Dari Pelosok Aceh Timur, Arpin Menaklukkan Mimpi Jadi Sarjana: “Bikin Ibu Bangga, Itu Tujuan Hidup Saya!”

denny

- Redaksi

Sabtu, 24 Mei 2025 - 23:03 WIB

50495 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arpin, Mahasiswa USM yang tidak pernah menyerah (dok Humas USM)

Arpin, Mahasiswa USM yang tidak pernah menyerah (dok Humas USM)

Banda Aceh – Di balik senyum lelah seorang pemuda dari Desa Selemak, Aceh Timur, tersembunyi cerita perjuangan yang luar biasa. Namanya Arpin. Anak kampung biasa dengan mimpi luar biasa jadi sarjana di Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh. Kedengarannya sederhana, tapi buat Arpin, ini adalah misi hidup yang ia perjuangkan habis-habisan.

Lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan, Arpin tahu betul jalan yang akan ia tempuh nggak bakal mudah. Tapi justru di sanalah semangatnya menyala. Bukannya ciut, Arpin memilih menghadapi semua keterbatasan dengan kepala tegak dan hati membara. Ia pun mantap memilih Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Agama Islam (FAI), sebagai panggung perjuangannya.

“Saya tahu ini tidak gampang, tapi saya juga tahu saya gak boleh menyerah,” kata Arpin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hidup Serba Pas-pasan, Tapi Semangat Nggak Pernah Tipis

Kehidupan Arpin selama kuliah penuh dengan kisah yang bikin mata berkaca-kaca. Pernah kelaparan karena nggak punya uang buat makan? Sudah. Pernah tidur di sekretariat organisasi karena nggak mampu bayar kos? Itu udah biasa. Tapi satu hal yang nggak pernah hilang dari Arpin yaitu semangat belajar.

Ia tetap rajin kuliah, aktif organisasi, dan terus mengasah kemampuan komunikasi. Segala keterbatasan justru membuatnya semakin tangguh. Ia bukan cuma belajar di kelas, tapi juga belajar tentang hidup, tentang bertahan, berjuang, dan bermimpi besar meski dari titik nol.

Momen Haru: Skripsi Tuntas, Gelar Sarjana di Tangan

Hari yang dinanti pun tiba. Sabtu, 24 Mei 2025, Arpin menjalani sidang skripsi alias Munaqasyah. Dengan nilai memuaskan, ia resmi menyandang gelar sarjana. Tangis haru pun pecah. Bukan karena lelah, tapi karena mimpi yang ia peluk sejak lama akhirnya jadi nyata.

“Saya persembahkan ini untuk ibu saya. Beliau selalu mendoakan saya, meski saya jauh dari rumah,” ucap Arpin, menahan haru.

Di balik suksesnya, ada sosok ibu yang jadi sumber kekuatan. Meski harus meninggalkan pelukan hangat sang bunda demi kuliah di kota, Arpin tahu, tiap langkahnya didorong oleh cinta dan doa ibu tercinta.

Bukan Sekadar Lulus, Tapi Menginspirasi

Kisah Arpin bukan cuma soal perjuangan meraih gelar, tapi juga soal bagaimana keteguhan dan cinta bisa mengalahkan segala keterbatasan. Ia membuktikan bahwa kamu tidak perlu lahir di kota besar atau punya uang berlimpah untuk bermimpi tinggi. Yang kamu butuh cuma satu tekad baja dan hati yang tidak gampang nyerah.

Sekarang, Arpin siap membuka lembaran baru. Entah itu melanjutkan studi, atau terjun ke dunia kerja, satu hal pasti, dia akan terus melangkah dengan semangat yang sama,  semangat untuk membuat ibu bangga dan menginspirasi anak muda lain di seluruh Indonesia.

“Kerja keras saya bukan buat pamer, tapi buat jadi bukti bahwa siapa pun bisa berhasil asal tidak menyerah,” tutup Arpin.

 

Kisah Arpin adalah pengingat bahwa kadang, dari tempat terpencil sekalipun, bisa lahir cahaya yang menyinari banyak jiwa. Keep dreaming, keep fighting!

 

Berita Terkait

Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning
156 Ribu Anak Aceh Terancam Stunting, APBA 2026 Nihil Anggaran, Sekda Aceh Dinilai Gagal Terjemahkan Visi Gubernur
Anggaran Seremonial Rp72,7 Miliar Disorot Kemendagri, TAPA Aceh Dituding Menyimpang dari RPJMA dan Mengkhianati Rakyat
Ketua Umum DEMA Ushuluddin dan Filsafat Kecam Pengadaan Mobil Dinas BRA Sebesar 20 Miliyar
Dana Bencana Rp132 Miliar Dipertanyakan, Alamp Aksi Desak Sekda Bertanggung Jawab dan KPK Turun Tangan
Menjelang Pemilihan Rektor USK, Tujuh BEM Fakultas Ungkap Retaknya Representasi Mahasiswa
Tata Kelola Birokrasi Amburadul dan Penanganan Bencana Lamban, Pergantian Sekda Aceh Tak Bisa Ditunda
Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Gelar Upacara Hari Pabean Internasional 2026

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 13:41 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Bersama Kejaksaan Negeri Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Dugaan Tindak Pidana Menghilangkan Jiwa Orang Lain

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:37 WIB

Tradisi “Koro Jamu” di Gayo: Lelaki Diangkap yang Terbatas Jadi Pemimpin Adat

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:34 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tokoh Masyarakat Gayo Lues Dukung Penuh Polri di Bawah Komando Langsung Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:44 WIB

Pengukuhan Jabatan Wadanyon Para Pasi Serta Danki dan Jajaran Batalyon D Pelopor Brimob Aceh

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:02 WIB

Warga Pasir Putih Masih Terisolasi Pascabencana, Kepala Desa Minta Perhatian Pemerintah Pusat

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:32 WIB

Bupati Gayo Lues Lepas Keberangkatan Umroh Juara MTQ, Harap Prestasi Jadi Inspirasi

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:29 WIB

Dharma Wanita Persatuan Gayo Lues Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Tragedi Idi Cut 3 Februari 1999 Pelanggaran HAM Berat?

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:18 WIB