HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Tarmizi Age Desak Jalan Tol Subulussalam-Medan Diintegrasikan dalam Perencanaan Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 23:43 WIB

50238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Inisiator Aceh Goet, Tarmizi Age, yang juga Ketua Influencer Mualem-Dek Fad, mulai mengampanyekan pentingnya pembangunan Jalan Tol Subulussalam-Medan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah barat-selatan Aceh dengan Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Tarmizi Age menilai pembangunan jalan tol tersebut sangat penting mengingat perjalanan darat dari Subulussalam menuju Medan saat ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kehadiran jalan tol diharapkan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi.

“Dengan adanya jalan tol, waktu tempuh Subulussalam dan kawasan barat-selatan Aceh menuju Medan dapat diperpendek. Ini akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujar Tarmizi Age.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tol harus ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka panjang yang terintegrasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur strategis, termasuk jalan tol, merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan daerah melalui pembangunan infrastruktur. Jalan tol bukan hanya soal mempercepat perjalanan, tetapi juga bagaimana membuka akses ekonomi dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat,” katanya.

Tarmizi Age menjelaskan, pembangunan jalan tol dapat memberikan sejumlah manfaat, mulai dari memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi transportasi dan logistik, membuka lapangan kerja, hingga mendorong investasi.

Selain itu, konektivitas yang semakin baik juga dinilai dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah dan memperluas akses masyarakat terhadap pusat-pusat pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, serta pasar.

“Jalan tol dapat menjadi pintu masuk bagi investasi dan pengembangan ekonomi baru. Karena itu, pembangunannya harus dipikirkan bukan hanya sebagai proyek infrastruktur, tetapi sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan,” ujar Tarmizi Age.

Ia juga mengajak pemerintah kabupaten/kota di wilayah barat-selatan Aceh untuk mulai membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat.

Menurutnya, perencanaan pembangunan jalan tol harus terintegrasi dengan dokumen perencanaan daerah, termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga pembangunan infrastruktur tersebut dapat berjalan selaras dengan arah pengembangan ekonomi daerah.

“Perlu sekali dalam membangun infrastruktur di setiap daerah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat agar perencanaannya nyambung, terintegrasi dan optimal,” ungkap Tarmizi Age yang akrab disapa Mukarram.

Masuk Agenda Pemerintah Mualem-Dek Fad

Lebih lanjut, Tarmizi Age menyampaikan bahwa isu pembangunan Jalan Tol Subulussalam-Medan perlu menjadi perhatian semua pihak, khususnya Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fad.

Ia mendorong agar pembangunan jalan tol tersebut mulai dibahas secara serius dalam perencanaan pembangunan Aceh dan dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.

“Jalan Tol Subulussalam-Medan perlu masuk dalam perencanaan dan diintegrasikan dalam proses pembangunan antara daerah dan pusat. Ini harus dipersiapkan sejak awal agar kepentingan Aceh dapat terakomodasi,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan jalan tol juga harus diikuti dengan perencanaan kawasan ekonomi di sepanjang koridor jalan. Pemerintah perlu mengidentifikasi potensi daerah yang dapat dikembangkan sehingga keberadaan jalan tol benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Jangan sampai jalan tol hanya menjadi jalur lewat. Harus ada perencanaan kawasan ekonomi di sekitarnya sehingga masyarakat lokal mendapatkan manfaat secara langsung,” katanya.

Tarmizi Age menilai konektivitas yang lebih baik dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat Subulussalam dan wilayah barat-selatan Aceh. Produk-produk lokal juga akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

“Dengan akses yang semakin baik, potensi lokal bisa berkembang dan muncul local brand Aceh yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara ekonomi, pembangunan jalan tol berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi logistik, membuka peluang investasi, meningkatkan nilai ekonomi lahan, serta memperkuat aksesibilitas wilayah.

Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya melihat pembangunan tol dari aspek fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem ekonomi di sepanjang koridor tersebut.

“Agar pertumbuhan ekonomi kawasan dapat terwujud secara optimal, infrastruktur jalan tol harus diintegrasikan dengan potensi ekonomi yang ada di sekitarnya. Tol harus menjadi penggerak ekonomi baru bagi Aceh, khususnya wilayah barat-selatan,” tutup Tarmizi Age.

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB