JAKARTA, 12 September 2026 – Aksi solidaritas digelar oleh Pewarta Foto Indonesia di Bundaran HI, Jakarta, sebagai bentuk desakan nyata kepada otoritas terkait agar mempercepat upaya pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026. Delapan korban tersebut terdiri dari lima jurnalis, satu kapten kapal, satu anak buah kapal, dan satu pemandu yang tengah melakukan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ketua Pewarta Foto Indonesia, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan simbol dukungan moral sekaligus desakan bagi tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri untuk bekerja lebih maksimal. Ia berharap pencarian yang telah memasuki hari kelima ini segera membuahkan titik terang agar para korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali ke pelukan keluarga mereka.
Dalam pernyataan sikapnya, insan pers menilai rekan-rekan yang hilang merupakan pejuang kemerdekaan pers yang menjadi ujung tombak informasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dan intensitas pencarian dari tim penyelamat menjadi krusial demi tegaknya demokrasi pers di tanah air. Solidaritas serupa juga dilaporkan telah dilakukan secara serentak di 22 kota di seluruh Indonesia, yang mencerminkan urgensi masalah keselamatan jurnalis di lapangan.
Selain menuntut percepatan evakuasi, pers juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi informasi. Di tengah musibah ini, masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan konten atau berita yang tidak terverifikasi atau hoaks terkait peristiwa erupsi maupun nasib para jurnalis yang hilang. Langkah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap kerja jurnalistik yang berlandaskan fakta dan kualitas, serta untuk menghindari keresahan yang tidak perlu di tengah situasi duka yang sedang dihadapi.








































