi kondisi tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa proses belajar mengajar harus tetap berlangsung meskipun berada dalam situasi darurat bencana.

Menurutnya, rasa optimisme yang terus ditumbuhkan kepada siswa akan berdampak besar terhadap semangat belajar mereka. “Optimisme ini penting agar anak-anak tetap memiliki harapan dan masa depan yang lebih baik ke depan,” katanya.

Murthalamuddin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu membantu penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah terdampak bencana.

“Dengan kolaborasi seperti ini, kami merasa sangat terbantu. Ini menjadi alasan kuat agar dunia pendidikan Aceh dapat lebih cepat keluar dari masa darurat bencana seperti yang sedang kita hadapi,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan
Dua Warga Aceh Tamiang Korban Perdagangan Orang di Madagaskar Kembali ke Tanah Air

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru