HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

SEMMI Kom. UIN Ar-Raniry minta Pj Bupati Pidie bertanggung jawab atas hilang nya tempat bersejarah Rumoh Geudong

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 24 Juni 2023 - 14:32 WIB

50526 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, Baranews  – Sekretaris Jenderal Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Kom. UIN Ar-Raniry, mengkritik keras pernyataan Pj Bupati Pidie yang meragukan status sejarah Rumoh Geudong. Rieza Alqusri yang merupakan putra asli Pidie menyampaikan bahwa Rumoh Geudong adalah sebuah tempat bersejarah yang sangat dihargai oleh masyarakat Aceh. Tempat ini menjadi saksi bisu dari tragedi penyiksaan yang mengerikan yang dilakukan oleh aparat militer selama masa konflik di Aceh.

Rumoh Geudong, yang berlokasi di desa Billie Aron, Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie, telah menjadi lambang penderitaan masyarakat Aceh. Selain digunakan sebagai tempat eksekusi dan penyiksaan terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Rumoh Geudong juga menjadi tempat penyiksaan terhadap warga sipil. Metode penyiksaan termasuk pemutaran musik dengan volume tinggi untuk menutupi jeritan menyayat hati para tahanan yang tidak terdengar di luar.

Aparat militer tidak hanya melakukan penyiksaan fisik yang kejam, seperti direndam di air laut, diberikan kejutan listrik, digantung, dan dipukul, tetapi juga melibatkan penyiksaan psikologis dan farmakologis. Korban-korban tersebut mengalami penderitaan yang tak terperi, dengan penyiksaan psikologis melalui penahanan dalam ruangan gelap, pemerkosaan, dan penghinaan yang menyebabkan kerugian moral yang tidak terlupakan. Penyiksaan farmakologis juga dilakukan dengan memaksa korban minum obat-obatan yang menghasilkan efek negatif, termasuk depresi, kelumpuhan, sesak napas, peradangan hati, kejang otot, dan lain-lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekjend SEMMI Kom. UIN Ar-Raniry-Rieza Alqusri, meminta Pj Bupati Pidie agar tidak salah dalam memberikan pernyataan tentang Rumoh Geudong dan meminta pj bupati pidie bertanggung jawab atas kejadian ini, “Berani kali dia Wahyudi Adisiswanto yang bukan putra daerah dan hanya menjabat sebagai pj Bupati diduga ikut serta menghilangkan tempat bersejarah itu”.

Kenyataan bahwa korban yang ingin melupakan peristiwa masa lalu menangis saat melihat sisa-sisa Rumoh Geudong menunjukkan betapa pentingnya kenangan ini bagi mereka. Rumoh Geudong bukanlah sembarang tempat, tetapi merupakan sebuah situs sejarah yang harus dihormati. Menghargai sejarah tidak sama dengan mewarisi dendam, melainkan memastikan bahwa kejahatan masa lalu tidak terulang.

Dia juga menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap upaya meratakan kompleks Rumoh Geudong dengan dalih pembangunan masjid. Ia menekankan bahwa rumah geudong yang menjadi saksi pelanggaran HAM berat pada masa lalu seharusnya dijadikan museum sebagai langkah penting dalam melestarikan sejarah dan memastikan bahwa kejahatan pelanggaran HAM yang terjadi tidak terlupakan. Menjadikan Rumoh Geudong sebagai museum adalah bagian integral dari proses rekonsiliasi dan penghormatan terhadap para korban yang telah menderita.

Harapannya Pemerintah Daerah Pidie dapat membangun museum di kompleks Rumoh Geudong yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman sejarah dan memastikan bahwa kejahatan pelanggaran HAM yang terjadi tidak akan terlupakan. Melalui inisiatif ini, diharapkan kita dapat memberikan penghormatan kepada korban dan keluarga mereka, serta memastikan agar pelajaran berharga dari masa lalu tidak hilang dan diingat oleh generasi mendatang. Tutupnya dengan tegas.

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB