slot preparation.lsrs.lu

DAMPAK TAYANGAN TELEVISI TERHADAP POLA PIKIR MASYARAKAT: EDUKASI ATAU SENSASI?

denny

- Redaksi

Jumat, 28 Februari 2025 - 14:27 WIB

502,110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asyifa Mahira

Asyifa Mahira

Opini – Televisi telah menjadi salah satu media paling berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Sejak pertama kali ditemukan, televisi memiliki kemampuan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, menyajikan berbagai jenis tayangan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan membentuk pandangan hidup. Televisi memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik serta mempengaruhi pola pikir dan perilaku sosial. Namun, dalam perkembangannya, muncul pertanyaan besar: apakah televisi lebih berfungsi sebagai alat edukasi atau justru hanya menyajikan sensasi tanpa substansi?

Televisi dapat menjadi sarana edukasi melalui tayangan berita, dokumenter, atau program pendidikan yang menambah wawasan masyarakat. Tayangan ini membantu masyarakat memahami isu-isu global dan meningkatkan pengetahuan. Tidak bisa disangkal, televisi memiliki potensi besar sebagai media edukatif. Program-program seperti dokumenter, berita investagasi, talkshow ilmiah dan program anak yang berkualitas telah terbukti mampu meningkatkan wawasan dan literasi masyarakat. Tayangan yang membahas isu sosial seperti kemiskinan, kesehatan, atau lingkungan dapat membangkitkan rasa empati dan kepedulian masyarakat.

Menurut penelitian dari Saputra dan Wulandari (2020) dalam jurnal Komunikasi Massa dan Dampaknya, tayangan edukatif di televisi berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman masyarakat tentang berbagai isu sosial. Misalnya, program investigatif seperti Mata Najwa seringkali membuka wawasan publik mengenai isu-isu hukum, politik dan sosial yang jarang dibahas di ruang publik lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, televisi juga dapat menjadi sarana pendidikan informal bagi mereka yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal. Tayangan edukatif dapat memberikan pemahaman dasar tentang berbagai ilmu, mulai dari sains hingga sejarah, sehingga memperluas wawasan masyarakat secara luas.

Sayangnya, tidak semua tayangan televisi memiliki nilai edukatif. Banyak tayangan hiburan yang menonjolkan gaya hidup mewah, kekerasan atau gosip selebriti. Maraknya program yang mengutamakan sensasi dibanding substansi justru menciptakan pola pikir konsumtif dan dangkal di masyarakat. Sinetron yang sarat dengan konflik berlebihan, reality show yang mengedepankan drama, serta infotainment yang mengumbar kehidupan pribadi selebriti menjadi santapan sehari-hari pemirsa. Tayangan semacam ini memberikan dan menurunkan nilai moral dan contoh negatif yang mempengaruhi pola pikir masyarakat.

Menurut laporan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tahun 2023 program sinetrron dan reality show masih mendominasi jam tayang utama (prime time) di indonesia, dengan konten yang seringkali tidak sesuai dengan nilai edukatif. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 60% tayangan  televisi lebih berfokus pada hiburan tanpa unsur edukasi. Tayangan semacam ini tidak hanya menurunkan kualitas informasi yang dikonsumsi masyakarat, tetapi juga membentuk persepsi yang keliru terhadap kehidupan. Banyak sinetron yang menggambarkan kekuasaan dan kekayaan sebagai tujuan utama hidup, sementara konflik keluarga dan intrik dianggap sebagai hal yang biasa. Generasi muda yang terus menerus terpapar tayangan semacam ini bisa kehilangan perspektif kritis terhadap realitas sosial yang sesungguhnya. Tayangan yang tidak mendidik dapat membentuk perilaku agresif, malas belajar dan ketergantungan pada hiburan instan.

Dalam menjaga kualitas siaran televisi, peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi sangat penting. Sebagai lembaga pengawas, KPI memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa tayangan televisi tidak hanya mengejar rating, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai edukatif dan moral. Namun, dalam praktiknya, pengawasan ini seringkali kurang efektif, terutama karena tekanan industri media yang lebih mementingkan keuntungan dibandingkan kualitas tayangan.

Televisi memiliki peran ganda sebagai media edukasi sekaligus hiburan. Sayangnya, industri penyiaran di indonesia lebih banyak didominasi oleh tayangan yang mengejar sensasi daripada substansi. Akibatnya pola pikir masyarakat pun ikut terpengaruh, dengan banyak orang yang lebih tertarik ada gosip selebriti dibandingkan isu-isu penting yang sebenarnya berdampak pada kehidupan mereka.

Untuk mengatasi hal ini, masyarakat perlu meningkatkan literasi media agar lebih selektif dalam mengonsumsi tayangan televisi. Selain itu, industri penyiaran juga harus lebih bertanggung jawab dalam menghadirkan program yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Oleh karena itu, diperlukan kontrol dari masyarakat, pemeritah dan lembaga penyiaran untuk memastikan tayangan televisi memberikan dampak positif. Dengan begitu, televisi bisa benar-benar menjadi alat untuk mencerdaskan bangsa, bukan sekadar mengejar rating semata.

 

Penulis

Oleh : Asyifa Mahira

(Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam)

Universitas Serambi Makkah

Berita Terkait

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif
Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya
Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan
Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya
Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue
Satlantas Polres Nagan Raya Gelar Operasi Patuh Seulawah, Imbau Pengguna Jalan Lengkapi Surat dan Perlengkapan Kendaraan
Tinjau Jalan Pertanian di Simeulue, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
Abrasi Sungai Krueng Cut Kian Mengkhawatirkan, Ali Sadikin Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:54 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Hadir dalam Minggu Kasih, Pererat Kebersamaan dengan Umat Katolik

Minggu, 1 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kecelakaan dan Gangguan Kamtibmas, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Patroli Malam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Wustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pembersihan Lumpur Pascabanjir, Ketua LSM Kaliber Aceh Beri Apresiasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Respons Cepat Pascabanjir, Kapolres Agara Pimpin Pengerahan Personel Polres dan Brimob Bantu Warga Desa Kuning I

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu

Berita Terbaru