HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Peduli Petani Salwa Cs Dirikan Produksi Pupuk Kompos Mix ALBA Pondok Balik Aceh Tengah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 16 Januari 2024 - 10:38 WIB

50808 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah Baranewsaceh.co – Gerakan pertanian organik sudah di mulai sejak era tahun 1940. Hal ini di lakukan sebagai bentuk reaksi terhadap ketergantungan pertanian pada pupuk sentesis ara pupuk kimia. Faktor lain mulai tumbuhnya kesadaran akan dampak negatif dari penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian moderen terhadap lingkungan. Saat ini sebagian besar petani telah beralih fungsi dari pertanian konvensional menuju pertanian organik dengan banyaknya memasukan unsur alami sebagai bahan baku dalam pengolahan dan pembuatan pupuk organik.

Keberadaan pupuk organik sangat berperan penting dalam meningkatkan kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah serta dapat mengefisienkan pupuk organik. Adapun jenis pupuk organik berpariasi tergantung dari bahan dasar kompos serta proses pembuatannya. Penuturan tersebut disampaikan oleh Salwa,SE,S.Pd salah seorang pendiri Pruduksi Kompos Mix ALBA di Pondok Balik. Minggu (14/01/2024).

Menurut Salwa, berawal dari keyakinan dan kepedulian terhadap para petani, saya bersama rekan saya Hasdinbalimy kemudian mendirikan sebuah usaha pembuatan pupuk kompos Murni dari bahan dasar kotoran kambing, (kohekambing). Kemudian diproses menggunakan mesin penghancur dan di dukung dengan bahan volmulator dengan 40 jenis bakteri yang lengkap, sehingga mampu meningkatkan NPK, nutrisi serta c- organik pada tanaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Selain itu keberadaan pabrik mini pupuk Organik di kampung Pondok Balek kecamatan Ketol kabupaten Aceh Tengah, saat ini telah dapat meringankan beban petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk pada tanaman palawija khusus cabe yang ada di kecamatan ketol dan sekitarnya.

Untuk satu sak pupuk organik Mix ALBA ukuran 25 Kg, di hargai Rp.75.000 (Tujuh puluh lima ribu) sedangkan selama delapan bulan masa produksi, usaha pupuk organik MIX Alba yang digelutinya telah memproduksi sebanyak 25 ton pupuk organik dan sudah terjual ke masyarakat. Ungkapnya.

Iwan (55) Salah seorang petani cabe asal kampung Kuyunlah kecamatan celala, saat di konfirmasi media ini menjelaskan. Saat ini usia tanam cabe miliknya baru berusia 2’5 bukan. Alhamdulillah sudah keluar buah cabai ketepelnya. Ia meyakinkan bahwa pupuk kompos organik Alba Mix cocok untuk pertumbuhan tanaman cabe. Kita mau pesan sekira 60 sak lagi untuk persediaan. Ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah petani lainnya yang mulai tertarik menggunaan pupuk organik Mix Alba. Selain harga murah, kualitasnya juga dapat di andalkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman palawija. Tutupnya.(Hamdani)

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Ridwansyah Dorong Petani Kopi di Gayo Lues Kembangkan Tembakau dengan Pola Tumpang Sari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Brigjen TNI (Mar) Guslin Tinjau Normalisasi Sungai Aih Bobo, 13 Ekskavator Bantuan Presiden Telah Beroperasi di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pemerintah Pusat Kirim 16 Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Excavator Tertimbun Longsor Susulan di Jalan Ketukah Gayo Lues, Operator Lompat Selamatkan Diri

Berita Terbaru