slot preparation.lsrs.lu

Tantangan Transparansi di Balik Wacana Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 01:27 WIB

50191 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 10 September 2026 – Komisi III DPR RI mencecar Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung terkait efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan aset sitaan dalam Rapat Dengar Pendapat yang berlangsung panas di Kompleks Parlemen, Jakarta. Sorotan tajam tertuju pada minimnya transparansi serta rendahnya recovery rate dari aset-aset hasil tindak pidana yang disita oleh negara, di tengah wacana pembentukan Undang-Undang Perampasan Aset yang saat ini tengah digodok legislatif.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi III menyampaikan keresahan publik yang menilai bahwa BPA saat ini cenderung berfungsi sebagai “gudang aset” alih-alih sebagai lembaga pengembali kerugian negara yang progresif. Angka fantastis sebesar Rp26 triliun yang diklaim sebagai capaian pemulihan aset oleh BPA dipertanyakan detail dan validitasnya. Legislator mendesak adanya keterbukaan informasi mengenai sumber dana, proses penilaian appraisal, hingga mekanisme lelang yang selama ini dianggap masih menyisakan banyak misteri dan kecurigaan adanya permainan pihak-pihak tertentu.

Kritik keras juga muncul terkait kendala operasional yang dianggap klasik namun tidak kunjung menemukan solusi konkret, seperti masalah balik nama kendaraan sitaan, penurunan nilai aset akibat lamanya masa penyimpanan, hingga kompleksitas koordinasi dengan instansi lain. Sejumlah anggota DPR secara tegas mengingatkan bahwa kegagalan dalam memelihara dan mengeksekusi aset secara cepat justru hanya akan membebani APBN dengan biaya perawatan yang terus membengkak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi cecaran tersebut, Kepala BPA berkilah bahwa pihaknya kini sedang berupaya melakukan pembenahan internal, termasuk menyusun berbagai pedoman pelaksanaan tugas dan memperkuat sistem dashboard digital untuk memantau status aset secara real-time. Meski demikian, jawaban tersebut belum sepenuhnya memuaskan para legislator yang menuntut langkah-langkah nyata untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan dalam proses perampasan dan penyelesaian aset negara.

Sebagai penutup, Komisi III DPR RI akhirnya menyepakati kesimpulan yang mendesak BPA untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas mekanisme kerja yang ada saat ini. Kejaksaan Agung dituntut untuk melaporkan data aset secara berkala, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik, demi memastikan bahwa setiap aset hasil kejahatan benar-benar kembali untuk kepentingan rakyat dan bukan menjadi ladang sengketa baru. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru