JAKARTA | TNI Angkatan Darat tengah mematangkan rencana pembentukan lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru guna memperkuat fungsi teritorial dan kewilayahan di Indonesia. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa lima wilayah yang telah disiapkan sebagai lokasi Kodam baru tersebut mencakup Flores di Nusa Tenggara Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Kepulauan Riau.
Kebijakan strategis ini disampaikan Maruli di sela-sela kegiatan TNI Fair yang berlangsung di Silang Monas, Jakarta, pada Sabtu, 19 September 2026. Menurutnya, penambahan jumlah Kodam merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat untuk mengoptimalkan pembinaan teritorial serta memperluas cakupan kegiatan kewilayahan di daerah-daerah yang dianggap krusial.
Dalam penjelasannya, Maruli menekankan bahwa tugas utama Kodam tidak hanya terbatas pada pembinaan teritorial di masa damai, tetapi juga mencakup fungsi pertahanan dalam kondisi darurat. Kodam nantinya akan memegang peran sentral sebagai komando perlawanan raya semesta terhadap potensi ancaman musuh di wilayah masing-masing. Terkait penanganan kelompok bersenjata di wilayah tertentu, Maruli menjelaskan bahwa Kodam akan memberikan pendampingan kepada satuan tugas yang beroperasi, sekaligus memastikan kehadiran negara untuk membantu masyarakat di daerah yang sebelumnya minim perhatian atau aksesibilitas.
Selain pengembangan struktur organisasi, TNI Angkatan Darat juga melakukan evaluasi terhadap kelengkapan alat utama sistem senjata (alutsista), terutama penguatan armada helikopter. Penambahan unit helikopter angkut jenis Kamov, yang memiliki kapasitas angkut hingga lima ton, diharapkan dapat mendukung mobilitas personel serta mempermudah distribusi bantuan logistik bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua yang selama ini terkendala keterbatasan akses penerbangan. (*)







































