slot preparation.lsrs.lu

BARMAS: Bupati Aceh Selatan Minim Literasi, Jangan Beri Angan-Angan Manis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 02:00 WIB

50321 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan — Ketua Barisan Muda Aceh Selatan (Barmas), Muhammad Arhas, melontarkan bantahan keras terhadap pernyataan Bupati H. Mirwan MS yang menyebut dirinya tidak menggunakan “jurus fatality” dalam menggerakkan roda pemerintahan. Dalam keterangan sebelumnya, Mirwan mengatakan mutasi tetap ada, tetapi membutuhkan waktu dan pertimbangan matang. Ia juga berharap seluruh ASN dan pejabat bekerja sesuai tupoksi, melayani masyarakat dengan baik, sembari membangun koneksi untuk mengupayakan dana pusat.

Menurut Arhas, pernyataan itu justru memperlihatkan lemahnya literasi seorang kepala daerah dalam memilih bahasa publik. “Fatality, secara bahasa berarti akibat yang fatal, berujung pada kematian atau konsekuensi akhir. Dalam istilah populer, seperti dalam permainan Mortal Kombat, fatality adalah jurus pamungkas yang menghabisi lawan secara total. Jika istilah ini dibawa ke ranah birokrasi, mestinya dipahami sebagai tindakan pamungkas, tegas, dan final untuk membersihkan praktik KKN,” tegas Arhas.

Arhas menilai, Bupati Mirwan seharusnya tidak menolak penggunaan istilah tersebut, melainkan mengartikannya dalam kerangka reformasi birokrasi. “Kalau memang ingin bicara jurus fatality, gunakanlah untuk menyingkirkan praktik korupsi, kolusi, nepotisme, pungutan liar, dan isu jual beli jabatan dalam mutasi. Gantikan semua itu dengan sistem meritokrasi, agar pejabat yang dihasilkan benar-benar berintegritas, profesional, dan berkualitas,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik Barmas juga diarahkan pada pernyataan Mirwan yang berharap ASN bekerja sesuai tupoksi demi melayani masyarakat. Arhas menyebut, kondisi riil birokrasi Aceh Selatan saat ini justru dalam keadaan lesu dan tidak produktif. “Bagaimana mungkin mewujudkan Aceh Selatan maju dan produktif jika mesin birokrasi sendiri mandek? Mutasi yang berlarut tanpa kepastian hanya memperpanjang kelumpuhan birokrasi,” katanya.

Lebih lanjut, Arhas menyoroti klaim Bupati yang tengah membangun koneksi ke pusat untuk mengupayakan dana tambahan berupa dana jemputan. Menurutnya, kondisi Aceh Selatan justru menghadapi masalah serius dalam realisasi anggaran. “Yang perlu dikhawatirkan bukan dana pusat tidak turun, tetapi dana yang ada justru terancam dipangkas atau terkena finalti karena serapan anggaran yang minim. Ini ibarat menunggu hujan turun tapi air di tempayan sudah ditumpahkan,” sindir Arhas.

Barmas menilai masyarakat sudah lelah diberi angan-angan manis berupa janji anggaran jemputan dari pusat. “Hari ini masyarakat bisa membandingkan dengan daerah tetangga. Pemko Subulussalam sudah membuka seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka, Pemkab Abdya sudah melakukan mutasi. Aceh Selatan masih berkutat dengan retorika tanpa arah. Publik bisa menilai siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang sekadar berpidato dan beretorika manis,” ujar Arhas.

Menurutnya, jika Bupati ingin benar-benar serius memimpin, ia harus berhenti menutupi kelemahan dengan diksi-diksi yang salah kaprah. “Sudah cukup memberi angan-angan. Yang ditunggu rakyat adalah langkah konkret dengan membersihkan birokrasi dari KKN, mempercepat realisasi anggaran, dan membangun tata kelola berbasis meritokrasi. Tanpa itu, jargon ‘Aceh Selatan Maju dan Produktif’ hanya akan menjadi kalimat kosong,” tutup Arhas. (rel)

Berita Terkait

Tinjau Kondisi Dermaga Nelayan Sawang Bak U, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pesisir
Dua Pelajar Tewas dalam Tabrakan di Jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam
HAMAS Dukung Perjuangan Masyarakat Trumon, T. Ridwansyah Kecam Keras Tindakan BKSDA
Excavator Hitachi Disita di Lokasi Dugaan Perambahan Kawasan SM Rawa Singkil Aceh Selatan
Masyarakat Kecamatan Samadua Tegaskan Sikap Tolak Aktivitas Perusahaan Tambang, Desak Pemerintah Batalkan Rekomendasi dan Izin
Dr Nasrul Zaman Kritik Pemkab Aceh Selatan Fasilitasi Sosialisasi IUP di Samadua
Tambang Emas Ilegal Aceh Selatan Menggila, Puluhan Alat Berat Diduga Beroperasi di Bawah Bayang-Bayang Setoran
Perempuan di Aceh Selatan Alami Patah Kaki Akibat Diinjak Gajah Liar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru