Tagore Abubakar Perbaiki Akses ke Makam Sakral di Serule, Serukan Pelestarian Sejarah Gayo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025 - 02:02 WIB

501,719 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah – Baranewsaceh.co | Ketua Dewan Adat Gayo, Ir. H. Tagore Abubakar, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sejumlah situs bersejarah yang memiliki nilai-nilai sakral di dataran tinggi Tanah Gayo. Seperti yang dilakukan baru-baru ini, Ir. Tagore Abubakar kembali melakukan perbaikan jalan dan jembatan menuju makam Reje yang terletak di Kampung Serule, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Makam tersebut lebih dikenal dengan sebutan Makam Reje Muyang Kaya, Makam Reje Sengeda (adik dari Reje Bener Meriah), serta sejumlah makam lainnya yang diyakini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan silsilah pemimpin adat masyarakat Gayo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ir. Tagore, tujuan perbaikan ruas jalan sepanjang tiga kilometer menuju kompleks makam tersebut adalah untuk mempermudah akses bagi masyarakat luas dalam berkunjung dan berziarah. Ia menyampaikan bahwa kondisi jalan sebelumnya menyulitkan masyarakat, terutama di musim hujan.

“Saat ini, jalan sudah dapat dilalui dengan kendaraan roda empat,” ujar Ir. H. Tagore Abubakar dalam keterangannya kepada media ini.

Ia menambahkan, selain untuk mempermudah akses, upaya ini juga bertujuan menghubungkan kembali masyarakat dengan leluhurnya, agar sejarah dan keberadaan para pemimpin adat tersebut tidak tenggelam ditelan waktu. “Keberadaan situs-situs bersejarah ini sangat sakral bagi suku Gayo. Dalam hal ini, kita harus menjaga dan merawatnya karena ini merupakan warisan sejarah bagi generasi akan datang,” tegasnya.

Senin (23/06/2025), saat meninjau langsung hasil perbaikan jalan, Ir. Tagore menegaskan bahwa keberadaan makam para reje atau raja adat tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi simbol kearifan lokal yang patut dihormati dan dilestarikan. Ia menilai, pelestarian situs sejarah adalah bagian dari membangun kembali jati diri budaya masyarakat Gayo yang selama ini terpinggirkan.

Lebih lanjut, Ir. Tagore Abubakar menekankan pentingnya merawat dan memelihara situs-situs bersejarah ini karena para reje Gayo telah banyak melahirkan pahlawan dan pejuang di masa lalu. “Kita harus bangga dengan sejarah kita. Untuk itu, kita harus menjaga nilai-nilai historis yang dimilikinya,” ujarnya.

Ia juga berharap agar ke depan, dengan dilakukannya perbaikan jalan dan fasilitas lainnya, masyarakat dapat berkunjung dan berziarah dengan mudah dan nyaman. “Ini bukan hanya tentang jalan, tetapi tentang menghargai akar sejarah dan leluhur kita,” imbuhnya.

Ir. H. Tagore Abubakar selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh pemerhati budaya yang sangat peduli terhadap keberadaan situs-situs sejarah, baik di Kabupaten Aceh Tengah maupun di Kabupaten Bener Meriah. Ia aktif dalam berbagai kegiatan adat, serta kerap mengangkat pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya dan sejarah dalam berbagai forum.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi identitas yang membentuk arah masa depan. “Sudah selayaknya pemerintah dan masyarakat melestarikan serta memelihara situs-situs ini sebagai bagian dari cagar budaya,” pungkasnya. (Dani)

Berita Terkait

Polres Bener Meriah Sita 50,5 Gram Sabu Dari Seorang Petani Asal Aceh Tengah
Sekolah Terintegrasi Segera Hadir di Bener Meriah, Kemendikdasmen Tinjau Lokasi
BKMT Gelar Bimbingan Psikologis dan Praktik Tayamum bagi Pasien di RSU Munyang Kute
Dinsyar Bener Meriah Perkuat Layanan Spiritual, Bimbing Pasien RSU Muyang Kute Praktik Tayamum
Perkuat Akuntabilitas BOP PAUD, Dinas Pendidikan Dan IGTKI Gelar Bimtek Laporan Keuangan
Dinas Syariat Islam Bener Meriah Latih Siswa MAN 1 Tata Cara Pengurusan Jenazah
Pemkab Bener Meriah Terima Bantuan Keuangan Khusus Dari Pemko Pematang Siantar Rp 25.000.000.000
Ketika Mustahik Menjadi Muzaki: Ukuran Keberhasilan yang Sering Disalahpahami

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 00:28 WIB

Salah Baca Kritik

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:07 WIB

SDN Babah Krung Nagan Raya Gelar Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:54 WIB

PWI Nagan Raya Berduka, Abang Anggota PWI Agus Salim RZ  Tutup Usia

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:29 WIB

Belajar Memahami Anak di Hari Pendidikan Nasional

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:01 WIB

Hardiknas 2026: Momentum Aceh Melompat atau Tertinggal

Kamis, 30 April 2026 - 16:25 WIB

Transformasi ‘Asabiyyah’ di Era Algoritmik dan Dampaknya Terhadap Polarisasi Sosial-Politik Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 03:11 WIB

Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi

Senin, 27 April 2026 - 15:30 WIB

Kapolsek Kuala Berikan Bantuan Masa Panik Untuk Warga Korban Rumah Tertimpa Pohon Di Gunong Reubo

Berita Terbaru

OPINI

Salah Baca Kritik

Senin, 4 Mei 2026 - 00:28 WIB