Razia Plat BL, Jamaluddin Idham Minta Bobby Nasution Ditegur Presiden

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 29 September 2025 - 17:50 WIB

50540 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Anggota DPR RI asal Aceh, Jamaluddin Idham, mengecam keras langkah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menggelar razia terhadap kendaraan berpelat BL dari Aceh serta meminta agar pelat tersebut diganti dengan pelat BK. Ia menilai kebijakan itu bukan hanya keliru secara hukum, tetapi juga dapat merusak hubungan harmonis antarwilayah yang telah terjalin selama ini.

“Saya mengecam tindakan Gubsu Bobby Nasution. Dia harus tahu dan paham bahwa pelat kendaraan berlaku secara nasional, bukan hanya di satu provinsi,” ujar Jamaluddin, Senin (29/9/2025).

Politisi dari PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa Aceh dan Sumatera Utara memiliki hubungan yang erat, baik secara geografis maupun ekonomi, terutama dalam sektor perdagangan dan transportasi antarwilayah. Dikatakannya, aktivitas angkutan barang dan penumpang dari kedua daerah sejauh ini justru saling menguntungkan dan memperkuat ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap angkutan barang maupun penumpang justru mendukung pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Jangan sampai kebijakan yang keliru merusak keharmonisan yang sudah dibangun sejak lama,” tambahnya.

Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Bobby Nasution yang dinilainya kerap memicu kontroversi. Setelah polemik mengenai empat pulau di Aceh Singkil mencuat beberapa waktu lalu, kini kembali muncul persoalan terkait pelat nomor kendaraan.

“Kemarin masalah pulau, sekarang soal pelat kendaraan. Gubernur harusnya dewasa dalam memimpin dan bijaksana dalam mengambil keputusan, apalagi yang berkaitan dengan hubungan antarwilayah,” ujarnya.

Terkait alasan pihak Sumut yang menyebut kerusakan jalan disebabkan oleh kendaraan dari Aceh, Jamaluddin menyebut argumen tersebut tidak relevan. Menurutnya, jalan nasional dibangun menggunakan dana APBN, dan tidak semestinya kepala daerah memberikan pembatasan berdasarkan asal kendaraan.

“Kalau dihitung, kendaraan berpelat BK yang beroperasi di Aceh justru lebih banyak dibandingkan pelat BL di Medan. Banyak angkutan dari Sumut yang membawa barang dagangan ke Aceh. Jadi sebenarnya Sumut lebih diuntungkan dalam transaksi ekonomi antarwilayah,” paparnya.

Atas kebijakan yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi memecah persatuan, Jamaluddin meminta Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan dan memberikan teguran langsung kepada Gubernur Sumut.

“Ini bukan sekadar persoalan pelat kendaraan, tetapi menyangkut keharmonisan antarwilayah. Jangan sampai kebijakan Gubsu memicu gesekan masyarakat Aceh dan Sumut. Gubsu jangan selalu bikin gaduh dengan masyarakat Aceh,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

KKP Rampungkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I, Satgas Dikerahkan Percepat Operasional
Dirjen LIP Apresiasi TA Khalid Dalam Percepatan Rehab Lahan Pertanian Paska Bencana
Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Profesionalisme dan Modernisasi Hadapi Tantangan Baru
Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026
PJI Kaltim dan MIO Indonesia Soroti Pengamanan Demo Samarinda: Humanis, Profesional, dan Jaga Ruang Demokrasi
Jaga Desa Terintegrasi Siskeudes, Kejaksaan Perkuat Pengawasan Dana Desa Secara Real Time
PT Mahakarya Abadi Konsultan Tegaskan Komitmen Profesionalisme di Tengah Isu Negatif
Presiden Prabowo Bentuk Satgas Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Sinergi Nasional untuk Percepatan Program Pemerintah

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 00:28 WIB

Salah Baca Kritik

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:07 WIB

SDN Babah Krung Nagan Raya Gelar Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:54 WIB

PWI Nagan Raya Berduka, Abang Anggota PWI Agus Salim RZ  Tutup Usia

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:29 WIB

Belajar Memahami Anak di Hari Pendidikan Nasional

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:01 WIB

Hardiknas 2026: Momentum Aceh Melompat atau Tertinggal

Kamis, 30 April 2026 - 16:25 WIB

Transformasi ‘Asabiyyah’ di Era Algoritmik dan Dampaknya Terhadap Polarisasi Sosial-Politik Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 03:11 WIB

Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi

Senin, 27 April 2026 - 15:30 WIB

Kapolsek Kuala Berikan Bantuan Masa Panik Untuk Warga Korban Rumah Tertimpa Pohon Di Gunong Reubo

Berita Terbaru

OPINI

Salah Baca Kritik

Senin, 4 Mei 2026 - 00:28 WIB